Papua Aman dari Ancaman Teror saat HUT OPM, Kinerja BIN Diapresiasi

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 05 Desember 2019
Papua Aman dari Ancaman Teror saat HUT OPM, Kinerja BIN Diapresiasi

OPM melakukan serangan terhadap mobil milik PT Freeport di Mile 60 Tembagapura, Distrik Mimika, Papua, Sabtu (30/11). (Foto: ANTARA/HO/Pendam XVII Cenderawasih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengamat politik dari Indonenesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menyatakan, kondisi keamanan di Papua pascaaksi teror mulai kondusif dan terkendali.

Menurut dia, teror yang dilakukan satu hari jelang hari ulang tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang terjadi di kawasan pertambangan PT Freeport Indonesia belum mampu menggoyahkan sistem keamanan nasional.

Baca Juga:

Polisi Beberkan Situasi Terkini Papua Jelang HUT OPM 1 Desember

Aksi tersebut, lanjut dia, telah diantisipasi dengan baik oleh aparat intelijen dan keamanan karena sudah terpola. Setiap menjelang ulang tahun OPM pada 1 Desember selalu ada aksi yang bertujuan untuk menunjukkan eksistensi dan mencari perhatian dunia.

Anggota Brimob yang terkena tembakan saat baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua di Bandara Bandara Distrik Mugi, Papua. (MP/Knu/Ist)
Anggota Brimob yang terkena tembakan saat baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua di Bandara Bandara Distrik Mugi, Papua. (MP/Knu/Ist)

"Terciptanya kondusifitas ini tentu tidak terlepas dari peran Badan Intelijen Negara (BIN) yang berhasil dalam melakukan operasi cipta kondisi Papua aman dan damai", kata Karyono kepada merahputih.com di Jakarta, Kamis (5/10).

Karyono menilai, keberhasilan BIN dalam menciptakan kondisi keamanan negara tidak terlepas dari kepemimpinan Budi Gunawan sebagai orang nomor satu di lembaga yang menjadi mata dan telinga negara.

Baca Juga:

Gembong KKB Tengah Cari Amunisi untuk Teror Saat HUT OPM

"Terlepas suka atau tidak, sosoknya yang cool, cerdas dan berwibawa, BG telah berhasil membangun sinergi dengan institusi TNI dan Polri serta institusi lainnya untuk menciptakan situasi kemanan negara", ujar Karyono.

Anggota kepolisian berjaga saat terjadi teroro oleh KKB di Papua, beberapa waktu lalu.. (Humas Polda Papua)
Anggota kepolisian berjaga saat terjadi teroro oleh KKB di Papua, beberapa waktu lalu.. (Humas Polda Papua)

Karyono memaparkan, sinergisitas dan saling percaya antar institusi menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menciptakan kondisi keamanan. Dalam hal ini, Kepala BIN Budi Gunawan telah memainkan peran penting.

"Berkat sinergisitas yang terbangun dengan baik, maka aparat keamanan tidak hanya berhasil memulihkan kondisi keamanan di Papua, tetapi mampu menangani dan mengendalikan situasi keamanan saat pelaksanaan Pilpres 2019, pascapilpres hingga pelantikan presiden", pungkas Karyono. (*)

Baca Juga:

Warga Jayapura Diminta Rukun dan Damai Jelang HUT OPM, Waspadai Berita Hoaks

#OPM #Papua
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Serangan Terhadap Warga Sipil Terjadi Jelang Natal di Yahukimo, Polisi Duga Pelaku KKB
Aparat gabungan Polres Yahukimo dan Satgas Operasi Damai Cartenz-2025 meningkatkan langkah pengamanan dengan melaksanakan olah TKP lanjutan, patroli gabungan, serta razia di sejumlah titik
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Serangan Terhadap Warga Sipil Terjadi Jelang Natal di Yahukimo, Polisi Duga Pelaku KKB
Indonesia
Desak Negara Hadir Selamatkan Pendidikan 700 Ribu Anak Papua
Lalu Hadrian menegaskan bahwa hambatan pendidikan di Papua memang nyata adanya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Desember 2025
Desak Negara Hadir Selamatkan Pendidikan 700 Ribu Anak Papua
Indonesia
Kejar Swasembada Energi, Prabowo Minta Papua Tanam Sawit hingga Singkong
Presiden RI, Prabowo Subianto, mendorong pengembangan tanaman berbasis komoditas di Papua.
Soffi Amira - Rabu, 17 Desember 2025
Kejar Swasembada Energi, Prabowo Minta Papua Tanam Sawit hingga Singkong
Indonesia
Anggaran Makan Begizi Gratis di Papua Rp 25 Triliun, Lebih Mahal Dibandingkan Jawa
Kebutuhan anggaran yang dialokasikan BGN untuk menambah hingga 2.500 SPPG yang menyasar 750 ribu penerima manfaat, diperkirakan mencapai Rp 25 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Desember 2025
Anggaran Makan Begizi Gratis di Papua Rp 25 Triliun, Lebih Mahal Dibandingkan Jawa
Indonesia
Presiden Larang Dana Otsus Papua Digunakan Buat Perjalanan Luar Negeri
Dana otsus, harus dipergunakan untuk program-program pembangunan prioritas di daerah, yang ditujukan langsung untuk kepentingan rakyat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Desember 2025
Presiden Larang Dana Otsus Papua Digunakan Buat Perjalanan Luar Negeri
Indonesia
Prabowo Ingatkan Kepala Daerah Papua tak Gunakan Dana Otsus untuk Jalan-Jalan
Presiden RI, Prabowo Subianto, mengingatkan kepala daerah di Papua tidak menggunakan dana otsus untuk jalan-jalan.
Soffi Amira - Selasa, 16 Desember 2025
Prabowo Ingatkan Kepala Daerah Papua tak Gunakan Dana Otsus untuk Jalan-Jalan
Indonesia
Belajar dari Bencana, Prabowo Dorong Pembangunan Lumbung Pangan di Papua
Presiden RI, Prabowo Subianto, mendorong pembangunan lumbung pangan di Papua. Hal itu menjadi pelajaran dari berbagai bencana alam yang melanda Indonesia.
Soffi Amira - Selasa, 16 Desember 2025
Belajar dari Bencana, Prabowo Dorong Pembangunan Lumbung Pangan di Papua
Indonesia
Prabowo Targetkan 2.500 SPPG di Papua Beroperasi Penuh pada 17 Agustus 2026
Presiden RI, Prabowo Subianto, menargetkan 2.500 SPPG di Papua bisa beroperasi penuh pada 17 Agustus 2026.
Soffi Amira - Selasa, 16 Desember 2025
Prabowo Targetkan 2.500 SPPG di Papua Beroperasi Penuh pada 17 Agustus 2026
Indonesia
Ibu Hamil Meninggal Setelah Ditolak Berbagai RS di Papua, Ini Respon Prabowo dan Menkes
Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, akan dikenakan sanksi tegas bagi rumah sakit yang diduga menolak pasien.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 25 November 2025
Ibu Hamil Meninggal Setelah Ditolak Berbagai RS di Papua, Ini Respon Prabowo dan Menkes
Indonesia
Krisis Pembiayaan, Pemerintah Pusat Siap Selamatkan Mahasiswa Papua di Luar Negeri
Banyak mahasiswa asal Papua yang belajar di luar negeri belum menerima beasiswa dari pemerintah daerah. Pemerintah pusat akan mengambil alih pembiayaan melalui LPDP.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 25 November 2025
Krisis Pembiayaan, Pemerintah Pusat Siap Selamatkan Mahasiswa Papua di Luar Negeri
Bagikan