PBB Inginkan Berbagai Negara Bikin Kebijakan Terbaik Kurangi Risiko Bencana

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 27 Mei 2022
PBB Inginkan Berbagai Negara Bikin Kebijakan Terbaik Kurangi Risiko Bencana

Pembukaan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Rabu (25/5/2022). (ANTARA/Wahyu Putro A)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah negara-negara di dunia diminta untuk melakukan langkah-langkah mendesak dan dalam skala besar mengatasi peningkatan risiko bencana.

Deputi Sekretaris Jenderal PBB Amina J. Mohammed opsi kebijakan terbaik untuk beralih dari risiko ke ketahanan, dan mengambil langkah-langkah penting untuk memastikan pemulihan guna menempatkan kembali ke jalur untuk masa depan yang aman dan berkelanjutan.

Baca Juga:

Meski Rawan Bencana, Jokowi Klaim Indonesia Mampu Memitigasinya

Deputi Sekjen PBB itu mendesak adanya koherensi yang lebih besar dalam menangani kerentanan masyarakat sebelum, selama, dan setelah krisis pandemi dan bencana yang terjadi secara tumpang tindih.

"Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 dan 17 tujuannya telah menyediakan kerangka yang komprehensif untuk upaya menangani kerentanan masyarakat dan mengurangi risiko bencana," ujarnya dalam kegiatan Sesi ke-7 Platform Global untuk Pengurangan Risiko Bencana (GPDRR) di Nusa Dua, Badung, Bali.

Ia menegaskan, diperlukan langkah atau tindakan dengan rasa urgensi dan tindakan dalam skala besar. Adapun langkah-langkah atau tindakan yang diperlukan itu, salah satunya adalah upaya mengambil pelajaran dari pandemi COVID-19 untuk membangun kesiapan menghadapi pandemi berikutnya di masa depan.

Selain itu, menurut Amina, pemerintah negara-negara perlu berinvestasi dalam kemampuan pendataan yang lebih kuat untuk memastikan bahwa tidak ada siapa pun yang tertinggal.

"Melalui instrumen multilateral baru termasuk Dana analisis kompleks risiko bencana PBB (CRAF'd), kami ingin mendukung ekosistem yang dapat mengantisipasi, mencegah, dan merespons risiko kompleks (bencana) dengan lebih baik sebelum berubah menjadi bencana besar," ujarnya.

Amina juga menekankan pentingnya upaya pengurangan risiko bencana untuk berfokus pada negara-negara berkembang dan negara kepulauan kecil yang akan sangat menderita ketika bencana datang.

"Bencana di negara-negara ini dapat merusak kemajuan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi selama beberapa dekade dalam satu peristiwa dengan konsekuensi ekonomi dan sosial jangka panjang yang sangat serius," katanya. (Asp)

Baca Juga:

Jokowi Tawarkan Konsep Resiliensi Berkelanjutan sebagai Solusi Hadapi Risiko Bencana

#Bencana Alam #Rawan Bencana #PBB
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Perintahkan Penanganan Cepat Dampak Gempa NTT, Data Harus Singkron
Besarnya kekuatan pemerintah tersebut harus diikuti dengan kerja yang terkoordinasi agar penanganan bencana berjalan efektif.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 16 Agustus 2026
Presiden Perintahkan Penanganan Cepat Dampak Gempa NTT, Data Harus Singkron
Indonesia
8 Langkah Pemerintah Prabowo Segera Pulihkan NTT dari Dampak Gempa Magnitudo 7,7
pemerintah pusat mendorong pemerintah daerah di enam kabupaten terdampak parah, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Nagekeo, dan Sikka;
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 16 Agustus 2026
8 Langkah Pemerintah Prabowo Segera Pulihkan NTT dari Dampak Gempa Magnitudo 7,7
Indonesia
TNI AU Kirim 13 Ton Bantuan Bagi Korban Gempa di NTT
Membantu para korban gempa di Flores, Lanud El Tari juga mengirimkan personel untuk ditempatkan di Maumere, Labuan Bajo
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 16 Agustus 2026
TNI AU Kirim 13 Ton Bantuan Bagi Korban Gempa di NTT
Indonesia
47 Tewas 9 Ribu Mengungsi, Gubernur NTT Tetapkan Status Darurat Hingga 28 Agustus
Gubernur NTT Melki Laka Lena menetapkan status tanggap darurat gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores berlaku 15–28 Agustus 2026.
Wisnu Cipto - Minggu, 16 Agustus 2026
47 Tewas 9 Ribu Mengungsi, Gubernur NTT Tetapkan Status Darurat Hingga 28 Agustus
Indonesia
Gempa M6,2 Guncang Parigi Moutong, Getaran Terasa hingga Palu
Gempa magnitudo 6,2 mengguncang Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Gempa tersebut tak berpotensi tsunami.
Soffi Amira - Minggu, 16 Agustus 2026
Gempa M6,2 Guncang Parigi Moutong, Getaran Terasa hingga Palu
Indonesia
Gempa M6,4 Guncang Simalungun, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa Bumi tektonik dengan magnitudo 6,4 terjadi pada Sabtu (15/8) pukul 17.54 WIB di wilayah Simalungun, Sumatera Utara, tidak berpotensi tsunami.
Soffi Amira - Sabtu, 15 Agustus 2026
Gempa M6,4 Guncang Simalungun, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Indonesia
Gerak Cepat, Prabowo Segera Kirim 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT
Presiden RI, Prabowo Subianto, akan mengirim 50 ribu paket sembako untuk korban gempa NTT.
Soffi Amira - Sabtu, 15 Agustus 2026
Gerak Cepat, Prabowo Segera Kirim 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT
Indonesia
Korban Tewas Gempa M7,7 NTT Bertambah Jadi 38 Orang, BNPB: Data Terus Diperbarui
Korban gempa M7,7 di NTT kembali bertambah. Jumlah tewas kini menembus 38 orang dan dua ribu jiwa mengungsi.
Soffi Amira - Sabtu, 15 Agustus 2026
Korban Tewas Gempa M7,7 NTT Bertambah Jadi 38 Orang, BNPB: Data Terus Diperbarui
Indonesia
Korban Gempa M7,7 NTT Bertambah, BNPB Catat 14 Orang Meninggal Dunia
BNPB memperbarui data korban gempa NTT, Sabtu (15/8). Sebanyak 14 orang meninggal dunia, kemudian 13 lainnya luka-luka.
Soffi Amira - Sabtu, 15 Agustus 2026
Korban Gempa M7,7 NTT Bertambah, BNPB Catat 14 Orang Meninggal Dunia
Indonesia
Gempa M7,7 NTT Rusak Sejumlah Fasilitas Transportasi, Bandara Komodo Ikut Terdampak
Gempa M7,7 NTT merusak sejumlah fasilitas transportasi. Pelabuhan hingga Bandara Komodo ikut terdampak.
Soffi Amira - Sabtu, 15 Agustus 2026
Gempa M7,7 NTT Rusak Sejumlah Fasilitas Transportasi, Bandara Komodo Ikut Terdampak
Bagikan