Pembukaan Kantor Boeing di Indonesia Tunjukkan Kemitraan Kuat RI-AS

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 05 Oktober 2023
Pembukaan Kantor Boeing di Indonesia Tunjukkan Kemitraan Kuat RI-AS

Duta Besar AS untuk Indonesia Sung Y. Kim (tengah) dalam upacara pembukaan kantor baru Boeing di Jakarta, Rabu (4/10/2023). (ANTARA/HO-Kedubes AS di Jakarta)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Perusahaan Amerika Serikat (AS) Boeing melangsungkan upacara pembukaan kantor di Jakarta, Indonesia, Rabu (4/10. Boeing diketahui baru-baru ini menyelesaikan investasi besar sebagai bagian dari komitmennya untuk memperluas hubungan komersial dengan Indonesia.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y Kim mengatakan bahwa pembukaan kantor baru Boeing di Jakarta menunjukkan kemitraan yang kuat antara AS dan Republik Indonesia (RI).

"Merupakan suatu kehormatan untuk merayakan peresmian kantor baru Boeing di Indonesia. Peristiwa ini menandakan tonggak penting bagi Boeing dan menggarisbawahi kekuatan tangguh kemitraan antara Amerika Serikat dan Indonesia," ujar Sung Kim dalam pidatonya pada upacara pembukaan kantor Boeing.

Baca Juga:

Menakjubkan, 2 Pilot Selamat dalam Insiden Jatuhnya Pesawat Boeing di Australia

Menurut Kim, pendirian dan perluasan kehadiran Boeing di Indonesia menunjukkan bahwa kolaborasi dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi.

"Dengan meresmikan kantor ini, Boeing tidak hanya berinvestasi pada masa depannya sendiri, tetapi juga berinvestasi pada masa depan Indonesia," katanya, seperti dikutip Antara.

Dia lebih lanjut mengatakan bahwa Indonesia berada di posisi yang sesuai untuk mendapatkan keuntungan dari pesawat yang diproduksi Boeing.

"Komitmen Boeing terhadap keselamatan, teknologi, dan kelestarian lingkungan hidup selaras dengan tujuan Indonesia untuk masa depan yang berkelanjutan," ucap Kim.

Baca Juga:

Boeing Tertarik dengan Potensi Indonesia dalam Industri Aviasi

Kantor baru Boeing di Kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta, yang mempekerjakan puluhan staf baru, juga menjadi kantor pusat regional untuk Boeing Engineering Global Support Center yang menyediakan dukungan teknis untuk pelanggan di seluruh Asia Tenggara.

Boeing telah berada di Indonesia selama lebih dari 74 tahun, yakni dimulai sejak 1949 ketika Garuda Indonesia memulai operasinya dengan menerbangkan pesawat angkut khusus Douglas DC-3. (*)

Baca Juga:

Pesawat Kapsul Boeing Starliner Berhasil Mendarat di Stasiun Luar Angkasa

#Boeing #Amerika Serikat
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Dunia
AS dan Kanada Makin Panas, Trump Ancam Terapkan Tarif 100 Persen
Trump memperingatkan Kanada tentang dampak buruk dari hubungan ekonomi yang lebih erat dengan China.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 25 Januari 2026
AS dan Kanada Makin Panas, Trump Ancam Terapkan Tarif 100 Persen
Indonesia
Isu Akuisisi Greenland oleh AS, Menlu: Indonesia Tegaskan Posisi Non-Align
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan Indonesia berada pada posisi non-align dan tidak berpihak dalam isu AS yang dikabarkan akan mengakuisisi Greenland.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 24 Januari 2026
Isu Akuisisi Greenland oleh AS, Menlu: Indonesia Tegaskan Posisi Non-Align
Dunia
Keluar dari WHO, Amerika Serikat Wajib Bayar Utang Rp 4,3 Triliun
Amerika Serikat wajib membayar badan kesehatan PBB itu US$ 260 juta (sekitar Rp 4,3 triliun) dalam bentuk biaya terutang tahun 2024 dan 2025.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Januari 2026
Keluar dari WHO, Amerika Serikat Wajib Bayar Utang Rp 4,3 Triliun
Dunia
Indonesia dan Negara Timur Tengah Bakal Tempuh Prosedur Internal Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump
Pada November 2025, Dewan Keamanan PBB (DK-PBB) telah mengesahkan resolusi usulan AS untuk mendukung rencana komprehensif Trump dalam menyelesaikan konflik di Jalur Gaza.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Januari 2026
Indonesia dan Negara Timur Tengah Bakal Tempuh Prosedur Internal Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump
Indonesia
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Ketua Umum Perhimpunan Ojek Online Indonesia (O2) Cecep Saripudin menyebut pihaknya menentang aksi Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Dunia
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Tangkapan layar di Truth Social yang dibuat seperti biografi Wikipedia, mengklaim Trump sebagai presiden sementara Venezuela mulai Januari 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Dunia
AS Siapkan Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland
Greenland memiliki pemerintahan sendiri dan kewenangan luas dalam mengatur urusan domestik, meski kebijakan luar negeri dan pertahanan tetap berada di tangan Kopenhagen.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Januari 2026
AS Siapkan  Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland
Dunia
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Keputusan ini menandai sikap tidak setuju atas ambisi Trump yang kian meluas di belahan Barat.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Dunia
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Meski begitu, Gedung Putih tidak segera memberikan tanggapan ketika dimintai keterangan tambahan terkait dengan pertemuan tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Dunia
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Disebut tidak lagi melayani kepentingan Amerika dan mendorong agenda yang tidak efektif atau bersifat bermusuhan.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Bagikan