Pembagian Rastra di Majalengka Dikawal Polisi, Ada Apa?
Kapolres Majalengka, AKBP Noviana Tursanurohmad (kedua kiri) saat pembagian beras rasta di Majalengka, Jawa Barat, Selasa (6/2). (MP/Mauritz)
MerahPutih.com - Penyaluran beras sejahtera atau rastra mendapat perhatian dari kepolisian. Pemantauan pun dilakukan mulai dari tingkat keluruhan hingga ke pelosok desa yang berada di wilayah Kabupaten Majalengka.
Kapolres Majalengka, AKBP Noviana Tursanurohmad mengatakan, pemantauan pembagia beras rasta (raskin) dilakukan oleh petugas polsek yang terjun langsung ke lapangan di wilayah binaannya masing-masing.
"Pengawasan tersebut ini dilakukan guna menjaga situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polres Majalengka," kata Noviana di Majalengka, Selasa (6/2).
Di samping itu, kata dia, juga sebagai upaya kepolisian guna mendekatkan diri kepada masyarakat.
"Khususnya para Bhabinkamtibmas, kami perintahkan harus dekat di tengah masyarakat, sehingga merasa aman dan nyaman. Termasuk ketika ada pembagian beras sejahtera oleh pemerintah,"terang Noviana.
Selain melakukan pemantauan, petugas kepolisian juga harus ikut membantu masyarakat. Seperti, memindahkan beras yang sudah dibagi menuju kendaraan warga yang digunakannya untuk mengambil beras dan itu sudah menjadi tugas polisi, salah satunya sebagai pelayan masyarakat.
"Anggota kami awasi penyaluran beras untuk masyarakat miskin agar sampai kepada orang yang berhak,” jelas Noviana.
Diharapkan, sambung Noviana, dengan pengawasan yang dilakukan oleh masing masing polsek terhadap penyaluran beras untuk masyarakat miskin dapat menyukseskan program pemerintah.
Karena, lanjut dia, proses penyaluran rasta bisa menimbulkan potensi gejolak di tengah masyarakat.
“Tentunya kami sangat senang bisa ikut menjaga kondusivitas bersama masyarakat di desa. Penyaluran rastra ini sebenarnya rawan dan bisa menimbulkan gejolak, namun semua itu bisa diatasi berkat pendekatan langsung kepada masyarakat,” tuturnya. (*)
Berita ini merupakan laporan dari Mauritz, kontributor merahputih.com untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Satgas Pangan Diminta Tindak Tegas Penimbun Beras
Bagikan
Berita Terkait
Indonesia Surplus Beras 3,5 Juta Ton, DPR Ingatkan Jangan Abaikan Petani
Kementan Janji Serap 4 Juta Ton Gabah Petani di 2026
Pemerintah Bersiap Ekspor Beras Setelah Swasembada
Pemerintah Perpanjang Stabilisasi Harga Beras Sampai Akhir Januari 2026
Indonesia Swasembada Pangan, DPR Ingatkan Pemerintah Dompet Petani Juga Harus 'Tebal'
Surplus Beras Nasional Naik 243%, HPP Gabah Kering Panen Tetap Rp 6.500/kg
Indonesia Capai Swasembada Beras per Akhir 2025, Prabowo: Cadangan Tertinggi Sepanjang Sejarah
14 Ribu Ton Beras Sudah Meluncur ke Sumatera, Bulog Bocorkan Stok Cadangan Pangan Nasional Siaga Hadapi Bencana 2026
Politikus Sebut Harga Pangan di Aceh Naik 100 Persen, Daya Beli Warga Juga Melemah
70 Ribu Hektare Sawah Rusak Akibat Banjir Sumatera, Cadangan Beras Disiapkan 120 Ribu Ton