Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Peluang Kecil Gatot Nurmantyo Ditengah Masifnya Dukungan Relawan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 23 April 2018
Peluang Kecil Gatot Nurmantyo Ditengah Masifnya Dukungan Relawan

Jenderal Gatot Nurmantyo saat menjabat Panglima TNI bersama Prabowo Subianto (kanan) dan Jenderal (Pur) Tri Sutrisno yang juga mantan Wakil Presiden Indonesia. (Facebook/Prabowo Subianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Mencuatnya nama Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo dalam bursa calon presiden menambah hangat pilpres 2019. Nama Gatot hadir menjadi alternatif ditengah panasnya persaingan Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Peluang Gatot bertarung di kontestasi demokrasi lima tahunan sangat kecil. Mengingat, sampai saat ini belum ada satu pun partai politik yang menyatakan dukungannya terhadap mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu.

“Untuk menjadi calon Presiden dan wakil Presiden perlu dukungan gabungan partai politik 20 persen Jadi jangan sampai hanya menggebu-gebu menjadi Capres-Cawapres tapi tanpa ada dukungan dari partai politik,” kata Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin kepada MerahPutih.com, Minggu (22/4).

Padahal, Sejumlah relawan telah bergerak masif mendeklarasikan diri untuk Gatot dalam Pilpres. Di Kabupaten Karawang contohnya.

Dalam waktu dekat, sekelompok masyarakat Kabupaten Karawang, Jawa Barat, segera mendeklarasikan Relawan Gatot Nurmantyo untuk Rakyat sebagai bentuk dukungan kepada mantan Panglima TNI itu untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Saat ini, mereka sedang dalam proses persiapan. "Kami akan mendeklarasikan Relawan Gatot Nurmantyo untuk Rakyat Pangkal Perjuangan," kata Solehudin, Ketua Presidium Gatot Nurmantyo untuk Rakyat (GNR) Pangkal Perjuangan dikutip Antara.

Relawan Jagad usai deklarasikan Gatot Nurmantyo. Foto: MP/Win

Deklarasi relawan Gatot Nurmantyo untuk Rakyat itu akan segera dilakukan karena hingga kini sudah cukup banyak desakan dari berbagai kalangan masyarakat. Banyak masyarakat Karawang yang mempertanyakan mengenai rencana deklarasi Relawan Gatot Nurmantyo.

Deklarasi itu murni gerakan dari masyarakat yang menginginkan Gatot Nurmantyo maju pada Pilpres 2019 untuk mencalonkan presiden.

Relawan Gatot Nurmantyo untuk Rakyat Pangkal Perjuangan itu berasal dari berbagai elemen masyarakat di Jawa Barat, khususnya Karawang, Bekasi, dan Purwakarta. Ada dari kelompok pemuda, buruh, tani, santri hingga tenaga pendidikan. Mereka semua secara sukarela siap mendukung dan meminta Gatot mencalonkan presiden pada Pilpres nanti.

"Kami belum pernah bertemu dengan Pak Gatot Nurmantyo. Selama ini kami hanya melihat beliau di televisi saja," kata Solehudin.

Menunggu Blunder Jokowi

Sementara, wacana Partai Gerindra akan mengusung Gatot, ketimbang sang ketua umum Prabowo Subianto juga sulit direalisasikan. Pasalnya, dalam Pemilu serentak 2019 Gerindra masih membutuhkan figure Prabowo untuk mengkatrol suara partai.

“Ketika Prabowo tidak nyalon, lalu Gerindra usung Gatot, Gatot harus bisa mengangkat suara Gerindra. Persoalannya elektabilitas (Gatot) pun dibawah Pak Prabowo,” sambung Ujang.

Gatot Nurmantyo (tengah) dan Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid (kedua kanan) saat diskusi yang digelar oleh Fraksi PKS DPR di Kompleks Parlemen. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Jika pun Gerindra mengusung Gatot untuk bertarung melawan Jokowi kemungkinan menangnya sangat kecil karena Jokowi merupakan calon incumbent sehingga memiliki sumber daya yang luar biasa. Mengingat, seluruh infrastuktur pemerintahan masih dalam genggamannya.

