Pemilu 2019

Pelaporan Spanduk 'LGBT' Bukti PSI Tak Konsisten Perjuangkan Hak Minoritas

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 01 Februari 2019
 Pelaporan Spanduk 'LGBT' Bukti PSI Tak Konsisten Perjuangkan Hak Minoritas

Ketua PSI Grace Natalie bersama kader PSI di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (26/9). (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melaporkan spanduk 'Hargai Hak-Hak LGBT' yang terpasang di sejumlah lokasi di Jakarta ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI Jakarta.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menilai pelaporan tersebut menjadi bukti bahwa PSI tidak konsisten dengan isu yang kerap digaungkan, membela hak-hak kaum minoritas.

"Partai harus jelas dalam mengusung isu-isu tertentu. Giliran diserang isu LGBT, mereka kalap. Jadi semuanya harus clear dan terang benderang, termasuk memperjuangan hak-hak mereka (LGBT)," kata Ujang kepada merahputih.com, Jumat (1/2).

Pengamat Politik Ujang Komarudin tanggapi laporan PSI terkait spanduk LGBT
Pengamat Politik Ujang Komarudin (Foto: Twitter @UiUkom)

Partai besutan Grace Natali ini diketahui kerap mengklaim siap berjuang membela hak-hak kaum minoritas, termasuk Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender (LGBT).

"Lebih baik seperti partai-partai di luar negeri. Jika memperjuangkan A ya A, B ya B. Ketika memperjuangkan hak-hak minoritas ya jangan tanggung-tanggung. Tapi ini ketika diserang oleh isu LGBT, tampak sangat kaget. Jadi nggak siap," ujarnya.

jang menilai sikap PSI yang melaporkan spanduk 'Hargai Hak-Hak LGBT' sebagai bentuk pragmatisme. Dia menyebut PSI berusaha 'main aman', mengingat Pemilu 2019 akan berlangsung dalam waktu dekat.

"Ketika melaporkan yang memasang spanduk itu, mereka takut. Karena, pemasangan spanduk sangat massif di jakarta. Itu tentu sangat mengganggu karena Pemilu hanya tinggal 2 bulan lagi. Dan akan berdampak ke elektabilitas PSI," jelas Ujang.

Menurut pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini PSI tak ubahnya dengan partai politik lain yang kerap mereka kritik. Sebab, tidak memiliki ideologi yang jelas karena bergerak atas dasar kepentingan untuk meraih kekuasaan semata.

"Sebenarnya platform partai itu kan sama, kepentingan. Bukan ideologi. Ketika ideologis mereka akan mati-matian membela hak-hak LGBT. Ya terkait dengan legalitas mereka akan bantu, karena ideologis. Tapi ketika dia bergerak berdasar kepentingan, kekuasaan atau jabatan maka ya bias semuanya. PSI sama dengan partai yang lain. Ideologinya ngga ada," pungkasnya.(Pon)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Golkar Urutan Pertama Caleg Eks Koruptor, Airlangga: Caleg Kita Clean and Clear

#Pengamat Politik #PSI #LGBT #Bawaslu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kini belum mereda. Direktur P3S, Jerry Massie, menilai setiap calon pejabat negara harus memenuhi persyaratan.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Indonesia
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kemungkinan berlanjut ke DPR. Hal itu diungkapkan Direktur P3S, Jerry Massie.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Berpotensi Pengaruhi Elektabilitas di Pilpres 2029, ini Kata Pengamat
Polemik ijazah Gibran Rakabuming Raka bisa memengaruhi elektabilitas di Pilpres 2029. Pengamat pun mengungkap dampaknya.
Soffi Amira - Rabu, 07 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Berpotensi Pengaruhi Elektabilitas di Pilpres 2029, ini Kata Pengamat
Indonesia
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
“Di PSI itu ada mekanisme partai yang harus dilalui semuanya. Jadi harus melalui mekanisme partai,” ujar Jokowi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
Indonesia
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Padahal, mantan Wali Kota Solo ini telah resmi login PSI pada 14 Oktober 2025.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Indonesia
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Masuknya Jokowi ke PSI tidak semata-mata perlu dilihat dari sisi administratif sebagai bergabungnya seorang mantan presiden ke sebuah partai politik.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Indonesia
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
Indonesia
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Jokowi mengatakan bergabungnya ke PSI sudah dari 14 Oktober 2025. Ia membuka hal tersebut lantaran masih banyak pihak yang mempertanyakan posisinya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Indonesia
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Penasaran soal arah politik mantan presiden kita? Jokowi akhirnya pamer KTA dan ngasih bukti resmi gabung PSI. Simak cerita lengkap soal nomor uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Indonesia
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Staf PJLP Pemprov DKI Jakarta mengeluhkan upah yang diterima masih menggunakan perhitungan UMP 2025, meski tahun 2026 sudah berjalan.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Bagikan