MerahPutih.com - Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bidang Kesehatan, Ribka Tjiptaning, menginstruksikan seluruh relawan kesehatan partai untuk membela hak masyarakat peserta BPJS Kesehatan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Instruksi itu disampaikan menyusul pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang memastikan anggaran pemerintah untuk menutup klaim BPJS PBI tersedia sebesar Rp 59 triliun.
“Pak Menkeu menyatakan tiga bulan ke depan BPJS masih bisa berjalan normal karena anggarannya ada Rp 59 triliun. Jadi, jangan ada lagi alasan rumah sakit menolak pasien rakyat kecil,” tegas Ribka dalam acara evaluasi mitigasi bencana di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jumat (13/2).
Baca juga:
Dalam pidatonya di hadapan ratusan relawan, Ribka juga mengkritik kepemimpinan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti. Ia menilai BPJS Kesehatan tidak seharusnya berorientasi pada keuntungan seperti perusahaan asuransi.
“BPJS itu dibuat untuk melayani, bukan perusahaan asuransi yang profit oriented. Ini bentuk hibah dan tanggung jawab negara kepada rakyatnya. Kalau dikit-dikit bilang rugi, ya mundurlah itu (Dirut). BPJS itu memang tugasnya mendistribusikan jaminan kesehatan, bukan mengejar untung,” ujar Ribka.
Baca juga:
DPR RI Desak BPJS Kesehatan Beri Notifikasi Sebelum Nonaktifkan Kepesertaan PBI JKN
Ribka meminta relawan kesehatan PDIP tidak gentar menghadapi birokrasi rumah sakit yang dinilai mempersulit pasien kurang mampu. Ia menegaskan bahwa peserta BPJS PBI telah ditanggung negara melalui APBN.
“Relawan kesehatan PDIP harus berani. Jangan takut. Katakan: ‘Saya dari PDIP, mendampingi hak rakyat’. Ini bukan gratis, pasien BPJS PBI itu sudah dibayar oleh negara!” serunya.
Senada dengan itu, Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Sri Rahayu menyatakan pertemuan tersebut menjadi momentum penguatan militansi relawan di lapangan. Ia menekankan relawan harus hadir dalam setiap persoalan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Apapun kejadian yang terkait pelayanan di mana pun masyarakat membutuhkan, jika kita tahu informasinya, tugas kita adalah hadir dan melaksanakan pendampingan,” ujar Sri Rahayu.
Ia menambahkan agenda tersebut bertujuan menyatukan langkah seluruh elemen kesehatan partai agar fokus melayani kebutuhan masyarakat. (*)