PDIP DIY Targetkan Suara Ganjar 70 Persen

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 24 Juni 2023
PDIP DIY Targetkan Suara Ganjar 70 Persen

Sekretaris DPD PDIP DIY Totok Hedi Santosa. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDI Perjuangan (PDIP) wilayah DI Yogyakarta (DIY) menargetkan suara 70 persen untuk Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

Sekretaris DPD PDIP DIY Totok Hedi Santosa mengatakan, target ini tak muluk-muluk, karena menurutnya hal itu bisa dicapai berdasarkan pengalaman pilpres sebelumnya.

"Jadi kalau kita menilik yang diperoleh Pak Jokowi waktu (Pilpres 2019) itu 69, 5 persen se-DIY. Kami memang tidak terlalu muluk-muluk untuk Pak Ganjar Pranowo 70 persen," kata Totok kepada awak media di sela kesempatannya saat menghadiri puncak acara Peringatan Bulan Bung Karno di Stadion GBK, Jakarta, Sabtu (24/6).

Baca Juga:

Ganjaran App Diluncurkan, Jurus Pemenangan Ganjar Pranowo Mulai Mengudara

Totok pun mengonsolidasikan semua kader Partai Banteng di DIY untuk terus melakukan sosialisasi nama Ganjar ke masyarakat.

Hal ini sudah berjalan jauh-jauh hari, dan akan semakin masif seiring mendekatnya Pemilu 2024 mendatang.

"Ada dua yang penting, pertama adalah ada tim relawan yg berkonsolidasi dengan partai. Sementara partai sedari awal meski pada saat itu kami tidak menyebut Ganjar, karena menunggu hasil keputusan Ibu Ketua Umum, kami sudah terus-menerus mempersiapkan setiap kader yang turun membawa tidak hanya dirinya, tapi terutama parpol dan presiden," kata Totok.

Totok juga berpesan, khususnya kepada seluruh kader PDIP DIY untuk terus merapatkan barisan, dan tak henti menyerap aspirasi masyarakat dengan tetap turun ke bawah demi mendengar keluh kesah mereka.

"Ini tentu kerja yang berat maka ini hanyalah momentum karena sebenarnya bagi PDI Perjuangan politiknya adalah politik sehari-hari. Jadi sudah sedari awal mereka menjadi pengurus, menjadi anggota dewan. Kami terus menerus mengontrol mereka untuk melakukan apa yg disebut turun ke bawah, menangis dan tertawa bersama rakyat," tukas Totok.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Kader Demokrat di Bali Pindah Haluan dukung Ganjar Pranowo

Totok pun membuktikan semangat para kader Partai Banteng asal DIY dengan membawa mereka ikut memeriahkan acara puncak bulan Bung Karno di Jakarta.

"Jadi ini kami mengirim di dalam puncak acara Bung Karno itu 4 ratus satgas, 5 ribu peserta yang terdaftar, artinya banyak yang tidak terdaftar kemudian bergabung di sini. Itu yang pertama. Yang kedua ini kami melihatnya bukan sebuah pesta, tapi sebuah konsolidasi partai untuk menuju kemenangan Pileg maupun Pilpres 2024," tegasnya.

Totok yakin target itu bakal tercapai lantaran kedekatan Ganjar dengan para warga DIY sudah terjalin sejak lama.

"Karena Pak Ganjar itu pernah tinggal di Jogja dan pertemuan Ganjar dengan masyarakat Jogja itu secara relatif intensif melalui komunitas-komunitas yang memang dia sendiri memilikinya dan kami menyertainya," tukas Totok. (Pon)

Baca Juga:

Ganjar Pranowo Tiba di GBK, Ikut Hadiri Peringatan Bulan Bung Karno

#Ganjar Pranowo #PDIP #Pilpres
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Indonesia
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Deddy meminta pembahasan mengenai mekanisme tersebut dilakukan setelah dokumen resmi revisi UU Pemilu tersedia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Indonesia
Ganjar Pranowo Datang, Lagu 'Flabomora' Berkumandang di NTT
Para ibu setempat melantukan lirik lagu yang menyentuh hati, nada senduh dan teduh menenangkan perasaan.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Ganjar Pranowo Datang, Lagu 'Flabomora' Berkumandang di NTT
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Bagikan