Pembahasan yang Bakal Dibawa Pemerintah dalam Forum Civil 20

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 07 Maret 2022
Pembahasan yang Bakal Dibawa Pemerintah dalam Forum Civil 20

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Foto: MP/Asropih

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Civil 20 (C20) merupakan bagian dari pertemuan Presidensi G20. Kegiatan ini mengakomodir kepentingan negara di luar anggota G20.

C20 dimulai pada Senin (7/3) sampai Rabu (9/3) dengan Kick Off Ceremony & Meeting. Tujuan forum tersebut untuk mendengar aspirasi masyarakat sipil dunia dalam menjalankan mandat C20.

Baca Juga

Presidensi G20 Momentum Indonesia Cegah Spillover Effect Perang Rusia

Acara tersebut diikuti lebih dari 100 organisasi sipil atau Civil Society Organisations (CSOs) dari 30 negara. Acara ini juga akan diikuti oleh perwakilan CSOs internasional yang masuk ke dalam struktur C20, seperti dari Troika C20 Italia dan India.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, Forum C20 mempunyai peran penting dalam menghadapi banyaknya tantangan global. Terutama isu perubahan iklim dan ketidakstabilan geopolitis yang terjadi saat ini.

Menurut Airlangga, lancarnya pertemuan Presidensi G20 yang telah digelar di Indonesia merupakan hasil kontribusi dari para delegasi peserta negara dunia.

"Saya menyambut baik C20 ini yang akan membahas pemberian akses terhadap vaksin, keadilan lingkungan, sustainable development goals (SDG) dan humanitarian yang memberikan akses merata terhadap pendidikan, keadilan gender, anti korupsi dan keuangan dan pajak yang berkelanjutan," ucap Airlangga dalam acara Kick-Off Ceremony & Meeting C20, Senin.

Baca Juga

Perputaran Uang Saat G20 Lebih Besar dibanding Pertemuan IMF dan Bank Dunia

Airlangga menuturkan, pihaknya masih akan terus mendorong masyarakat untuk menyesuaikan kegiatannya, ini berkaitan dengan transisi energi ke energi bersih.

"Saya membuka ruang untuk saran-saran dari C20, bagaimana kita lampaui batas dan tawarkan pendekatan baru untuk situasi yang dihubungi dunia, saya nantikan masukan ide-ide kontribusi untuk pemulihan global," papar Airlangga.

Dengan perkembangan penanganan COVID-19 dan pertumbuhan ekonomi, politikus Partai Golkar ini optimis, Indonesia dan negara lainnya mampu bangkit dari dampak negatif pandemi.

"Kita harap cahaya di akhir pandemi akan semakin terang, saya yakin demikian, banyak modal yang yang untuk ditawarkan ke dunia. Selain pariwisata, reformasi struktural telah membuat indonesia menandai pertumbuhannya dari atas rata-rata pertumbuhan global," tutup Airlangga. (Asp)

Baca Juga

Pemerintah Indonesia Dorong Tata Kelola Data dalam DEWG Presidensi G20

#Airlangga Hartarto #G20 #KTT G20
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Pangkas Bunga Kredit Perempuan Prasejahtera dari 25 Persen Jadi 8 Persen
Kebijakan ini disebut sebagai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pembiayaan bagi kelompok perempuan berpenghasilan rendah.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Presiden Prabowo Pangkas Bunga Kredit Perempuan Prasejahtera dari 25 Persen Jadi 8 Persen
Indonesia
Program Satu Orang Satu Rekening Diharapkan Dongkrak Inklusi Keuangan Indonesia
Program tersebut akan menyasar 25 juta warga berusia 17 tahun ke atas yang termasuk kelompok desil 1 hingga 4.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
Program Satu Orang Satu Rekening Diharapkan Dongkrak Inklusi Keuangan Indonesia
Indonesia
Pemerintah Siapkan Bermacam Bantuan, Genjot Ekonomi Kuartal IV-2026
Kebijakan itu di antaranya pembukaan rekening untuk warga negara dengan usia 17 tahun ke atas, bantuan pangan, hingga Bantuan Subsidi Upah (BSU).
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan Bermacam Bantuan, Genjot Ekonomi Kuartal IV-2026
Indonesia
PPh 21 Ditanggung Pemerintah Bakal Diperluas, Pekerja Gaji di Bawah Rp 10 Juta Dapat Keringanan
Pemerintah berencana memperluas PPh 21 Ditanggung Pemerintah untuk pekerja bergaji di bawah Rp 10 juta. Kebijakan ditargetkan mencakup 7,5 juta pekerja.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
PPh 21 Ditanggung Pemerintah Bakal Diperluas, Pekerja Gaji di Bawah Rp 10 Juta Dapat Keringanan
Indonesia
Simpanan Warga di Koperasi Diusulkan Dijamin LPS
Persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan melibatkan Komisi XI DPR RI, termasuk untuk mengamandemen undang-undang yang diperlukan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Simpanan Warga di Koperasi Diusulkan Dijamin LPS
Indonesia
Antisipasi Risiko Inflasi, Pemerintah Mitigasi El Nino dan Cuaca Ekstrem
Mitigasi dilakukan melalui optimalisasi pengelolaan air irigasi, percepatan dan pengaturan pola tanam, pemetaan wilayah rawan, penguatan early warning system, serta koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Antisipasi Risiko Inflasi, Pemerintah Mitigasi El Nino dan Cuaca Ekstrem
Indonesia
Hingga Akhir 2026, Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Bakal Naik
Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak naik hingga akhir 2026.
Yusuf Abdillah - Rabu, 23 September 2026
Hingga Akhir 2026, Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Bakal Naik
Indonesia
Menko Airlangga: Industri Tekstil Bukan Sunset Industry, Masih Terbuka Ruang Ekspansi
Airlangga Hartarto menyebut industri tekstil bukan sunset industry. Sektor TPT menyumbang 0,97% PDB, menyerap 4 juta tenaga kerja dan ekspor US$12 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Menko Airlangga: Industri Tekstil Bukan Sunset Industry, Masih Terbuka Ruang Ekspansi
Indonesia
Saldo Awal Gratis 200 Juta Rekening WNI Butuh Rp 11 Triliun, Uangnya dari Mana?
Rencana pemerintah untuk membagikan saldo awal gratis dalam program pembukaan rekening bank massal bagi masyarakat Indonesia mendadak jadi perbincangan hangat.
Wisnu Cipto - Kamis, 10 September 2026
Saldo Awal Gratis 200 Juta Rekening WNI Butuh Rp 11 Triliun, Uangnya dari Mana?
Indonesia
200 Juta Warga Bakal Dikasih Rekening Dengan Saldo Awal Rp 50 Ribu
Rencana pembukaan rekening, akan dilakukan secara bertahap. Diharapkan kebijakan ini dapat dimulai sebelum akhir 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
200 Juta Warga Bakal Dikasih Rekening Dengan Saldo Awal Rp 50 Ribu
Bagikan