MERAHPUTIH.COM - PDI Perjuangan (PDIP) merespons hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang menempatkan Presiden Prabowo Subianto sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi jika pilpres digelar saat ini.
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira meminta hasil survei tersebut tidak dibaca sebagai gambaran pasti Pilpres 2029 sebab pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan itu masih sekitar tiga tahun lagi.
"Survei kan potret hari ini, pilpres masih 3 tahun lagi," kata Andreas dalam keterangannya di Jakarta, Senin (10/8).
Andreas juga tidak mau berspekulasi mengenai kemungkinan Prabowo kembali maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2029. Dia menyebut hanya Prabowo yang mengetahui keputusan tersebut. "Soal lanjut atau tidak, Pak Prabowo yang paling tahu. Saya tidak mampu meramal. Soal ramal meramal politik wilayahnya pengamat," ujarnya.
Baca juga:
Jokowi Tegaskan Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode di Pilpres 2029
Sebelumnya, survei nasional IPO menunjukkan Prabowo menjadi tokoh dengan elektabilitas tertinggi dalam simulasi terbuka. Prabowo memperoleh 23,4 persen suara responden.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan Prabowo masih berada di posisi teratas, tetapi belum meninggalkan para pesaingnya secara signifikan. "Dalam simulasi terbuka, dengan responden bebas menjawab tanpa intervensi, nama Presiden Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas, meskipun memang tidak signifikan meninggalkan nama-nama yang lain," kata Dedi dalam keterangannya, Minggu (9/8).
Menurut Dedi, posisi Prabowo sebagai Presiden turut memengaruhi tingkat keteringatan atau top of mind masyarakat. Namun, posisi tersebut belum sepenuhnya aman untuk menghadapi kontestasi Pilpres 2029. Dedi mengatakan keberlanjutan dukungan masyarakat akan sangat bergantung pada kinerja pemerintahan dan manfaat kebijakan yang dirasakan publik.
"Ingatan publik semacam ini perlu dijaga, tentu dengan kebijakan yang dekat dengan kebutuhan publik," ujarnya.
Dia menilai, jika berbagai program pemerintah diterima dan mendapatkan penilaian positif dari masyarakat, kondisi tersebut dapat memperbesar peluang Prabowo untuk kembali memenangkan Pilpres pada periode berikutnya.
Dalam survei IPO, Prabowo berada di posisi pertama dengan elektabilitas 23,4 persen. Posisi kedua ditempati Gubernur Jawa Barat dengan 21,7 persen.
Selanjutnya, mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan memperoleh 11,5 persen, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono 4,5 persen, mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 4,1 persen, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka 3,9 persen.(Pon)
Baca juga:
Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran