Headline

Pascagempa, Pelabuhan Kayangan Retak dan Lumpuh

Eddy FloEddy Flo - Senin, 20 Agustus 2018
Pascagempa, Pelabuhan Kayangan Retak dan Lumpuh

Ilustrasi (Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Gempa tektonik berkekuatan 7 Skala Richter (SR) yang menguncang Lombok Timur Minggu (19/8) malam menimbulkan kerusakan parah pada Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Hingga Senin (20/8) pagi, pelabuhan yang melayani penyeberangan ke Pulau Sumbawa itu masih lumpuh.

Dari viral yang beredar di kalangan wartawan Mataram, petugas pelabuhan tidak ada sama sekali karena mereka khawatir terjadinya tsunami setelah melihat ruas jalan di area pelabuhan itu retak-retak yang cukup parah.

Petugas dan sejumlah pedagang di pelabuhan tersebut, termakan isu akan adanya tsunami hingga mereka memilih pulang ke rumah dan menyelamatkan keluarganya masing-masing.

Sebenarnya dua kapal feri sudah bersandar di pelabuhan tersebut, namun tidak ada petugas yang melayani para penumpang. Bahkan terlihat ada satu bus sudah parkir di areal pelabuhan itu. Meski jalan di areal pelabuhan retak-retak, masih bisa dilalui kendaraan.

Ilustrasi gempa
ilustrasi gempa (pixabay)

Diperkirakan, operasional penyeberangan di pelabuhan itu akan normal kembali pada Senin siang.

Sebagaimana dilansir Antara, gempa bumi dengan kekuatan 7 Skala Ricther (SR) mengguncang Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu malam pukul 21.56 WIB.

Sebelumnya, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, kembali diguncang gempa bumi berkekuatan 6,5 Skala Richter, Minggu pukul 12.10 WITA, yang mengakibatkan warga Kota Mataram panik dan berhamburan keluar rumah.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi gempa berada pada 8.24 lintang selatan, 166.66 bujur timur, atau 32 kilometer timur laut Kabupaten Lombok Timur, dengan kedalaman 10 km.

Gempa berkekuatan 6,5 SR tersebut terjadi empat menit setelah gempa berkekuatan 5,4 SR pukul 12.06 Wita yang berlokasi di 8.29 lintang selatan, 116.62 bujur timur atau 25 km arah timur laut Kabupaten Lombok Timur dengan kedalaman 10 km.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Mutu Pendidikan Masih Jadi Pekerjaan Rumah Pemerintahan Jokowi

#Gempa Lombok #Gempa Bumi #Gempa Tektonik #Lombok
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Gempa Flores Hari Ini Magnitudo 5,1 Guncang Manggarai NTT, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa Flores hari ini berkekuatan M 5,1 mengguncang kawasan Manggarai, NTT pada 8 September 2026. Cek info gempa BMKG terbaru, lokasi pusat gempa, dan peringatan lengkapnya di sini
Angga Yudha Pratama - Selasa, 08 September 2026
Gempa Flores Hari Ini Magnitudo 5,1 Guncang Manggarai NTT, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Indonesia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Desa Sade
Pemulihan ini berfokus pada penyusunan masterplan rekonstruksi yang menyeluruh, tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Desa Sade
Indonesia
Info Gempa Terkini Jawa Tengah: Magnitudo 5,4 Berpusat di Tenggara Cilacap Siang Ini
Info gempa Cilacap hari ini dengan kekuatan magnitudo 5,4 baru saja mengguncang wilayah Jawa Tengah pada Jumat siang (4/9). Cek lokasi pusat gempa dan detail kedalamannya di sini
Angga Yudha Pratama - Jumat, 04 September 2026
Info Gempa Terkini Jawa Tengah: Magnitudo 5,4 Berpusat di Tenggara Cilacap Siang Ini
Indonesia
Desa Adat Sade Lombok Dipulihkan Pascakebakaran, Arsitektur Tradisional Sasak Tetap Dipertahankan
Desa Adat Sade Lombok dipulihkan pascakebakaran dengan tetap mempertahankan nilai budaya dan arsitektur tradisional Sasak. 189 KK terdampak.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 02 September 2026
Desa Adat Sade Lombok Dipulihkan Pascakebakaran, Arsitektur Tradisional Sasak Tetap Dipertahankan
Indonesia
Masa Tanggap Darurat Gempa Nagekeo NTT Dipangkas dari 90 Jadi 30 Hari, Berakhir 13 September
Pemkab Nagekeo, NTT, memangkas masa tanggap darurat gempa dari 90 hari menjadi 30 hari. Status darurat berlaku 15 Agustus–13 September 2026.
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Masa Tanggap Darurat Gempa Nagekeo NTT Dipangkas dari 90 Jadi 30 Hari, Berakhir 13 September
Merah Putih Kasih
Relawan Merah Putih Sasar Perbatasan Matim-Ngada, Pastikan Korban Gempa Tersentuh Bantuan JHL Fondation
Tim Relawan mendatangi Kabupaten Manggarai Timur menyasar sejumlah desa dan kelurahan
Angga Yudha Pratama - Minggu, 30 Agustus 2026
Relawan Merah Putih Sasar Perbatasan Matim-Ngada, Pastikan Korban Gempa Tersentuh Bantuan JHL Fondation
Indonesia
Semalam Menginap di Bali, Presiden Prabowo Bertolak Tinjau Korban Gempa NTT Hari Ini
Presiden Prabowo Subianto bertolak ke NTT untuk meninjau langsung korban gempa magnitudo 7,4.
Wisnu Cipto - Rabu, 26 Agustus 2026
 Semalam Menginap di Bali, Presiden Prabowo Bertolak Tinjau Korban Gempa NTT Hari Ini
Indonesia
BNPB Ungkap Aktivitas Gempa Susulan di Flores Mulai Menurun, Masih Bisa Terjadi 3-4 Minggu
Gempa susulan di Flores kini mulai menurun. Namun, BNPB tetap mengingatkan warga agar tetap waspada.
Soffi Amira - Rabu, 26 Agustus 2026
BNPB Ungkap Aktivitas Gempa Susulan di Flores Mulai Menurun, Masih Bisa Terjadi 3-4 Minggu
Indonesia
110 Ribu Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai
Sebanyak 110 ribu pengungsi gempa di NTT kini terancam terkena penyakit. Air bersih dan sanitasi pun terbatas.
Soffi Amira - Selasa, 25 Agustus 2026
110 Ribu Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai
Merah Putih Kasih
Aksi Nyata JHL Foundation Jadi Berkat Bagi Umat Gereja Katolik Malaikat Agung Gabriel Kamubheka Ende
Umat di wilayah tersebut masih menghadapi berbagai kebutuhan setelah gempa
Angga Yudha Pratama - Selasa, 25 Agustus 2026
Aksi Nyata JHL Foundation Jadi Berkat Bagi Umat Gereja Katolik Malaikat Agung Gabriel Kamubheka Ende
Bagikan