Kesehatan

Pantang Dilewatkan, Ini 5 Manfaat Pendinginan Setelah Olaharaga

Andrew FrancoisAndrew Francois - Minggu, 13 Maret 2022
Pantang Dilewatkan, Ini 5 Manfaat Pendinginan Setelah Olaharaga

Masih banyak orang yang melewatkan pendinginan setelah berolahraga. (Foto: Unsplash/Alex Shaw)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBELUM berolahraga pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah pemanasan. Namun belum banyak orang yang sadar bahwa pendinginan setelah berolahraga juga sama pentingnya. Jika pendinginan dilewatkan, jusru bisa memberikan dampak buruk bagi tubuh.

Langsung duduk atau berbaring usai berolahraga terasa melegakan. Tapi melewatkan pendinginan bisa meningkatkan risiko buruk bagi otot di kemudian hari. Maka dari itu keetahui sejumlah manfaat penting dari pendinginan.

Baca Juga:

Bolehkah Olahraga di Malam Hari?

1. Mempercepat pemulihan otot

Ilustrasi pendinginan. (Foto: Unsplash/Gabin Vallet)

Salah satu manfaat yang paling mudah dirasakan dari pendinginan usai berolahraga yakni otot menjadi lebih cepat pulih. Pendinginan meningkatkan sirkulasi darah, sehingga membuat otot tubuh jadi lebih mudah rileks dan lebih lancar menerima oksigen. Tubuh juga akan lebih ringan saat bangun di keesokan hari.

2. Tubuh lebih fleksibel

Ilustrasi olahraga yoga. (Foto: Unsplash/Oksan Taran)

Rajin berolahraga memang terbukti membuat tubuh jadi lebih fleksibel. Tapi cara berolahraga yang salah malah bisa bikin otot jadi sakit. Itulah gunanya pendinginan, membuat tubuh lebih rileks dan ketegangan otot bisa menurun setelah berolahraga.

3. Mengurangi risiko kram

Ilustrasi kram otot. (Foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiya)

Pendinginan mampu menghilangkan asam laktat yang terbentuk saat berolahraga. Selain itu, dengan melakukan pendinginan cairan dan energi di dalam darah juga dapat mengalir dengan lebih leluasa. Hal ini kemudian akan menghindarkanmu dari kram otot.

Baca Juga:

Hindari Kesalahan Olahraga #DiRumahAja

4. Melindungi sendi

Cidera sendi sering terjadi saat berolahraga. (Foto: Unsplash/CHUTTERSNAP)

Sendi-sendi di dalam tubuh dikelilingi oleh jaringan otot, hal tersebut menjadi alasan pendinginan menjadi sangat penting untuk dilakukan. Pendinginan dapat mengurangi ketegangan di sejumlah area tubuh, termasuk di lutut, pinggul, dan bahu.

5. Mendinginkan suhu tubuh

Gerakan pemanasan yang juga bisa dilakukan untuk pendinginan. (Foto: Unsplash/Alora Griffiths)

Pendinginan juga dapat membawa tubuh kembali ke suhu normal setelah berolahraga. Sirkulasi oksigen yang lebih lancar, dapat membuat detak jantung lebih rendah ketika melakukan pendinginan. Efeknya, tubuh akan segera terasa rileks setelah berolahraga. (WAF)

Baca Juga:

Jalan Kaki Bisa Jadi Olahraga Rutin, Begini Caranya

#Kesehatan #Olahraga
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Menpora Erick Thohir Lepas 103 Atlet Asian Para Games Jepang, Tegaskan Bonus Sama dengan Asian Games
Pemerintah terus mendukung National Paralympic Committee Indonesia untuk bisa terus mengirimkan atlet terbaik.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Menpora Erick Thohir Lepas 103 Atlet Asian Para Games Jepang, Tegaskan Bonus Sama dengan Asian Games
Olahraga
Indonesia Raih 5 Emas Asian Games 2026, Ketum NOC Soroti Sistem Pembinaan Olahraga
Tantangan yang lebih besar yakni bagaimana prestasi tersebut diperluas ke lebih banyak cabang olahraga dan bisa dipertahankan dalam jangka panjang.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Indonesia Raih 5 Emas Asian Games 2026, Ketum NOC Soroti Sistem Pembinaan Olahraga
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Olahraga
Peringkat FIFA Timnas Indonesia Naik, Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Dengan koleksi poin tersebut, peringkat FIFA Timnas Indonesia kini ada di posisi 117.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Peringkat FIFA Timnas Indonesia Naik, Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Olahraga
Porturin Targetkan Bawa Pulang Empat Emas untuk Indonesia di Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship
Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship harus digunakan semaksimal mungkin karena sistem perlombaan ini memiliki poin yang bagus.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Porturin Targetkan Bawa Pulang Empat Emas untuk Indonesia di Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Olahraga
Jersey 'Last Dance' Jordan Terjual Seharga Rp 190,65 Miliar, Penanda Puncak Era Basket sebagai Fenomena Budaya Global
Ia mengenakan jersey tersebut pada gim ketiga Final NBA 1998, yang merupakan musim terakhirnya bersama Chicago Bulls.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Jersey 'Last Dance' Jordan Terjual Seharga Rp 190,65 Miliar, Penanda Puncak Era Basket sebagai Fenomena Budaya Global
Bagikan