PBB Sebut Penyakit dan Kelaparan akan Sebabkan Kematian di Sudan Selama Perang
Anak-anak di Sudan./ANTARA/Anadolu/py
MerahPutih.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa kelaparan dan penyakit akan menyebabkan banyak kematian di Sudan yang dilanda perang kecuali tindakan darurat diambil.
Malnutrisi, fasilitas kesehatan yang rusak, dan lonjakan kasus kolera telah menghancurkan populasi di Sudan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). PBB menekankan ini menjadi tugas berat para relawan PBB yang bekerja di Sudan.
“Anak-anak dan ibu-ibu yang kekurangan gizi meninggal karena kurangnya akses terhadap perawatan, dan kolera menyebar di banyak bagian negara ini,” kata direktur regional WHO Hanan Balkhy dalam jumpa pers di Kairo, dikutip dari Aljazeera, Rabu (9/10).
Perang yang sedang berlangsung antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) yang merupakan pasukan paramiliter telah berkecamuk sejak April tahun lalu. Sejauh ini perang tersebut tercatat oleh PBB telah menewaskan 20 ribu orang dan menyebabkan lebih dari 10 juta orang mengungsi, termasuk 2,4 juta orang telah melarikan diri ke negara lain.
Baca juga:
Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Yaman, Sudan, dan Palestina
Amerika Serikat mengumumkan pada Selasa pekan ini bahwa mereka telah menambahkan Algoney Hamdan Dagalo Musa, adik dari komandan RSF Mohamed Hamdan Dagalo, yang dikenal sebagai Hemedti, ke dalam daftar sanksinya.
Departemen Keuangan AS menuduh Musa memimpin pengadaan senjata RSF dan memperpanjang perang saudara di negara itu. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
SBY Cemas dan Khawatir Kondisi Geopolitik Picu Perang Dunia III
Israel Belum Siap Serangan Balasan, Trump Batalkan Serangan ke Iran
Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran
Kemenlu Tengah Berupaya Keluarkan WNI dari Yaman, Wilayah Udara Masih Ditutup
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Seruan Indonesia Untuk Redakan Konflik Thailand dan Kamboja, Desak Saling Tahan Diri
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
Konflik Kamboja dan Thailand Bikin Sekolah Tutup, Ratusan Warga Mengungsi
Trump Klaim Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Bakal Didukung Banyak Negara
Kapal Perang USS Cincinnati-20 dan Drone AS Merapat ke Batam