Partai Gelora Tak Berwenang Tolak PKS Gabung Koalisi Prabowo-Gibran

Frengky AruanFrengky Aruan - Selasa, 30 April 2024
Partai Gelora Tak Berwenang Tolak PKS Gabung Koalisi Prabowo-Gibran

Prabowo saat memberikan pidato di KPU ditemani Gibran usai ditetapkan sebagai presiden dan wapres terpilih 2024. (Foto: Youtube)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Direktur Rumah Politik Indonesia (RPI) Fernando Emas menyebut bahwa Partai Gelora tidak berwenang menolak Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bergabung ke koalisi Prabowo-Gibran.

Partai Gelora secara terang-terangan menolak kehadiran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Koalisi Indonesia Maju (KIM). Penolakan partai besutan Anis Matta bergabung ke koalisi parpol pendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming di Pilpres 2024 dinilai wajar.

Sebabnya, jajaran pengurus Partai Gelora diisi oleh mantan kader PKS. Bahkan di level elit dan pendiri Partai Gelora dijabat oleh mantan petinggi di PKS.

Baca juga:

Gelora Tolak PKS Masuk Pemerintahan, Gibran Serahkan Keputusan kepada Prabowo

“Sesuatu yang wajar karena para pendiri Partai Gelora merupakan mantan pengurus dan kader PKS,” kata Direktur Rumah Politik Indonesia (RPI) Fernando Emas, Selasa,(29/4).

Menurut Fernando, persetujuan diterima atau ditolaknya PKS bukan kewenangan Partai Gelora. Prabowo yang menentukan ada atau tidaknya tambahan partai di Koalisi Indonesia Maju (KIM).

“Namun penentu siapa saja yang bisa bergabung dalam pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran adalah Prabowo sendiri,” jelas dia.

Lebih lanjut Fernando mengingatkan supaya Partai Gelora untuk tidak melakukan manuver. Pasalnya, Gelora hanya mendapatkan 0,84 suara pada Pemilu 2024.

Apalagi, kata dia, Prabowo hanya meminta pertimbangan dari partai-partai koalisi soal keputusan mengajak kompetitor masuk ke koalisi.

Baca juga:

PKS Sentil Partai Gelora Usai Ditolak Gabung Koalisi Prabowo-Gibran

“Partai Gelora yang hanya memperoleh suara sebanyak 1.281.991 atau setara 0,84% jangan terlalu bermanuver terkait dengan kewenangan yang sesungguhnya ada pada Prabowo,” imbuhnya.

Fernando menilai Partai Gelora seharusnya

menyesuaikan diri dengan adanya keinginan parpol lain yang berniat bergabung. Karena, Prabowo sendiri membuka pintu bagi partai lain jika ingin mendukung pemerintahannya.

“Sehingga sangat berlebihan kalau Partai Gelora ingin menghambat masuknya PKS dalam koalisi Prabowo-Gibran. Saya melihat bahwa Prabowo lebih memilih PKS dibandingkan Partai Gelora,” ungkapnya.

Fernando meyakini Prabowo akam mampu mengatasi riak-riak yang muncul akibat dari penolakan Partai Gelora terhadap PKS. Menurutnya, penolakan tersebut bukan gimmick politik.

Baca juga:

Gelora Sebut PKS Berpotensi 'Pecah' Jika Gabung Prabowo-Gibran

“Penolakan tersebut bukanlah hanya gimik tetapi memang kesungguhan penolakan Partai Gelora akibat perpecahan saat masih bersama-sama di PKS,” pungkasnya. (Pon)

