Pekan Depan, Bareskrim Garap Jenderal Penerima Suap Djoko Tjandra
Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Awi Setiyono. (Foto: Antara).
MerahPutih.com - Penyidik Bareskrim Polri akan melakukan pemeriksaan terhadap Djoko Soegiarto Tjandra dan Tomy Sumardi. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra. Rencana pemeriksaan terhadap keduanya Senin 24 Agustus 2020.
Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Awi Setiyono menegaskan, selain pemeriksaan pada Djoko Soegiarto Tjandra dan Tomy Sumardi saja. Penyidik Polri juga akan memeriksa Irjen Napoleon Bonaparte (NB) dan Brigjen Prasetijo Utomo (PU) pada Selasa 25 Agustus 2020.
Polri sebelumnya mengumumkan nama-nama tersangka baru di dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra. Selaku pemberi, Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dirtipikor) Mabes Polri menetapkan JST (Joko Soegiarto Tjandra) dan (TS) Tomy Sumardi.
Baca Juga:
Jaksa Yang Tuntut Ringan Penyiraman Novel Baswedan Meninggal
Keduanya disangkakan melangar Pasal 5 ayat 1 Pasal 13 Undang-Undang tentang Tindak Pidana Korupsi Pasal 55 yaitu pemberi dan penerima gratifikasi.
Sedangkan selaku penerima, penyidik menetapkan PU dan NB sebagai tersangka. Penyidik menjerat dengan Pasal 5 ayat (2), Pasal 11 dan 12 huruf a dan b Undang-Undang nomor 20 tahun 2002 tentang Tindak Pidana Korupsi dan junto Pasal 5 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun.
Dalam kasus ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan koordinasi dan supervisi dengan Polri. Di sisi lain, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri juga melakukan gelar perkara kasus surat jalan palsu untuk Djoko Tjandra.
Penyidik juga menetapkan dua tersangka baru dalam kasus ini. Dia adalah JST (Joko Soegiarto Tjandra). JST dikenakan Pasal 263, Pasal 246, Pasal 21 kuhp dengan ancaman 5 tahun. Sehingga ada tiga orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini yakni PU, Anita, JST. Gelar perkara sendiri dimulai pada pukul 10.00 WIB hingga pukul 11.30 WIB.
Baca Juga:
Djoko Tjandra Diduga Punya "Kaki Tangan" yang Urus Segala Keperluan di Indonesia
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Bareskrim Naikkan Status Perkara Gagal Bayar PT Dana Syariah Indonesia ke Penyidikan
Bareskrim Polri Rilis Kasus Akses Ilegal dan Pencucian Uang Judi Online di Jakarta
Bareksrim Bongkar Peredaran Narkoba Jelang DWP 2025 Bali, Amankan Citra Indonesia di Ranah Internasional
Modus Operandi Sistem Tempel dalam Peredaran Narkoba Jelang DWP 2025 di Bali, seperti Apa?
17 Orang dari 6 Sindikat Peredaran Narkoba Ditangkap Jelang DWP 2025 di Bali, Polri Amankan 31 Kg Sabu dan Ratusan Ekstasi
Etomidate Resmi Masuk Narkotika Golongan II, Penyalahgunaan Bisa Dijerat UU Narkotika
Polisi Naikkan Temuan Kayu Gelondongan Saat Banjir Sumatera ke Penyidikan
Bareskrim Fokus Usut Sumber Kayu Ilegal Logging yang Terseret Banjir di Sungai Tamiang
Bareskrim Usut Tidak Pidana Dari Temuan Gelondongan Kayu Ditemukan Saat Bencana Banjir Sumatra