Pemerintah Bakal Lebih Agresif Dalam Penyaluran Bansos

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 Juni 2020
Pemerintah Bakal Lebih Agresif Dalam Penyaluran Bansos

Menko PMK Muhajir Effendi saat memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas, Senin (18/5). (Foto: Humas/Ibrahim).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah terus melakukan evaluasi penyaluran bantuan sosial. Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan mengakui, jika ada beberapa masalah yang perlu diperbaiki terutama percepatan pemenuhan pagu 20 juta penerima sembako dan percepatan penyaluran Kartu Keluarga Sejahtera pada 1,1 juta penerima program sembako perluasan.

Menteri Koordinator PMK Muhajir Effendi mengatakan, adapun provinsi yang perlu dipercepat penyaluran sembako, adalah Provinsi Papua Barat dan Papua. Secara keseluruhan, pencapaian progres bansos antara 80 sampai 100 persen.

Ia mengatakan, adanya peningkatan dalam penyaluran karena kerjasama yang baik antara pemerintah daerah melalui Menteri Dalam Negeri, kemudian perbaikan dalam proses penetapan sasaran dan penyaluran, juga kerja keras dari jajaran Kementerian Sosial dan Kementerian Desa.

Baca Juga:

Pemda Punya Cadangan Rp23 Triliun Buat Tangani Pandemi

Dari data saat ini, sudah ada 73.184 desa yang menerima Dana Desa atau 97,64 persen sehingga masih tersisa sekitar 3 persen yang belum ada. Dari 97,64 persen itu yang sudah tersalurkan, yang sudah tersalurkan artinya sudah menyalurkan kepada masyarakat itu ada 63.657 desa atau sekitar 90 persen dari total desa yang ada. Kalau yang dilihat dari yang menerima dana itu mencapai 85 persen.

"Kalau yang kalau terhitung dari seluruh total desa, sekitar 85 persen yang intinya masih perlu ada langkah-langkah yang lebih agresif agar target dari BLT Desa ini bisa mencapai 100 persen, "

penyaluran bantuan sosial
Penyaluran Bantuan Sosial (Foto: Kemensos).

Ia mengatakan, dalam masa Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), program nonreguler yang awalnya hanya sampai April-Juni 2020 atau tiga bulan, atas arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan diperpanjang hingga Desember 2020.

“Kecuali untuk BLT Desa untuk sementara hanya diperpanjang sampai bulan September 2020, adapun nilainya juga berkurang dari Rp600.000 menjadi Rp300.000 per bulan,” ujarnya.

Baca Juga:

107 Peserta Akan Ikut Uji Kompetensi Seleksi Pejabat Struktural KPK

#Kemenko PMK #Dana Bansos
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Jurnalis yang lebih banyak menulis terkait ekonomi makro dan juga pendamping petani.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Kabar Gembira, 219.252 Warga Jakarta Dapat Bansos Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Bagi penerima manfaat baru, sudah dilakukan proses pembukaan rekening serta pendistribusian kartu ATM sebelum bantuan disalurkan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
Kabar Gembira, 219.252 Warga Jakarta Dapat Bansos Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Indonesia
33,24 Juta Orang Bakal Tetap Bantuan Pangan di Semester 2 Tahun Ini
program bantuan beras dan stabilisasi pangan itu telah dibahas bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan serta kementerian teknis terkait dan telah memperoleh arahan dari Presiden.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Juni 2026
33,24 Juta Orang Bakal Tetap Bantuan Pangan di Semester 2 Tahun Ini
Indonesia
Luhut Pasang Target Bansos Digital Mulai Jalan Kuartal IV 2026
Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan sistem digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos) diluncurkan Oktober-November 2026. Pilot project sudah berjalan di 42 kabupaten/kota.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 Juni 2026
Luhut Pasang Target Bansos Digital Mulai Jalan Kuartal IV 2026
Indonesia
Bansos Barang Diganti Transfer Duit Tunai Rp 4,5 Juta, Luhut: Semua Dimonitor AI
Sistem data tunggal nasional berbasis AI digunakan untuk bansos, UMKM, dan transparansi pemerintahan.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
Bansos Barang Diganti Transfer Duit Tunai Rp 4,5 Juta, Luhut: Semua Dimonitor AI
Indonesia
Jaga Daya Beli, Pemerintah Rencanakan Pertebal Bantuan Sosial
Pembahasan mengenai stimulus ekonomi, termasuk opsi penebalan bansos, saat ini masih berada pada tahap awal berupa simulasi dan koordinasi lintas kementerian.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 April 2026
Jaga Daya Beli, Pemerintah Rencanakan Pertebal Bantuan Sosial
Berita Foto
Pemerintah Siapkan Koperasi Desa Merah Putih untuk Perkuat Layanan Distribusi Bansos
Konsumen membawa beras saat berbelanja di Koperasi Merah Putih, Blok M, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2026).
Didik Setiawan - Senin, 06 April 2026
Pemerintah Siapkan Koperasi Desa Merah Putih untuk Perkuat Layanan Distribusi Bansos
Indonesia
Hemat Energi: ASN Bakal Diatur Kerja Fleksibel, Pendidikan, Kesehatan Juga Bakal Diatur
Dirumuskan secara responsif dan berbasis data dengan mempertimbangkan pengalaman pengaturan mobilitas pada masa pandemi COVID-19.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 17 Maret 2026
Hemat Energi: ASN Bakal Diatur Kerja Fleksibel, Pendidikan, Kesehatan Juga Bakal Diatur
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Hapus Program Bansos, Anggarannya Diganti untuk Program MBG
Beredar informasi yang menyebut Presiden akan hapus program bansos, anggarannya diganti untuk MBG. Cek kebenaran faktanya di sini.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 17 Maret 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Hapus Program Bansos, Anggarannya Diganti untuk Program MBG
Indonesia
35,04 Juta Warga Miskin Dapat Bantuan 10 Kg Beras dan 2 Liter Minyak Goreng Jelang Ramadan
Bantuan pangan tersebut ditujukan untuk masyarakat yang berada di desil 1-4 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi (DTSEN).
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 11 Februari 2026
35,04 Juta Warga Miskin Dapat Bantuan 10 Kg Beras dan 2 Liter Minyak Goreng Jelang Ramadan
Indonesia
Kabar Gembira BLT dan Bantuan Pangan Mulai Disalurkan Februari 2026
Kementerian Sosial mengkonfirmasi BPNT pada 2026 diberikan sebesar Rp 200.000 per bulan kepada setiap KPM. Bantuan tersebut disalurkan per tahap setiap triwulan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Januari 2026
Kabar Gembira BLT dan Bantuan Pangan Mulai Disalurkan Februari 2026
Bagikan