MerahPutih.com - Sejumlah mesin partai politik bersiap untuk menyongsong Pemilu 2024. Tak ketinggalan dengan Golkar.
Partai Golkar mengusung Ketua Umum partainya yakni Airlangga Hartarto untuk maju sebagai capres di Pilpres 2024.
Golkar pun kini tengah mencari teman koalisi untuk mewujudkan ambisinya itu.
Baca Juga:
Ketum Golkar Airlangga Sebut Andika Perkasa Kuasai Dunia Siber
"Ini masih berjalan masih cair saja, kita bersilaturahmi, berkomunikasi dengan semua partai dengan non-partai. Kita lakukan itu," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar Zainudin Amali kepada wartawan, Kamis (11/11).
Partai berlambang pohon beringin itu disebutnya akan terus dipanaskan menjelang kontestasi. Buktinya, Zainuddin berusaha untuk mendatangi provinsi-provinsi supaya mesin partai ini bergerak.
"Kami hidupkan mesin, kita gerakkan, dan tentu tugasnya adalah mensosialisasikan Pak Airlangga Hartarto," ujar dia.
Zainudin mengatakan bahwa Golkar tidak akan pilih-pilih figur untuk pasangan Airlangga. Ia mengatakan, semua figur yang potensial akan dilirik oleh Golkar.
"Semuanya dilirik," tuturnya.
Ia menjelaskan, komunikasi yang akan dijalin Golkar akan berjalan secara alamiah.
Hal itu bisa dilakukan oleh Airlangga secara langsung atau pun di berbagai kesempatan lainnya.
"Semuanya kita ya jadi berkomunikasi dengan mereka ya biasa saja ya, baik itu Pak Airlangga maupun teman-teman yang ada di legislatif, dan di berbagai kesempatan kita masih cair lah," jelas dia.
Baca Juga:
Legislator Golkar Berencana Cecar Hal Ini ke Jenderal Andika Perkasa
Pria yang juga Menteri Pemuda dan Olah Raga ini juga menegaskan, Airlangga Hartarto merupakan Menko Bidang Perekonomian yang tak mengabaikan tugasnya di pemerintahan.
"Sepanjang tugas utama dilakukan, dijalankan dengan baik dan menurut saya Pak Airlangga menjalankan tugasnya sebagai menko dengan baik," ujar Zainuddin
Buktinya, lanjut Zainuddin, Airlangga disebut berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi COVID-19. Laju penambahan pasien COVID-19 juga diklaim stabil di bawah 900-an.
"Jangan dikira karena kemudian urusan 2024, kemudian kewajiban dan tugas beliau tidak dikerjakan," ujar Zainuddin. (Knu)
Baca Juga:
Naikkan Peluang di Pipres 2024, Golkar Susun Strategi Dongkrak Elektabilitas Airlangga