Paus Fransiskus: Jangan Hina Agama Lain!

Adinda NurrizkiAdinda Nurrizki - Jumat, 16 Januari 2015
Paus Fransiskus: Jangan Hina Agama Lain!

Paus Fransiskus menanggapi serangan teroris (Foto: News.com.au)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Internasional- Tidak hanya mengutuk setiap pembunuhan yang mengatasnamakan Tuhan, Paus Fransiskus mengatakan bahwa tiap umat di dunia dilarang mencemooh agama satu sama lain.

Paus Fransiskus mengatakan hal tersebut pada Kamis kemarin. Ia juga menambahkan bahwa setiap manusia memiliki batasan dalam berkata dan bertindak. Hal ini ia ungkapkan terkait penyerangan di kantor majalah Charlie Hebdo, Paris, pekan lalu akibat penghinaan yang dilontarkan majalah satir tersebut mengenai Nabi Muhammad.

“Kau tidak bisa memprovokasi, mnenghina dan mencemooh agama lain. Kebebasan berbicara memang hak setiap orang, namun kewajiban kita untuk menghargai harus tetap ada,” ujarnya.

Paus Fransiskus juga mengilustrasikan perkataannya dengan meninju seroang pria. “Seperti ia yang misalnya menghina ibuku. Aku bisa saja melayangkan tinju kepadanya. Kita tidak boleh mengolok-olok kepercayaan umat lain”

Berbicara mengenai toleransi beragama, penyerangan di Paris pekan lalu memang menghebohkan seluruh umat di dunia. Charlie Hebdo memang membuat kesalahan karena telah menimbulkan begitu banyak kontroversi akibat tulisannya yang menghina beberapa agama. Penggambaran mengenai Nabi Muhammad di cover majalah satir tersebut diduga sebagai pemicu aksi teroris yang menelan banyak korban jiwa.

Namun tetap tidak dibenarkan jika kekerasan menjadi salah satu alasan bahwa suatu kaum merasa terhina. Yang tidak berdosa seperti anak-anak pun menjadi salah satu korbannya. Saling menghargai atas perbedaan dan kepercayaan memang menjadi kunci perdamaian umat di seluruh dunia.

 

 

 Follow Twitter Kami di @MerahPutihCom

Like Juga Fanpage Kami di MerahPutihCom

 

BERITA LAINNYA:

Diduga Teroris, Seorang Ulama Muslim Australia Digerebek

Lima Pangeran Paling Ganteng di Dunia

 

 

#Teroris #PausFransiskus
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kedelapan tersangka tersebut
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
ShowBiz
Pelaku Penyerangan di Konser Taylor Swift Austria Disidang, Hadapi Dakwaan Terorisme
Dituduh menyatakan kesetiaan kepada Islamic State, membuat bahan peledak, dan mencoba membeli senjata secara ilegal.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
 Pelaku Penyerangan di Konser Taylor Swift Austria Disidang, Hadapi Dakwaan Terorisme
Dunia
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya
Nama-nama yang masuk dalam daftar tersebut mencakup komandan senior IRGC serta perwira tinggi kepolisian yang diduga bertanggung jawab atas tindakan kekerasan di lapangan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya
Indonesia
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Pelaku menggunakan akun email milik mantan pacarnya dan mengaku sebagai dirinya. Hal ini dilakukan untuk mengelabui agar identitas aslinya tak terlacak.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Dunia
Presiden AS Trump Tetapkan Ikhwanul Muslimin Organisasi Teroris Global
AS juga menuding para pemimpin Ikhwanul Muslimin telah lama memberikan dukungan material kepada Hamas.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 November 2025
Presiden AS Trump Tetapkan Ikhwanul Muslimin Organisasi Teroris Global
Indonesia
Kecanduan dan Broken Home, Paket Kombo Anak Rawan Direkrut Jaringan Teroris
Densus 88 Anti Teror mengungkapkan fakta mengejutkan ada 110 anak yang diduga direkrut ke dalam jaringan teroris sepanjang 2025 lewat permainan game online.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 November 2025
Kecanduan dan Broken Home, Paket Kombo Anak Rawan Direkrut Jaringan Teroris
Indonesia
Polisi Bongkar Sindikat Teroris ‘ISIS’ Perekrut Anak-Anak, Lakukan Propaganda via Gim Online sampai Medsos
Para tersangka itu merekrut anak dan pelajar dengan memanfaatkan ruang digital, mulai dari media sosial, gim online, aplikasi pesan hingga situs tertutup.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Polisi Bongkar Sindikat Teroris ‘ISIS’ Perekrut Anak-Anak, Lakukan Propaganda via Gim Online sampai Medsos
Indonesia
Menko Yusril Sebut Pengadilan Militer AS Akan Adili Hambali Bulan Depan
Yusril menyebut pemerintah tidak menetapkan target waktu penyelesaian, karena hal ini tidak termasuk prioritas yang harus segera dirampungkan.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 09 Oktober 2025
Menko Yusril Sebut Pengadilan Militer AS Akan Adili Hambali Bulan Depan
Indonesia
4 Teroris Ditangkap di Sumut dan Sumbar, Diduga Sebarkan Paham Radikal hingga Dukung ISIS
Mereka diketahui aktif menyebarkan propaganda serta ajakan melakukan aksi teror melalui media sosial, baik dalam bentuk unggahan tulisan, gambar, maupun video yang mengarah pada dukungan terhadap Daulah ISIS.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Oktober 2025
4 Teroris Ditangkap di Sumut dan Sumbar, Diduga Sebarkan Paham Radikal hingga Dukung ISIS
Indonesia
785 Korban Terorisme Telah Terima Kompensasi Dari Negara, Tertinggi Rp 250 Juta
Pada tahun 2025, jumlah korban yang masih aktif dalam layanan LPSK tercatat sebanyak 30 terlindung per Agustus,
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Agustus 2025
785 Korban Terorisme Telah Terima Kompensasi Dari Negara, Tertinggi Rp 250 Juta
Bagikan