Tanpa Penjagaan Ketat, Showcase Dongker di Bawah Pasupati Berlangsung Tertib Berkat Semangat Kolektif Penonton

Frengky AruanFrengky Aruan - Minggu, 19 Juli 2026
Tanpa Penjagaan Ketat, Showcase Dongker di Bawah Pasupati Berlangsung Tertib Berkat Semangat Kolektif Penonton

Konser Dongker di kolong jembatan berlangsung kondusif. (foto: dok/wtfacielcaptures)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Showcase "Melankolia di Kolong" yang digelar Dongker di bawah kolong Jembatan Layang Pasupati, tepatnya di Taman Skateboard Bandung, menghadirkan pemandangan yang berbeda dari kebanyakan konser musik.

Di tengah antusiasme ratusan penonton yang memadati area pertunjukan, acara berlangsung tertib dan kondusif tanpa pengamanan berlapis atau barikade ketat yang biasanya identik dengan konser berskala besar.

Sejak awal acara, suasana yang tercipta lebih menyerupai ruang berkumpul komunitas dibandingkan sebuah konser formal. Penonton datang, menikmati pertunjukan, saling berbagi ruang, dan mengikuti jalannya acara dengan kesadaran bersama.

Tidak terlihat kericuhan maupun dorong-dorongan yang mengganggu jalannya pertunjukan. Atmosfer yang tercipta justru menunjukkan kuatnya rasa saling menghormati antara penonton, panitia, dan para musisi.

Baca juga:

Dongker Perkenalkan Album 'Melankolia Radikal' Lewat Showcase di Bawah Jembatan Pasupati

Pilihan lokasi di ruang publik terbuka di bawah Jembatan Pasupati semakin mempertegas semangat akar rumput yang selama ini lekat dengan Dongker. Diiringi suara kendaraan yang melintas di atas kepala, musik tetap menjadi pusat perhatian tanpa menghilangkan rasa aman maupun kenyamanan bagi para pengunjung.

Buku atau Beras Jadi Tiket

Hal lain yang membuat showcase ini berbeda adalah sistem masuk yang diterapkan penyelenggara. Dongker tidak menjual tiket seperti konser pada umumnya.

Sebagai gantinya, setiap pengunjung diminta membawa satu buku layak baca atau beras sebagai syarat untuk memasuki area acara. Konsep ini menjadikan kehadiran penonton bukan hanya bentuk dukungan terhadap band, tetapi juga bagian dari aksi sosial yang melibatkan seluruh komunitas.

Buku-buku yang terkumpul nantinya akan disalurkan untuk mendukung program literasi dan diberikan kepada komunitas maupun pihak yang membutuhkan akses bacaan. Sementara itu, donasi beras akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga sekitar dan kelompok yang memerlukan bantuan pangan.

Dengan cara ini, setiap orang yang hadir ikut berkontribusi dalam gerakan berbagi, bukan sekadar menjadi penikmat konser.

Konsep tersebut mendapat respons positif dari para penonton. Alih-alih mengeluarkan uang untuk membeli tiket, mereka justru membawa barang yang memiliki manfaat langsung bagi orang lain.

Hal ini memperlihatkan bahwa sebuah pertunjukan musik dapat menjadi ruang untuk membangun solidaritas sosial sekaligus memperkuat hubungan antara musisi dan komunitasnya.

Melalui "Melankolia di Kolong", Dongker menunjukkan bahwa konser tidak selalu harus identik dengan sistem keamanan yang kaku ataupun transaksi komersial.

Dengan mengedepankan rasa saling percaya, tanggung jawab bersama, dan semangat gotong royong, acara ini mampu berlangsung aman sekaligus menghadirkan dampak sosial yang nyata. Showcase tersebut menjadi bukti bahwa musik bukan hanya tentang hiburan, melainkan juga medium untuk membangun kepedulian, mempererat komunitas, dan berbagi manfaat kepada sesama. (far)

#Dongker #Konser #Musik #Bandung
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
'Tak Ingin Pulang', Lagu Terbaru MARBLES tentang Kebersamaan dengan Orang Terkasih
Tak Ingin Pulang menggambarkan perasaan seseorang yang begitu menikmati kebersamaan dengan orang terkasih hingga tak ingin momen tersebut berakhir.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
'Tak Ingin Pulang', Lagu Terbaru MARBLES tentang Kebersamaan dengan Orang Terkasih
ShowBiz
Barsena Bestandhi Rilis 'Coba Lagi' untuk Soundtrack Film 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati'
Barsena mengangkat kisah tentang seseorang yang tengah menghadapi masa-masa sulit hingga berada di titik terendah kehidupannya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Barsena Bestandhi Rilis 'Coba Lagi' untuk Soundtrack Film 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati'
ShowBiz
Kenzy Taulany Merangkum Rindu dan Jarak dalam 'Siapa Duluan Rindu'
Siapa Duluan Rindu bercerita tentang beratnya merelakan seseorang untuk pergi, sekaligus keinginan untuk tetap memberikan dukungan kepada orang tersebut.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Kenzy Taulany Merangkum Rindu dan Jarak dalam 'Siapa Duluan Rindu'
ShowBiz
Makna Lagu 'Our' Hwang Min-yun, Ungkap Arti Cinta yang tak Tergoyahkan
'Our' menjadi ruang bagi Min-hyun untuk merefleksikan perjalanan dirinya sekaligus mengungkapkan rasa terima kasih kepada orang-orang terdekat
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Makna Lagu 'Our' Hwang Min-yun, Ungkap Arti Cinta yang tak Tergoyahkan
ShowBiz
Dari Topeng Munir hingga 'Olah Tubuh', Aksi Penuh Makna Efek Rumah Kaca di Synchronzie Fest 2026
Para penerka dalam balutan topeng Munir pun ikut membentangkan poster-poster berisi pesan perjuangan.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Dari Topeng Munir hingga 'Olah Tubuh', Aksi Penuh Makna Efek Rumah Kaca di Synchronzie Fest 2026
ShowBiz
Lisa BLACKPINK Umumkan Tracklist Mini Album Terbaru PRESS PLAY
'PRESS PLAY' dijadwalkan meluncur pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Lisa BLACKPINK Umumkan Tracklist Mini Album Terbaru PRESS PLAY
ShowBiz
Mawar de Jongh Rilis 'Oh Semoga', Lagu tentang Harapan dan Kehidupan
Sejalan dengan judulnya, Oh Semoga yang merepresentasikan sebuah ungkapan yang mencerminkan harapan seseorang terhadap sesuatu yang ingin diwujudkan.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Mawar de Jongh Rilis 'Oh Semoga', Lagu tentang Harapan dan Kehidupan
ShowBiz
Dari Jakarta ke Kyoto, Rimba Menembus Batas Bahasa lewat Musik
Rimba membawa perpaduan melodi pop, aransemen musikal yang eksploratif, serta lirik berbahasa Indonesia yang kaya makna
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Dari Jakarta ke Kyoto, Rimba Menembus Batas Bahasa lewat Musik
ShowBiz
Synchronize Fest 2026 Dibuka, Cek Deretan Penampil Spesial 3 Hari
Synchronize Fest kembali menghadirkan deretan penampil dari beragam genre dan generasi.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Synchronize Fest 2026 Dibuka, Cek Deretan Penampil Spesial 3 Hari
ShowBiz
Fakta Unik A2O Lite, Girl Group Baru Garapan Mantan Bos SM Entertainment
Girl group A2O Lite langsung mencuri perhatian publik Korea Selatan.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Fakta Unik A2O Lite, Girl Group Baru Garapan Mantan Bos SM Entertainment
Bagikan