MerahPutih.Com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melaporkan spanduk 'Hargai Hak-Hak LGBT' yang terpasang di sejumlah lokasi di Jakarta ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI Jakarta.
Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menilai pelaporan tersebut menjadi bukti bahwa PSI tidak konsisten dengan isu yang kerap digaungkan, membela hak-hak kaum minoritas.
"Partai harus jelas dalam mengusung isu-isu tertentu. Giliran diserang isu LGBT, mereka kalap. Jadi semuanya harus clear dan terang benderang, termasuk memperjuangan hak-hak mereka (LGBT)," kata Ujang kepada merahputih.com, Jumat (1/2).
Partai besutan Grace Natali ini diketahui kerap mengklaim siap berjuang membela hak-hak kaum minoritas, termasuk Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender (LGBT).
"Lebih baik seperti partai-partai di luar negeri. Jika memperjuangkan A ya A, B ya B. Ketika memperjuangkan hak-hak minoritas ya jangan tanggung-tanggung. Tapi ini ketika diserang oleh isu LGBT, tampak sangat kaget. Jadi nggak siap," ujarnya.
jang menilai sikap PSI yang melaporkan spanduk 'Hargai Hak-Hak LGBT' sebagai bentuk pragmatisme. Dia menyebut PSI berusaha 'main aman', mengingat Pemilu 2019 akan berlangsung dalam waktu dekat.
"Ketika melaporkan yang memasang spanduk itu, mereka takut. Karena, pemasangan spanduk sangat massif di jakarta. Itu tentu sangat mengganggu karena Pemilu hanya tinggal 2 bulan lagi. Dan akan berdampak ke elektabilitas PSI," jelas Ujang.
Menurut pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini PSI tak ubahnya dengan partai politik lain yang kerap mereka kritik. Sebab, tidak memiliki ideologi yang jelas karena bergerak atas dasar kepentingan untuk meraih kekuasaan semata.
"Sebenarnya platform partai itu kan sama, kepentingan. Bukan ideologi. Ketika ideologis mereka akan mati-matian membela hak-hak LGBT. Ya terkait dengan legalitas mereka akan bantu, karena ideologis. Tapi ketika dia bergerak berdasar kepentingan, kekuasaan atau jabatan maka ya bias semuanya. PSI sama dengan partai yang lain. Ideologinya ngga ada," pungkasnya.(Pon)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Golkar Urutan Pertama Caleg Eks Koruptor, Airlangga: Caleg Kita Clean and Clear

