Parenting

Parents, Rangsang Motorik si Kecil dengan Bermain

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 16 Juni 2020
Parents, Rangsang Motorik si Kecil dengan Bermain

Bermain bisa jadi saat tepat merangsang kemampuan motorik si kecil. (foto: pixabay/2081671)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TAHAP perkembangan pada si kecil amat mengagumkan. Memasuki bulan keenam, sistem saraf dan kontrol otot si kecill akan semakin berkembang dan selaras. Kemampuan gerak pun berubah, dari cepat dan spontan menjadi lebih halus dan terkontrol.

Seiring bertambahnya usia, si kecil akan mengalami peningkatan kemampuan keterampilan motorik kasar dan halus. Pengembangan motorik kasar melibatkan koordinasi otot-otot besar untuk aktivitas yang lebih aktif. Dengan kemampuan motorik kasar, si kecil bisa duduk, berdiri, berjalan, berlari, menjaga keseimbangan, dan mengubah posisinya.

BACA JUGA:

Barbra Streisand Hadiahkan Saham Disney untuk Putri George Floyd

Sementara itu, keterampilan motorik halus melibatkan koordinasi gerakan otot-otot kecil, meliputi tangan, jari-jari, dan pergelangan tangan. Kemampuan motorik halus memungkinkan si kecil melakukan berbagai hal, seperti menggerakkan tangan untuk makan, menggambar, bermain, mengambil mainan atau barang-barang berukuran kecil, menggenggam dan memberikan benda, dan memasukkan benda ke wadah.

Head of Medical Kabe Nutritionals dr Muliaman Mansyur menjelaskan tahun pertama kehidupan si kecil akan ditandai perkembangan kemampuan motorik yang pesat. Di bulan keempat, ujarnya, si kecil sudah memiliki kontrol otot yang memadai untuk memutar kepalanya dan mengikuti gerakan sebuah objek.

Kemampuan mereka akan terus bertambah dari bulan ke bulan. Saat tahun pertama, umumnya si kecil sudah mampu seimbang, duduk, merangkak, dan akhirnya berdiri. Selian itu, kemampuan motorik halus juga berkembang. Si kecil bisa menyentuh objek secara acak, hingga mampu menggenggam dengan sempurna. "Orangtua dapat melatih motorik si kecil sekaligus juga memberikan nutrisi yang tepat melalui makanan atau camilannya," papar Muliaman dalam rilis yang diterima Merahputih.com.

Tak sulit memberikan rangsangan bagi perkembangan motorik si kecil. Melakukan permainan bersama bisa amat bermanfaat. Berikut 3 aktivitas bermain yang baik untuk merangsang motorik si kecil.


1. Bermain telungkup

child
Ajak bayi bermain telungkup. (foto: pixabay/2081671)


Posisikan bayi tertelungkup di bagian perut. Setelah itu, pancing perhatian si kecil dengan mainan berwarna-warni serta bunyi yang menarik perhatiannya. Lakukan permainan dalam posisi telungkup selama 1-2 menit. Akktivitas sederhana ini akan memperkuat otot leher dan punggung si kecil.

2. Bermain bola

child
Bermain menggulirkan bola. (foto: pixabay/publicdomainpictures)


Ajak si kecil bermain gulir bola dan amati keterampilan motoriknya. Awalnya mungkin ia hanya seperti ‘menepuk' bola itu. Seiring waktu, ia akan berusaha untuk mendorong balik bola itu. Seperti bermain memberi dan menerima.

Rangsangan lebih jauh bisa dilakukan dengan meletakkan sesuatu yang dapat digenggam si kecil. Cobalah tarik atau ambil benda itu dengan lembut. Aktivitas itu membantu membentuk otot ketika si kecil berusaha menolak memberikannya.

3. Makanan camilan

child eating
Makan camilan. (foto: pixabay/avitalchn)


Waktu makan camilan juga bisa jadi waktu bermain dan melatih kemampuan motorik. Menikmati makanan ringan atau camilan akan menjadi waktu belajar yang menyenangkan bagi si kecil. Ajaklah si kecil untuk mengambil dan menggigit makanan camilan. Pastikan memilih camilan yang tepat sehingga ia dapat terbiasa melatih kemampuan motorik dan oromotornya.(*)

BACA JUGA:

Tips Diet di Cuaca Panas

#Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Fun
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Periode libur long weekend di Agustus ini jadi saat yang tepat untuk mengunjungi kolam renang.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 Agustus 2025
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Indonesia
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci yakni anak, orangtua, dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Lifestyle
Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Orangtua juga perlu tahu bahwa ada sisi positif dari gim daring ini.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
 Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Bagikan