MerahPutih.com - Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito meminta agar para pejabat publik konsisten memakai masker saat berkegiatan.
"Untuk para pejabat publik, terutama yang sering berhadapan dengan media dan memberikan informasi agar dipastikan selalu memakai masker," kata Wiku dalam konferensi pers secara virtual di Kantor Presiden Jakarta, Kamis, (27/8).
Baca Juga:
Viral Para Menteri Jokowi Tak Pakai Masker dan Tanpa Jaga Jarak di RKTM Bali
Meski demikian, Wiku memastikan tetap ada pengecualian bagi para pejabat boleh tidak mengenakan masker. Salah satunya, melepaskan masker agar gerakan bibir bisa dipahami publik, tetapi pejabat itu tetap harus menjaga jarak aman saat melepas masker. Sebaliknya untuk masyarakat umum, dia menegaskan tidak ada alasan boleh melepas masker.
"Asal (pejabat saat melepas masker) jarak betul-betul cukup longgar, tidak berdekatan dengan siapa pun, sirkulasi udara dipastikan dengan baik, dan tidak terjadi dalam waktu lama. Karena saat bicara, di situ potensi terjadi droplet (percikan) yang harusnya kita menggunakan masker," tutur jubir Satgas COVID-19 itu.
Baca Juga:
Ini Kata Menko Airlangga Soal Foto Viral Para Menteri Tak Pakai Masker dan Jaga Jarak
Isu masker pun menjadi bahasan dalam rapat kabinet. Sebelumnya dalam rapat terbatas 24 Agutus 2020, Presiden Jokowi meminta para menteri Kabinet Indonesia Maju ikut memromosikan pemakaian masker dan bahkan membagikannya untuk mencegah penularan COVID-19.
"Saya melihat urusan promosi pemakaian masker belum kelihatan setelah rapat itu, baik di media, baik di lapangan dengan membagikan masker saya rasa ini perlu saya ingatkan," kata Presiden Jokowi pada Senin (24/8).
Presiden dalam rapat terbatas pada 3 Agustus 2020 sesungguhnya sudah menyampaikan agar dalam dua minggu setelah rapat 3 Agustus tersebut agar fokus kampanye adalah memakai masker, tetapi kampanye itu ternyata belum terlihat.
Bahkan, kasus baru positif COVID-19 di Indonesia pada Kamis (27/8) kemarin tercatat sebagai pertambahan tertinggi mencapai 2.719 dalam sehari. Total pencatatan hingga kemarin sudah ada 162.884 kasus positif COVID-19 di Indonesia. (Knu)
Baca Juga:
Viral Foto Menteri dan Pejabat Tak Bermasker, Presiden Harus Panggil Airlangga Hartarto