Tak hanya itu, calon incumben selalu menjadi magnet politik nasional. Dengan sumber daya luar biasa yang dimilikinya, membuat setiap orang maupun kelompok yang berkepentingan berusaha merapat dengan kekuasaan.

“Sebenarnya melawan incumben itu berat. Pak Gatot bisa saja diajukan melawan Pak Jokowi, tapi sulit menang juga. Kecuali jika Pak Jokowinya suatu ketika melakukan hal-hal blunder. Jadi agak berat kalau Gerindra memasang Gatot, karena Gerindra adalah Pak Prabowo dan Prabowo adalah Gerindra,” tuturnya.

Menakar Peluang Gatot

Berdasarkan survey Alvara yang dirilis beberapa waktu lalu, mayoritas responden menyatakan setuju jika dalam Pilres 2019 Jokowi berpasangan dengan Gatot Nurmantyo. Namun, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini memprediksi mantan Gubernur DKI Jakarta itu tak akan menggandeng Gatot menjadi wakilnya.

“Pak Jokowi tidak akan mau, karena ada kemarahan pak Jokowi kepada Gatot karena dianggap tidak mampu mengamankan hingar bingar aksi 212. Tidak mungkin orang yang sudah diganti, anak buahnya sudah diganti diangkat kembali lalu diangkatlah menjadi Cawapres. Dan nanti menjadi ancaman ketika menjadi Cawapres. Ketika nanti misalkan Pak Jokowi dan Gatot menang, itu bisa jadi ada matahari kembar,” pungkas Ujang.

Pendapat lain dikemukakan pengamat politik Said Salahudin. Menurut dia, peluang Gatot maju sebagai cawapres mendampingi Jokowi bisa sangat terbuka lebar. Hal itu bisa terjadi, jika Prabowo memilih Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar sebagai cawapresnya.

Peluang Gatot terbuka karena memiliki karakter yang dekat dengan Prabowo. Selain itu, lulusan Akademi Militer tahun 1982 itu juga dikenal dekat dengan kelompok Islam. “Kalau Prabowo berpasangan dengan Muhaimin, di sinilah Jokowi mempertimbangkan Gatot. Dia bisa menjadi penyeimbang,” ujar Said.

Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) ini menambahkan, Gatot bisa memecah kecenderungan pemilih yang diperkirakan akan mendukung Prabowo-Muhaimin.

Pertama, kelompok yang memilih Prabowo karena menyukai figur militer. Kemudian, lanjutnya, pemilih yang kemungkinan memilih Prabowo-Muhaimin karena keyakinan representasi kelompok Islam.

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. (ANTARA FOTO/Wahyudi)

“Jadi intinya, Jokowi butuh figur yang juga dekat dengan kelompok Islam. Karena itu nama Gatot menurut saya sangat berpeluang,” jelas Said.

Tapi, Gatot bukan satu-satunya solusi bagi Jokowi jika Prabowo-Muhaimin berpasangan. Namun jika mengambil nama lain, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu perlu bekerja lebih keras lagi untuk meyakinkan umat Islam.

“Saya kira jika Jokowi juga berhasil memengaruhi tokoh agama yang didekati, dukungan kelompok Islam ke Jokowi juga akan signifikan di Pilpres 2019 nanti,” pungkas Said.

Pendapat yang sama juga disampaikan Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari. Dia menilai Gatot justru paling mungkin menjadi cawapres pendamping Jokowi. Menurut dia, Gatot kurang cocok disandingkan dengan Prabowo karena berasal dari segmen yang sama, yakni militer.

