MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto akan menghapus penerima bantuan sosial (Bansos). Dikabarkan, Prabowo akan mengalihkan penerima Bansos ke program makan bergizi gratis (MBG).
Informasi ini diunggah akun Facebook 'Hamidan Rudi'. Akun itu juga menyinggung nama Menteri Sosial, Saifullah Yusuf.
Hingga Senin (16/3), unggahan tersebut telah mendapat 8.000-an tanda suka, 6.100-an komentar, dan dibagikan ulang lebih dari 600-an kali oleh pengguna Facebook lainnya.
NARASI:
“PRESIDEN PRABOWO DAN MENTERI SOSIAL RESMI MENGHAPUS PENERIMA BLT,PKH,BNPT, BPJS, KIP, PIP DLL 5 ANGGARANYA DI ALIHKAN KE- MBG. 150 JUTA PENDUDUK MISKIN INDONESIA DI BUNUH PERLAHAN LAHAN DEMI BISNIS POLITIK 2029. 2029 JANGAN PILIH WOWO PENGHIANAT RAKYAT.”
Baca juga:
[HOAKS atau FAKTA]: BGN akan Memidanakan Orangtua Murid yang Unggah Foto MBG
FAKTA:
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Prabowo hapus penerima bansos, alihkan anggaran ke MBG” ke mesin pencarian Google. Namun tidak ditemukan berita yang membenarkan kabar tersebut.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menyebut anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) berasal dari hasil efisiensi uang negara akibat budaya boros anggaran dalam pemerintahan selama ini, untuk mencegah dana tersebut habis dikorupsi. Dalam hal ini yang anggaran Kemensos yang diefisiensi.
Dilansir dari Jawapos, pemerintah menghentikan penyaluran sejumlah Bansos, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi penerima yang terdaftar dalam salah satu dari empat status 'exclude'.
Kategori tersebut meliputi pekerjaan yang dinilai mampu, tinggal di wilayah yang tidak sesuai dengan data penerima, penerima yang telah meninggal dunia, serta adanya ketidaksesuaian pada data penerima.
Baca juga:
Kementerian Sosial menegaskan penerima yang kondisi ekonominya membaik akan dikeluarkan dari program agar kuota bantuan bisa dialihkan ke warga lain yang lebih berhak dan membutuhkan.
Anggaran program itu mencapai Rp 335 triliun dan dialokasikan untuk menjangkau sekitar 82,9 juta penerima manfaat (termasuk anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita). Program ini memicu polemik serius, salah satunya terkait sumber pendanaan yang dinilai menggerogoti anggaran pendidikan.
Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan bukti dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Prabowo hapus penerima Bansos, alihkan anggaran ke MBG.”.
KESIMPULAN:
Unggahan berisi klaim “Prabowo hapus penerima bansos, alihkan anggaran ke MBG” itu merupakan konten yang menyesatkan. (Knu)