#Partai Gelora #PKS #Partai Keadilan Sejahtera (PKS) #Prabowo Subianto
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Sudah Bayar Rp 1 Triliun, Dudung Sebut Ribuan Motor Listrik MBG Masih dalam Perakitan
Ribuan motor listrik MBG kini masih dalam proses perakitan. Meski tersandung kasus korupsi, tetapi nasib motor listrik itu menunggu keputusan Prabowo.
Soffi Amira - 1 jam, 32 menit lalu
Sudah Bayar Rp 1 Triliun, Dudung Sebut Ribuan Motor Listrik MBG Masih dalam Perakitan
Indonesia
Cocoklogi Prabowo di Hari Ultah HIPMI, Salah Hitung 10+6=17 Ujungnya Jadi 8
Presiden Prabowo Subianto kembali menyinggung angka 8 yang dianggapnya sebagai simbol keberuntungan.
Wisnu Cipto - Kamis, 11 Juni 2026
Cocoklogi Prabowo di Hari Ultah HIPMI, Salah Hitung 10+6=17 Ujungnya Jadi 8
Indonesia
Terima Surat Surat Kepercayaan Duta Besar 9 Negara, Prabowo Tegaskan Prinsip Dasar Diplomatik RI
Presiden Prabowo Subianto menerima surat kepercayaan dari sembilan duta besar negara sahabat.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
Terima Surat Surat Kepercayaan Duta Besar 9 Negara, Prabowo Tegaskan Prinsip Dasar Diplomatik RI
Indonesia
UU Polri Disahkan, Kapolri Berpeluang Menjabat Lebih Lama Lewat Keputusan Presiden
DPR resmi mengesahkan UU Polri. Dalam aturan itu, masa jabatan Kapolri berpeluang diperpanjang sesuai keputusan presiden.
Soffi Amira - Selasa, 09 Juni 2026
UU Polri Disahkan, Kapolri Berpeluang Menjabat Lebih Lama Lewat Keputusan Presiden
Indonesia
DPR Titip Pesan ke Said Iqbal, Fokus Bereskan PHK hingga Perjanjian Kerja Waktu Tertentu
Said Iqbal mendapat tugas berat usai dilantik menjadi Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Buruh.
Soffi Amira - Selasa, 09 Juni 2026
DPR Titip Pesan ke Said Iqbal, Fokus Bereskan PHK hingga Perjanjian Kerja Waktu Tertentu
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Bisa Bubarkan DPR Lewat Dekrit, Benarkah?
Presiden RI, Prabowo Subianto, dikabarkan bisa membubarkan DPR lewat dekrit. Lalu, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Selasa, 09 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Bisa Bubarkan DPR Lewat Dekrit, Benarkah?
Indonesia
Prabowo Bakal Lantik Pimpinan Baru BGN dan Said Iqbal di Istana Negara Sore ini
Presiden RI, Prabowo Subianto, akan melantik beberapa pejabat pada Senin (8/6). Presiden Buruh, Said Iqbal, juga ikut dilantik.
Soffi Amira - Senin, 08 Juni 2026
Prabowo Bakal Lantik Pimpinan Baru BGN dan Said Iqbal di Istana Negara Sore ini
Indonesia
Istana Bantah Purbaya Dicopot dari Kursi Menkeu, Tegaskan Jangan Percaya Rumor
Istana membantah isu Menkeu Purbaya diganti Chatib Basri. Mensesneg Prasetyo Hadi meminta masyarakat tak percaya isu.
Soffi Amira - Senin, 08 Juni 2026
Istana Bantah Purbaya Dicopot dari Kursi Menkeu, Tegaskan Jangan Percaya Rumor
Indonesia
Beri Motivasi Siswa Korban Bully, Prabowo: Sekarang Presiden pun Sering Diejek
Presiden Prabowo Subianto motivasi siswa korban bully di Bali. Ia menekankan keteguhan hati, sopan santun, dan semangat belajar meski berasal dari keluarga kurang mampu.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026
 Beri Motivasi Siswa Korban Bully, Prabowo: Sekarang Presiden pun Sering Diejek
Indonesia
Prabowo Terima Surat Kepercayaan Duta Besar Negara Sahabat, Perkuat Hubungan Diplomatik Indonesia
Presiden RI, Prabowo Subianto, menerima surat kepercayaan duta besar negara sahabat. Ia menekankan penguatan hubungan diplomatik.
Soffi Amira - Senin, 08 Juni 2026
Prabowo Terima Surat Kepercayaan Duta Besar Negara Sahabat, Perkuat Hubungan Diplomatik Indonesia
Bagikan