"Gatot Nurmantyo paling mungkin menjadi cawapresnya Jokowi, bukan Prabowo. Kalau dengan Prabowo, ya sama segmennya, sama-sama dari militer dan sama-sama Islam modernis," kata Qodari. (Pon)

#Prabowo Subianto #Jokowi #Gatot Nurmantyo #Pilpres 2019
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kaesang si Bungsu Jokowi Incar Kursi DPR 2019, Maju Lewat Dapil V Jateng
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep resmi maju Pileg DPR RI 2029 dari Dapil V Jateng. Fokus utama Kaesang adalah menggarap suara dari Kota Solo, basis keluarga Jokowi.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kaesang si Bungsu Jokowi Incar Kursi DPR 2019, Maju Lewat Dapil V Jateng
Indonesia
Kejagung Resmi Tahan Febrie Adriansyah, Sebut Kasusnya Kriminalisasi
AJI mendesak Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta maaf usai menyebut wartawan sebagai Londo Ireng.
Soffi Amira - Sabtu, 25 Juli 2026
Kejagung Resmi Tahan Febrie Adriansyah, Sebut Kasusnya Kriminalisasi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Jokowi Minta Prabowo Setop MBG dan Fokus Selesaikan Proyek IKN
Isu tentang MBG dihentikan sedang ramai muncul di sosial media, tapi belum ada satu pun yang terkonfirmasi benar.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Jokowi Minta Prabowo Setop MBG dan Fokus Selesaikan Proyek IKN
Berita Foto
Presiden Prabowo Hadiri Puncak Peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam peringatan Hari Lahir ke-28 PKB di Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 23 Juli 2026
Presiden Prabowo Hadiri Puncak Peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta
Indonesia
Perpres Ojol Masuk Tahap Akhir, Aturan Bagi Hasil 92 Persen Segera Difinalisasi
Perpres ojol sudah memasuki tahap akhir. Aturan bagi hasil 92 persen segera difinalisasi.
Soffi Amira - Kamis, 23 Juli 2026
Perpres Ojol Masuk Tahap Akhir, Aturan Bagi Hasil 92 Persen Segera Difinalisasi
Olahraga
Filosofi Milos Joksic Nahkodai Klub Prabowo Garudayaksa FC, Ilmunya Langsung dari Jurgen Klopp
Pelatih Milos Joksic resmi nahkodai Garudayaksa FC di BRI Super League 2026/2027. Filosofinya menekankan kedisiplinan dan penguasaan bola, ilmu yang didapat dari Jurgen Klopp.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 Juli 2026
Filosofi Milos Joksic Nahkodai Klub Prabowo Garudayaksa FC, Ilmunya Langsung dari Jurgen Klopp
Indonesia
Bos FBI Datangi Kertanegara Kediaman Pribadi Prabowo Terkait Artefak Suku Papua Ilegal
Presiden Prabowo menerima kunjungan Direktur FBI Kash Patel di Kertanegara. Artefak Papua diselundupkan ke AS dikembalikan dan akan dipamerkan di Museum Nasional.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 Juli 2026
Bos FBI Datangi Kertanegara Kediaman Pribadi Prabowo Terkait Artefak Suku Papua Ilegal
Indonesia
Cak Imin Lantik 19.675 DPC Baru, Janjikan Prabowo Hadir di Puncak Harlah PKB Nanti Malam
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar melantik 19.675 DPC baru se-Indonesia. Presiden Prabowo Subianto dipastikan hadir dan berpidato di puncak Harlah ke-28 PKB di JCC Senayan, Jakarta.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 Juli 2026
Cak Imin Lantik 19.675 DPC Baru, Janjikan Prabowo Hadir di Puncak Harlah PKB Nanti Malam
Indonesia
Prabowo Ingatkan Lulusan Perwira Muda TNI-Polri Gajimu dari Rakyat, Jangan Tergoda Korupsi!
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan 1.177 perwira muda TNI-Polri yang baru dilantik agar menjaga integritas, menjauhi korupsi, narkoba, dan judi, serta selalu mengabdi untuk rakyat.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
Prabowo Ingatkan Lulusan Perwira Muda TNI-Polri Gajimu dari Rakyat, Jangan Tergoda Korupsi!
Indonesia
Polri Tangkap Warga Palestina Atas Permintaan Siprus, MUI Bakal Surati Prabowo Minta Penjelasan
MUI akan melayangkan surat kepada Kapolri dan Presiden terkait penangkapan warga Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad di Jakarta. MUI mengingatkan pemerintah agar hati-hati menangani kasus sensitif ini sesuai hukum nasional dan internasional.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
Polri Tangkap Warga Palestina Atas Permintaan Siprus, MUI Bakal Surati Prabowo Minta Penjelasan
Bagikan