MerahPutih.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah berharap Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) segera bertemu dengan rivalnya di Pilpres 2019, Prabowo Subianto untuk rekonsiliasi.
"Ya kita harapkan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya beliau berdua bertemu," kata Basarah kepada MerahPutih.com di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Senin (1/7).
Basarah lantas menyinggung pertemuan antara Jokowi dan Prabowo seusai Pilpres 2014 lalu. Kala itu, pertemuan antara keduanya terjadi pasca Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak seluruh gugatan yang diajukan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
BACA JUGA: Prabowo Dikelilingi Orang-Orang yang Ingin Rusak Perpolitikan Indonesia?
"Waktu Pemilu Presiden 2014 Pak Jokowi juga baru dapat bertemu dengan Pak Prabowo itu setelah keputusan MK. Setelah bersengketa di MK, MK memutuskan Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla menang baru setelah itu terjadi pertemuan," ungkap Basarah.
Karena itu, Wakil Ketua MPR ini meyakini pertemuan antara Jokowi dan Prabowo akan terealisasi pasca MK menolak seluruh gugatan yang diajukan oleh pasangan capres dan cawapres 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
"Nah saya yakin pertemuan Pak Jokowi dan Pak Prabowo di episode yang kedua ini pasti akan bertemu tinggal menunggu waktu saja," pungkas Basarah.
Wacana rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo hingga saat ini belum juga terealisasi. Padahal, lima tahun lalu, kebekuan politik sempat mencair setelah Jokowi dan Prabowo saling bertemu untuk pertama kalinya selama Pilpres 2014.
BACA JUGA: Jokowi Diminta Imbau Pendukungnya Setop Sindir Kubu Prabowo-Sandiaga
Jokowi dan Prabowo bertemu untuk pertama kalinya semenjak pencoblosan pemilihan presiden tahun 2014 di kediaman Ayahanda Prabowo, Almarhum Sumitro Djojohadikusumo di Jakarta, Jumat (17/10).
Kala itu, dua tokoh itu sepakat untuk tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahkan, dalam pertemuan itu, Prabowo menegaskan meminta Partai Gerindra dan Koalisi Merah Putih untuk mendukung Jokowi dan pemerintahannya.
“Kami sepakat menjaga keutuhan Republik Indonesia, yaitu NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika,” kata Prabowo usai menerima kunjungan Jokowi pada Oktober 2014 silam.
Sebelumnya Jokowi juga sempat meminta Prabowo-Sandi untuk bersama-sama membangun bangsa Indonesia. Menurut Jokowi Indonesia adalah negara besar, sehingga tidak bisa dibangun hanya dengan satu atau sekelompok orang.
"Oleh karena itu saya mengajak Pak Prabowo Subianto dan Pak Sandiaga Uno untuk bersama-sama membangun negara ini," kata Jokowi usai ditetapkan sebagai presiden terpilih di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (30/6) kemarin.
Diketahui, KPU resmi menetapkan Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024. Penetapan tersebut diambil melalui rapat pleno terbuka di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.
BACA JUGA: Rekonsiliasi Diharapkan Tak Hilangkan Kubu Oposisi
Pleno ini digelar tiga hari pasca sidang putusan sengketa Pilpres 2019 di MK. MK memutuskan menolak seluruh gugatan yang diajukan oleh pasangan capres dan cawapres 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dengan demikian, Jokowi akan menjabat sebagai presiden untuk kedua kalinya. (Pon)