MerahPutih Nasional - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Abdul Hakim tampanya geram mendengar pernyataan Ketua Fraksi Partai Hanura Syarifudin Sudding yang mengatakan pembentukan Panitia Kerja (Panja) investigasi kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 tidak penting. Menurut Hakim, pembentukan Panja merupakan momentum evaluasi bagi pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk meningkatkan kualita. pelayanan dan SDM.
"Ini agar ada peningkatan pelayanan. Sekali lagi ini momentum bagi kami untuk mengevaluasi perbaikan fasilitas, kualitas SDM," kata Abdul Hakim saat dihubungi Merahputih.com, Sabtu (3/15).
Menurut Abdul Hakim, pembentukan Panja yang diusulkan para anggota Komisi V akan dibahas pada masa sidang awal, setelah Reses. Dalam masa sidang nanti itu, kata Abdul Hakim, akan diusulkan dan kemudian dibahas serta pertanggungjawaban pemerntah terkait proses evaluasi terhadap semua maskapai penerbangan.
"Kan itu sesuatu yang biasa. Pembentukan Panja merupakan sesuatu yang tidak salah. Bahkan sangat tepat, itu instrumen yang diberikan undang-undang. Ini momentum yang sangat baik untuk kesalamatan" katanya.
Dikatakan Abdul Hakim, Panja ini juga untuk mengevaluasi sistem keamanan penerbangan secara nasional. Misalnya terkait perkiraan kondisi cuaca apakah pihak maskapai atau BMKG yang harus bertanggungjawab memberikan keterangan. Lagi pula, Abdul Hakim menegaskan bahwa usulan pembentukan panja bukan bertujuan untuk mencari-cari kesalahan.
"Ini juga harus membuat roadmap untuk meminamalisir kecelakaan semua maskapai," kata Abdul Hakim sambari mengatakan bahwa maskapai Lion Air juga harus dievaluasi karena pemberangkatannya sering terlambat. (hur)
Panja Dianggap Tidak Penting, Komisi V Geram Terhadap Sudding
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Bagikan
Follow Me
Berita Terkait
Indonesia
Komedian Narji Gabung ke Partainya Jokowi, PKS Ikhlas
Melalui pernyataan resmi, jajaran petinggi PKS menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi Narji selama bergabung.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
Indonesia
Prabowo Masukkan Penyebaran LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, PKS Beri Dukungan
PKS mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang memasukkan penyebaran LGBTQ sebagai ancaman nonmiliter.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Juli 2026
Dunia
Malaysia Perpanjang Pencarian MH370 Setahun Lagi, Komit Beri Kepastian bagi Keluarga Korban
Kabinet Malaysia pada Jumat (26/6) menyetujui perpanjangan perjanjian ‘no-find, no-fee’ (tidak menemukan, tidak dibayar) dengan Ocean Infinity hingga 30 Juni 2027.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Juni 2026
Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Prancis, 11 Tewas
Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan pesawat ringan paling mematikan di Prancis.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
Indonesia
PKS Sebut Jokowi Masuk Akal Minta Prabowo-Gibran Dua Periode
Mardani menegaskan kelanjutan kepemimpinan Prabowo pada periode berikutnya sepenuhnya berada di tangan Prabowo sendiri
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
Indonesia
Desakan PDIP Diminta Jadi Oposisi, Ini Kata Sekjen PKS
Perdebatan mengenai posisi PDIP mencuat setelah muncul dugaan keterlibatan salah satu kader PDIP, Andi Widjajanto, dalam aksi demonstrasi mahasiswa
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Indonesia
Putusan MK soal Caleg Perempuan Didukung PKS dan PAN, Partai Bisa Gugur di Dapil
Putusan MK yang mewajibkan keterwakilan 30% caleg perempuan mendapat dukungan dari PKS dan PAN. Partai yang tidak memenuhi aturan kini terancam gugur di dapil terkait.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 26 Mei 2026
Indonesia
Transportasi Indonesia Darurat Kecelakaan, DPR RI Desak Pembentukan Panja Keselamatan Nasional
Keselamatan publik dalam bermobilisasi merupakan isu strategis yang menuntut perhatian serius
Angga Yudha Pratama - Rabu, 13 Mei 2026
Indonesia
PKS Dorong Pembahasan RUU Pemilu Transparan, Libatkan Publik Sejak Awal
PKS meminta pembahasan RUU Pemilu dilakukan secara transparan. Sebab, hal itu menyangkut kepentingan publik.
Soffi Amira - Kamis, 23 April 2026
Dunia
Pilot Selfie dan Ambil Video Sebabkan Tabrakan Jet Tempur Korea Selatan
Dalam laporan badan audit yang dipublikasikan pada Rabu (22/4) disebutkan bahwa insiden itu terjadi karena pilot mengambil foto untuk mengenang penerbangan terakhir bersama unit militernya.
Dwi Astarini - Rabu, 22 April 2026

