PB XIV Bentuk Struktur Bebadan Keraton Baru, Lembaga Dewan Adat tidak Dimasukkan
Sinuhun Kangjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV. (Foto: Merahputih.com/Ismail)
MERAHPUTIH.COM - KERATON Kasunanan Surakarta Hadiningrat meresmikan struktur bebadan keraton yang baru. Struktur ini disahkan langsung Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV. Pembentukan lembaga baru tersebut tanpa memasukan nama-nama Lembaga Dewan Adat (LDA).
Juru Bicara Raja KPA Singonagoro mengatakan penataan ini merupakan langkah strategis Raja untuk memperkuat tata kelola, memulihkan muruah, dan menegaskan kembali posisi Keraton Solo sebagai pusat peradaban Jawa yang hidup, berwibawa, dan berorientasi masa depan.
“Struktur baru ini disusun secara matang dengan menggabungkan unsur tradisional, akademik, profesional, dan kepakaran lintas disiplin,” kata Singonagoro, Kamis (20/11).
Dia mengatakan penempatan para sesepuh dan tokoh adat pada jajaran Paranpara Nata sebagai penasihat utama Raja memperlihatkan penghormatan mendalam Sinuwun kepada kebijaksanaan para leluhur yang menjadi ruh utama dalam setiap kebijakan Karaton. Pada saat bersamaan, kehadiran Staf Khusus Raja yang berasal dari kalangan profesor, pakar, dan ahli multidisiplin mencerminkan modernisasi tata kelola Keraton yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Untuk jabatan, KPAA Sugeng Nugroho Dwijonagoro dipercaya sebagai Sekretaris Pribadi Raja. Sedangkan KPA Singonagoro bertugas sebagai Juru Bicara resmi PB XIV,” kata Singonagoro, Kamis (20/11).
Baca juga:
Suksesi Keraton Solo Memanas, Maha Menteri Tedjowulan: Penobatan Purbaya dan Mangkubumi Belum Sah
Ia menjelaskan Lembaga Hukum Raja diisi dua figur penting, yakni KP Dr Teguh Satya Bhakti, mantan Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (TUN) Jakarta, dan KP Sionit T Martin Gea, seorang pengacara. “Kehadiran dua tokoh hukum ini diyakini menjadi penopang kuat bagi legitimasi, ketertiban regulasi adat, dan perlindungan hukum Keraton di era Paku Buwono XIV,” katanya.
Ia mengatakan PB XIV Sinuwun juga menempatkan GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani sebagai Pangageng Sasana Wilapa, KGPHAP Dipokusumo sebagai Pangageng Parentah Karaton, GKR Alit sebagai Pangageng Keputren, KGPHAP Benowo sebagai Pangageng Kasentanan.
Ada pula GKR Devi Lelyana Dewi sebagai Pangageng Kebudayaan dan Pariwisata, dan KRAy Febri Dipokusumo sebagai Pangageng Kahartaan.
Ia mengatakan struktur ini dilengkapi pengisian posisi Pangarsa yang turut memperkuat jalannya administrasi budaya, antara lain KPH Kusumo Hadiwinoto sebagai Pangarsa Yogisworo, GKR Dewi Ratih Widyasari sebagai Pangarsa Pasiten, BRM Yudistira Rachmat Saputra sebagai Pangarsa Mandra Budhaya, serta KRA Citro Adiningrat yang memimpin Sasanaprabu, Katipraja, dan Kartipura.
“Kami berkomitmen untuk merangkul seluruh pihak demi memajukan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat,” pungkasnya.(Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga:
Gelar Upacara Adat Kenaikan Tahta Paku Buwono XIV, Sultan Yogyakarta Diundang
Caption:
Bagikan
Berita Terkait
Pemkot Solo Hentikan Permanen Operasional BST Koridor 6, tak Dapat Anggaran Pusat
Kasus Kriminalitas di Surakarta Naik 20,94 Persen Sepanjang 2025
687.726 Kendaraan Lintasi Jalan Tol Solo-Ngawi di Libur Nataru, Bukti sebagai Infrastruktur Vital untuk Efisiensi
Ribuan Lilin Terangi Car Free Night Solo Sambut Tahun Baru 2026
Cuaca Buruk, Pendakian Gunung Merbabu Ditutup 2 Bulan
Nataru 2025, Stasiun Solo Balapan Layani 11.872 Penumpang
Serikat Pekerja Solo Ancam Demo Kecewa UMK, Walkot Respati: Semua Berhak Menyampaikan Pendapat
Konfercab PDIP, Aria Bima Jadi Ketua DPC Solo Gantikan Rudy
601.977 Kendaraan Melintasi Tol Solo-Ngawi Selama Libur Nataru
79.539 Kendaraan Masuk Kota Solo Jelang Perayaan Natal