Pembakaran Gereja di Aceh Singkil Diduga Bermotif Politis
Aparat Kepolisian dan TNI berjaga di lokasi pasca kerusuhan di Desa Suka Makmur, Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, Rabu (14/10). (ANTARA FOTO/Moonstar Simanjuntak)
MerahPutih Peristiwa - Bentrok antarwarga di Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Nangroe Aceh Darussalam (NAD) berimbas pada pembakaran sebuah gereja dan menewaskan dua orang warga serta empat orang luka-luka. Dari dugaan sementara pihak kepolisian, motif peristiwa tersebut berkaitan dengan pemilihan kepala daerah (pilkada) di wilayah tersebut.
Pada peristiwa yang terjadi Selasa (13/10) siang itu, polisi telah menetapkan sepuluh orang sebagai tersangka, tujuh di antaranya masih buron.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Mabes Polri Irjen (Pol) Anton Charliyan merasa yakin ada pihak provokator dalam tragedi tersebut. Bahkan, ia menyebut bentrokan memiliki unsur politis.
"Ada lawan-lawan politik juga, kemungkinan terkait pilkada," ujar Anton di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/10).
Bukan tanpa alasan hal itu disampaikan Anton, mengingat pilkada akan diselenggarakan dalam waktu dekat di daerah tersebut. Meski demikian, Anton mengaku masih menelusuri lebih lanjut dugaan itu.
"Sementara sentimen agama dan motif pilkada. Nanti kita petakan," papar Anton.
Pada saat yang sama, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas Polri) Brigjen (Pol) Agus Rianto mengungkapkan, pihak kepolisian sudah menetapkan sepuluh tersangka dalam peristiwa bentrokan antarwarga di Aceh Singkil. Tiga orang itu sudah ditahan atas perusakan gereja.
"Inisialnya S, N dan I disangka telah melakukan perusakan," tandasnya.
Untuk 7 tersangka lainnya, polisi masih terus melakukan pengejaran. Keberadaan lima dari tujuh tersangka sudah diketahui. Sementara, dua tersangka lain terus ditelusuri. (gms)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Siswa Aceh Utara Belajar di Lumpur, DPR Desak Bantuan Perabotan
Kebakaran Gambut Aceh Makin Parah, BPBD Sulit Atasi Tiupan Angin
“Hati Bertali”, Lagu Bumiy yang Merangkul Duka dan Harapan di Tengah Bencana
TNI Bersihkan 19 Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
Jembatan Bailey Kutablang Aceh Kini Dijaga 24 Jam, Gara-Gara Ini!
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan Ribuan Warga di Aceh Masih Mengungsi Setelah 2 Bulan Lalu di Terjang Banjir
Baleg DPR Dorong Konsideran UU Pemerintahan Aceh tak Dihapus dalam Revisi
Akses Air Bersih Warga Aceh Dikebut, Pemerintah Tambah 57 Titik Sumur Bor
Jelang Ramadan, Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng di Aceh Aman