Pasar Saham Australia Dibuka Menguat
ILUSTRASI (FOTO Antara/REUTERS/Staff/Remote/djo/17)
Pasar saham Australia menguat pada awal perdagangan Kamis pagi, didukung angka PDB positif dari Biro Statistik Australia yang menunjukkan ekonomi tumbuh 1,1 persen pada kuartal terakhir 2016.
Pada pukul 10.47 waktu setempat, indeks S&P/ASX 200 naik 59,00 poin atau 1,03 persen menjadi 5.763,80 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas meningkat 55,60 poin atau 0,97 persen menjadi 5.806,50 poin.
"Telah ada banyak antusiasme dan pembalikan langsung pelemahan kemarin," kata kepala strategi CMC Markets, Michael McCarthy.
Aspek yang menarik dari perdagangan adalah bahwa meskipun harga minyak turun, sektor energi terus lebih tinggi pagi ini. Pasar juga melihat kecenderungan yang sama di saham emas.
Commonwealth Bank naik 1,22 persen, National Australia Bank terangkat 1,18 persen, Westpac bertambah 1,45 persen dan ANZ naik 1,58 persen.
Rio Tinto naik 3,00 persen, BHP Billiton menambahkan 2,65 persen, Fortescue melonjak 3,44, sedangkan Newcrest turun 0,27 persen.
Woodside Petroleum tergelincir 0,18 persen, Santos menguat 1,21 persen dan Oil Search bertambah 1,96 persen.
Wesfarmers naik 0,70 persen, sedangkan Woolworths lebih rendah di 0,43 persen. Telstra datar di 0,00 persen, Qantas naik 0,80 persen dan CSL bertambah 0,68 persen.
Sumber: ANTARA
Bagikan
Widi Hatmoko
Berita Terkait
Penurunan Daya Beli Warga Akibat Pekerja Sektor Formal Minim
Kebakaran Besar Landa Australia, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kehilangan Properti
IHSG Tembus 9.000 Saat Bursa Asia Kejang-Kejang, Purbaya Sebut Investor Mulai 'Jatuh Cinta' Lagi ke Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Australia Bagi-bagi Uang untuk Modal Usaha, Dititip Lewat Kementerian Agama
Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Anggota Komisi IX DPR Nilai Ekonomi RI Tetap Resilien meski Tekanan Global Tinggi
Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan
Fraud BI-FAST Rp 200 Miliar Terungkap, DPR Minta Pengamanan Dana dan Data Nasabah Diperkuat
Penembakan Massal Sydney, PM Australia Anthony Albanese Usulkan UU Senjata Nasional yang Lebih Ketat
Insiden Penembakan di Pantai Bondi, KJRI Sydney Rilis Nomor Darurat untuk WNI