MerahPutih.com - Dua jalan layang (flayover) anyar di Bandung resmi diserahterimakan dari Provinsi (Pemprov) Jawa Barat ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
Masing-masing jalan layang baru ini berada di Jalan Jakarta dan Jalan Laswi. Total pembangunan kedua jalan layang menelan biaya Rp63 miliar.
Penyerahan jalan layang dilakukan secara simbolis dengan penandatanganan prasati peresmian oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil disaksikan Wali Kota Bandung Oded M Danial, di atas jalan layang Laswi, Kamis (22/4).
Baca Juga:
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, setelah uji coba dan dievaluasi, kedua fasilitas jalan layang baik.
"Ini menandakan apa yang diaspirasikan oleh Kota Bandung, kita penuhi. Ada 2 ruas jalan, Jalan Jakarta dan Pelajar Pejuang, mudah-mudahan diperlancar," katanya saat peresmian.
Perlu diketahui, flyover Jalan Jakarta memiliki bentang jembatan 40,8 meter dengan panjang keseluruhan kurang lebih 480 meter. Jembatan ini dibangun dengan anggaran sebesar Rp34 miliar.
Sedangkan flyover Jalan Laswi memiliki bentang jembatan 35,8 meter dengan panjang keseluruhan 480 meter. Sedangkan biaya pembangunannya sebesar Rp29 miliar.
Menurut Ridwan Kamil, seiring waktu dan bertambahnya jumlah penduduk di Kota Bandung, maka lalu lintas semakin padat. Untuk itu, jalan layang dapat membantu mengurangi beban kemacetan.
"Mari terus membangun Kota Bandung, membangun Jawa Barat setiap harinya untuk perubahan kemajuan menuju kebaikan dan kesejahteraan," ucapnya.
Wali Kota Bandung Oded M Danial bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Jawa Barat yg telah membantu infrastruktur Kota Bandung.
"Alhamdulillah Kota Bandung sebagai penerima manfaat dari pembangunan dua flyover ini, yang dibiayai oleh APBD Provinsi Jawa Barat," katanya.
"Atas nama warga, masyarakat Kota Bandung mengucapkan terima kasih. Saya mengimbau kepada seluruh warga Kota Bandung mari manfaatkan sebaik-baiknya dan kita rawat bersama-sama," lanjutnya.
Oded pun menyampaikan, Pemkot Bandung masih terus berkoordinasi dengan Pemprov Jabar, Kementerian PUPR, dan Kementerian ATR/BPN, serta pihak lainnya dalam pembangunan infrastruktur di Kota Bandung, terutama flyover.
"Sekarang sedang dibangun flyover Kopo. Mudah-mudahan segera selesai. Kita juga sedang bahas flyover Samsat-Buahbatu yang turunnya di Batununggal," katanya.
Oded menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi hingga pusat dalam rangka penambahan infrastruktur guna memperlancar lalu lintas di Kota Bandung.
Baca Juga:
Menurut Oded, ada banyak infrastruktur yang sedang dalam pembahasan. Selain flyover, ada tol dalam kota North South (NS) Link, Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya, sampai Bandung Intra Urban Tol Road (BIUTR).
"NS Link masih dibahas, rencana yang digagas dan sedang dibahas ada BRT, nanti BRT ini akan hadir di Kota Bandung. Karena Bandung ini kapasitas jalan yang terbatas, kecil-kecil, dan kelokan-kelokan," katanya.
BRT Bandung Raya menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk flyover Kopo, dan flyover Samsat. Oded mengaku harus "jemput bola" atau berkomunikasi terus dengan pihak terkait agar infrastruktur yang sedang dalam pembahasan bisa segera terealisasikan.
"Mudah-mudahan teralisasi di zaman Mang Oded. Tadi sudah ngobrol juga dengan Pak Gubernur, beberapa ada yang sudah bisa dilaksanakan," katanya. (Iman Ha/Jawa Barat)
Baca Juga:
Bandung Masuk Pancaroba, Waspada Cuaca Ekstrem dan Kebakaran