Pasien dengan Riwayat COVID-19 Berisiko Terkena Serangan Jantung dan Stroke
Cegah Stroke dengan pola hidup sehat nan berkualitas. (Foto: Pexels/Jsme Mila)
MerahPutih.com - COVID-19 dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke walau sudah tiga tahun sejak sembuh dari paparannya. Hal tersebut dibuktikan dalam sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan pada Rabu (9/10) di jurnal medis Atherosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology.
Dilansir CNN, Kamis (10/10), penelitian ini mengandalkan catatan medis dari sekitar seperempat juta orang yang terdaftar dalam basis data besar yang disebut UK Biobank.
Dalam kumpulan data ini, para peneliti mengidentifikasi lebih dari 11.000 orang yang hasil tes laboratoriumnya positif COVID-19 yang terdokumentasi dalam catatan medis mereka pada tahun 2020. Hampir 3.000 dari mereka telah dirawat di rumah sakit karena infeksi yang mereka alami.
Mereka membandingkan kelompok-kelompok ini dengan lebih dari 222.000 orang lain dalam basis data sama yang tidak memiliki riwayat COVID-19 selama jangka waktu sama.
Baca juga:
Orang-orang yang tertular COVID-19 pada tahun 2020, sebelum ada vaksin untuk meredakan infeksi, memiliki risiko dua kali lipat mengalami kejadian jantung besar seperti serangan jantung atau stroke atau kematian selama hampir tiga tahun setelah penyakit mereka, dibandingkan dengan orang-orang yang hasil tesnya tidak positif, menurut penelitian tersebut.
Jika seseorang dirawat di rumah sakit karena infeksinya, mengacu pada kasus yang lebih parah, risiko kejadian jantung mayor bahkan lebih besar. Itu tiga kali lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak memiliki riwayat terpapar COVID-19 dalam catatan medisnya.
Terlebih lagi, bagi orang-orang yang perlu dirawat di rumah sakit, COVID-19 tampaknya menjadi faktor risiko sama kuatnya untuk serangan jantung dan stroke di masa depan seperti diabetes atau penyakit arteri perifer. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya