PDIP Nilai Elektabilitas Prabowo belum Jadi Gambaran Pilpres 2029

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
PDIP Nilai Elektabilitas Prabowo belum Jadi Gambaran Pilpres 2029

Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto (tengah) memberikan sambutan saat meresmikan hasil renovasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PDI Perjuangan (PDIP) merespons hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang menempatkan Presiden Prabowo Subianto sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi jika pilpres digelar saat ini.

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira meminta hasil survei tersebut tidak dibaca sebagai gambaran pasti Pilpres 2029 sebab pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan itu masih sekitar tiga tahun lagi.

"Survei kan potret hari ini, pilpres masih 3 tahun lagi," kata Andreas dalam keterangannya di Jakarta, Senin (10/8).

Andreas juga tidak mau berspekulasi mengenai kemungkinan Prabowo kembali maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2029. Dia menyebut hanya Prabowo yang mengetahui keputusan tersebut. "Soal lanjut atau tidak, Pak Prabowo yang paling tahu. Saya tidak mampu meramal. Soal ramal meramal politik wilayahnya pengamat," ujarnya.

Baca juga:

Jokowi Tegaskan Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode di Pilpres 2029


Sebelumnya, survei nasional IPO menunjukkan Prabowo menjadi tokoh dengan elektabilitas tertinggi dalam simulasi terbuka. Prabowo memperoleh 23,4 persen suara responden.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan Prabowo masih berada di posisi teratas, tetapi belum meninggalkan para pesaingnya secara signifikan. "Dalam simulasi terbuka, dengan responden bebas menjawab tanpa intervensi, nama Presiden Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas, meskipun memang tidak signifikan meninggalkan nama-nama yang lain," kata Dedi dalam keterangannya, Minggu (9/8).

Menurut Dedi, posisi Prabowo sebagai Presiden turut memengaruhi tingkat keteringatan atau top of mind masyarakat. Namun, posisi tersebut belum sepenuhnya aman untuk menghadapi kontestasi Pilpres 2029. Dedi mengatakan keberlanjutan dukungan masyarakat akan sangat bergantung pada kinerja pemerintahan dan manfaat kebijakan yang dirasakan publik.

"Ingatan publik semacam ini perlu dijaga, tentu dengan kebijakan yang dekat dengan kebutuhan publik," ujarnya.

Dia menilai, jika berbagai program pemerintah diterima dan mendapatkan penilaian positif dari masyarakat, kondisi tersebut dapat memperbesar peluang Prabowo untuk kembali memenangkan Pilpres pada periode berikutnya.

Dalam survei IPO, Prabowo berada di posisi pertama dengan elektabilitas 23,4 persen. Posisi kedua ditempati Gubernur Jawa Barat dengan 21,7 persen.

Selanjutnya, mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan memperoleh 11,5 persen, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono 4,5 persen, mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 4,1 persen, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka 3,9 persen.(Pon)

Baca juga:

Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran


#Elektabilitas #Presiden Prabowo #Pilpres 2029
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
PDIP Nilai Elektabilitas Prabowo belum Jadi Gambaran Pilpres 2029
Hasil survei tersebut jangan dibaca sebagai gambaran pasti Pilpres 2029 sebab pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan itu masih sekitar tiga tahun lagi.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
PDIP Nilai Elektabilitas Prabowo belum Jadi Gambaran Pilpres 2029
Indonesia
BRIN Fokus Kembangkan Teknologi Nuklir hingga AI, Tingkatkan Daya Saing Indonesia
BRIN fokus mengembangkan teknologi-teknologi maju yang diharapkan mampu memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
BRIN Fokus Kembangkan Teknologi Nuklir hingga AI, Tingkatkan Daya Saing Indonesia
Indonesia
Presiden Prabowo Larang Bahlil Naikkan Harga BBM Bersubsidi
Presiden Prabowo Subianto untuk tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Presiden Prabowo Larang Bahlil Naikkan Harga BBM Bersubsidi
Indonesia
Siaran Pidato Prabowo Terputus saat Singgung Isu Nuklir Iran, Langsung Picu Rasa Penasaran
Peristiwa itu terjadi saat Presiden Prabowo memberikan sambutan dalam pertemuan bersama jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7).
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Siaran Pidato Prabowo Terputus saat Singgung Isu Nuklir Iran, Langsung Picu Rasa Penasaran
Indonesia
Presiden Prabowo Klaim Kekuatan Nonblok Indonesia Diakui Dunia
Sikap netral itu membuat negara lain memandang Indonesia sebagai pihak yang tidak memiliki kepentingan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
Presiden Prabowo Klaim Kekuatan Nonblok Indonesia Diakui Dunia
Indonesia
Presiden Prabowo Ingin Bangun Jalur Kereta Api Lampung-Aceh hingga Trans-Kalimantan, Siap Investasi Besar-Besaran
Menurut Prabowo, kereta api merupakan instrumen sesungguhnya dalam demokratisasi ekonomi.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Presiden Prabowo Ingin Bangun Jalur Kereta Api Lampung-Aceh hingga Trans-Kalimantan, Siap Investasi Besar-Besaran
Indonesia
ICW Nilai Pembentukan URI Kontradiktif dengan Kebijakan Efisiensi Belanja Negara
Menurut ICW, pemerintah seharusnya lebih dahulu membenahi berbagai persoalan mendasar di dunia pendidikan tinggi.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
ICW Nilai Pembentukan URI Kontradiktif dengan Kebijakan Efisiensi Belanja Negara
Indonesia
Presiden Prabowo Berpesan ke Pamong Praja Muda IPDN: Rakyat tak Butuh Birokrasi Berbelit
Prabowo menekankan para PPM merupakan aparatur negara yang berkewajiban menjaga nama baik negara. 

Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
Presiden Prabowo Berpesan ke Pamong Praja Muda IPDN: Rakyat tak Butuh Birokrasi Berbelit
Indonesia
Presiden Prabowo Soroti Lulusan Terbaik IPDN dari Keluarga Sederhana, Sebut Meritokrasi sudah Berjalan
Para lulusan terbaik IPDN berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari anak buruh, petani hingga putra anggota TNI berpangkat bintara.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
Presiden Prabowo Soroti Lulusan Terbaik IPDN dari Keluarga Sederhana, Sebut Meritokrasi sudah Berjalan
Indonesia
Kader PKB Pakai Kaus Prabowonomics, Presiden Prabowo: tidak Pantas Saudara Pakai Nama Saya
Ia merasa bahagia karena Ijtima Ulama PKB secara tegas menyatakan dukungan terhadap arah pembangunan ekonomi yang tengah dijalankan pemerintah.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Kader PKB Pakai Kaus Prabowonomics, Presiden Prabowo: tidak Pantas Saudara Pakai Nama Saya
Bagikan