Penyandang Disabilitas Memiliki Peluang Bekerja di Industri Kreatif
(Foto: Unsplash/Avel Chuklanov)
BERAGAM jenis industri saat ini berkembang secara masif. Salah satunya adalah industri kreatif. Beberapa faktor penting sangat dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan. Contohnya adalah faktor sumber daya manusia.
Peran keterlibatan masyarakat di industri kreatif berhasil menyumbangkan dampak yang sangat positif, yaitu dengan membuka banyak peluang kerja bagi penyandang disabilitas.
Baca juga:
Aang Sunadji, Beangasm.id, dan Growth Mindset di Tengah Pandemi
Terbukti hingga saat ini industri kreatif telah memberikan banyak tempat bagi banyak penyandang disabilitas untuk bisa bergabung dan menunjukan kinerja mereka sebagai pekerja profesional yang bisa diandalkan.
Menurut data Survei Penduduk Antar Sensus tahun 2015, 8,56%, atau sekitar 21,4 juta orang merupakan penyandang disabilitas. Namun, survei Angkatan Kerja Nasional tahun 2017 menyebutkan ada 11.224.673 penyandang disabilitas yang pekerja. Ini adalah salah satu bukti nyata bahwa mereka dapat bekerja dan berkreasi. Tapi kebanyakan dari mereka masih banyak bekerja di sektor informal.
Peluang penyandang disabilitas bekerja di sektor formal, seperti di industri kreatif sangat besar. "Asalkan mereka diberi kesempatan untuk mengenyam pendidikan dan pelatihan yang memadai, peluang mereka sangat besar," kata Gufroni Sakaril, Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) dalam diskusi daring melalui aplikasi Zoom, Senin (18/5).
Baca juga:
KamiBijak, Langkah Cerdas Memotivasi Kaum Tuli Lewat Akses Visual Berbahasa Isyarat
Dalam diskusi yang dihelat Budaya Saya itu Gufroni juga menambahkan ini bukan masalah bisa atau tidak bisanya mereka, melainkan bagaimana lingkungan dapat merespon teman-teman disabilitas. "Agar mereka bisa membuktikan dirinya kalau memang mereka memiliki potensi yang sama layaknya non-disabilitas, dibutuhkan akses yang memadai," tegasnya.
Hal senada juga diutarakan Anada Sukarlan, seorang musisi dan komponis. Ia mengatakan akses sangat dibutuhkan untuk teman-teman disabilitas fisik agar memungkinkan mereka memainkan instrumen musik. Ia bersama komponis internasional menciptakan musik agar mereka yang memiliki kekurangan bisa memainkan instrumen musik. "Sekarang sudah ada pianis profesional yang hanya memiliki satu tangan," ungkap Anada yang ikut terlibat dalam diskusi tersebut.
Sementara untuk kaum disabilitas yang memiliki beragam kemampuan memumpuni bisa ditemukan bekerja di posisi vital bagian produksi KamiBijak yang dikomandoi Paulus Ganesha Aryo Prakoso. KamiBijak merupakan media berbasis video untuk para kaum tuli yang memiliki keterbatasan pendengaran.
Perlu dicatat, KamiBijak adalah salah satu contoh nyata sebuah industri yang memperkerjakan mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Bahkan media ini juga memberikan akses kepada pemirsa disabilitas. (lgi)
Baca juga:
Selamat Ulang Tahun kamibijak.com, Semoga Menginspirasi Kita Semua!
Bagikan
Leonard
Berita Terkait
Dukung Akses Pendidikan Inklusif, Pemprov DKI Tambah Bus Sekolah Ramah Disabilitas
Transjakarta Minta Maaf atas Insiden Tunanetra Jatuh ke Selokan, Janji Bertanggung Jawab
Insiden Tunanetra Terjatuh di Halte CSW, Pramono Minta Transjakarta Berbenah
Bansos PKD Desember 2025 Cair, 213.789 Warga Jakarta Terima Bantuan Rp 300 Ribu
Pemenuhan Fasilitas Bagi Disabilitas Jadi PR Pemerintah dan DPRD Jakarta
Pemerintah DKI Jakarta Luncurkan 13 Unit Bus Sekolah Ramah Disabilitas
Pemprov DKI Bagikan KLG untuk Penyandang Disabilitas, Rano Karno: Jakarta Harus Inklusif
150 Disabilitas Telah Menerima Pekerjaan Setelah Job Fair, Termasuk Zidan
Job Fair Disabilitas Buka 107 Lowongan di Jakarta, Sasaranya Bisa Serap 300 Disabilitas
Gelar 13 Kali Job Fair, 150 Disabilitas Telah Diterima Kerja di Jakarta