Panglima TNI Ditolak Masuk AS karena Dekat dengan Umat Islam?

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 24 Oktober 2017
Panglima TNI Ditolak Masuk AS karena Dekat dengan Umat Islam?

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (Foto: MerahPutih/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Penyebab Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ditolak masuk ke Amerika Serikat masih menjadi misteri hingga hari ini. Pernyataan dari Duta Besar AS untuk Indonesia pun tidak memberikan jawaban. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi?

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menduga, bahwa penolakan tersebut disebabkan karena Jenderal Gatot selama ini dikenal dekat dengan umat Islam di Indonesia.

"Kita tahu sendiri bahwa sejak masa kampanye Presiden AS, Donald Trump sudah menunjukkan dirinya anti Islam. Jadi indikasinya bisa di lihat dari sisi itu," kata Ujang kepada MerahPutih.com, di Jakarta, Selasa (24/10).

Menurut pengamat politik sekaligus Dosen Hubungan Internasional Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Jakarta ini, tidak mungkin negara sebesar AS melakukan penolakan terhadap seseorang tanpa ada alasan yang sangat urgen bagi negara Adidaya itu, baik itu masalah keamanan atau yang lainnya.

"Tidak mungkin itu hanya kesalahan teknis dari otoritas tertentu, pasti terkoneksi sampai pada kepala negara. Saya kira itu berkaitan langsung dengan kebijakan Donald Trump," jelas dia.

Terlebih, kata Ujang, Jenderal Gatot pada saat-saat aksi bela Islam bahkan terindikasi berpihak kepada umat Islam yang melakukan aksi tersebut.

Ujang mengungkapkan, kelompok Islam yang melakukan aksi tersebut adalah kelompok yang dicap oleh kelompok tertentu lainnya sebagai Islam garis keras, meskipun itu masih bisa diperdebatkan.

"Nah, di situlah saya kira titik temunya dengan Presiden Trump, yang sangat anti dengan Islam garis keras," uangkapnya.

Menurut Ujang, kemungkinan lain juga bisa terjadi, bahwa penolakan AS terhadap Jenderal Gatot merupana Shock Therapi untuk Indonesia, yang selama kepemimpinan Joko Widodo lebih condong berkiblat ke China.

"Bisa juga ini Shock Therapi dari AS untuk Indonesia karena ketergantungannya terhadap China lebih besar daripada AS," ucapnya.

Namun, Ujang mengapresiasi langkah cepat pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan pihak terkait merespon penolakan ini.

"Meskipun, penolakan ini merupakan tamparan keras bagi Pemerintah Indonesia," pungkas Ujang. (Pon)

#Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo #Amerika Serikat
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Trump Kena Skakmat, DPR AS Termasuk dari Republik Tolak Serangan ke Iran Dilanjutkan
DPR AS meloloskan resolusi penghentian serangan ke Iran dengan dukungan anggota Partai Republik. P
Wisnu Cipto - Jumat, 05 Juni 2026
Presiden Trump Kena Skakmat, DPR AS Termasuk dari Republik Tolak Serangan ke Iran Dilanjutkan
Indonesia
Rp 432 Triliun Aset Ditahan AS, Iran Minta Pencairan Setengah Sesuai Kesepakatan Damai
Iran menuntut Amerika Serikat untuk segera mencairkan sedikitnya 50 persen aset asing miliknya setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU)
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
Rp 432 Triliun Aset Ditahan AS, Iran Minta Pencairan Setengah Sesuai Kesepakatan Damai
Olahraga
Prediksi Piala Dunia 2026 Grup D: Amerika Serikat dan Turki Harus Waspadai Paraguay
Prediksi Piala Dunia 2026 Grup D lengkap dengan jadwal pertandingan, analisis kekuatan Amerika Serikat, Turki, Paraguay, Australia, dan peluang lolos.
ImanK - Kamis, 04 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026 Grup D: Amerika Serikat dan Turki Harus Waspadai Paraguay
Dunia
Siapkan Aksi Balasan, Iran Tuding Kuwait dan Bahrain Terlibat Serangan AS ke Pulau Qeshm
Pemerintah Iran mengecam keras serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Pulau Qeshm dan sebuah kapal tanker minyak milik mereka di Selat Hormuz.
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Juni 2026
Siapkan Aksi Balasan, Iran Tuding Kuwait dan Bahrain Terlibat Serangan AS ke Pulau Qeshm
Olahraga
Ebola Intai Piala Dunia 2026, AS Wajibkan Tes Kesehatan Penumpang Internasional di Semua Bandara
Amerika Serikat mewajibkan tes Ebola di semua bandara utama untuk mencegah penyebaran wabah selama Piala Dunia FIFA 2026.
Wisnu Cipto - Rabu, 03 Juni 2026
Ebola Intai Piala Dunia 2026, AS Wajibkan Tes Kesehatan Penumpang Internasional di Semua Bandara
Indonesia
Biaya Serangan AS ke Iran Telah Habiskan Rp 1,7 Kuadriliun, Biaya Operasional Per Hari Rp 17,68 Triliun
Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata. Namun, perundingan lanjutan yang berlangsung di Islamabad berakhir tanpa menghasilkan terobosan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Biaya Serangan AS ke Iran Telah Habiskan Rp 1,7 Kuadriliun, Biaya Operasional Per Hari Rp 17,68 Triliun
Dunia
Trump Ancam Serang 15 Negara Selama Jadi Presiden AS, Terbaru Oman. 7 Negara Benar-Benar Diserbu!
Total 15 negara pernah diancam Presiden AS Donal Trump, 7 di antaranya benar-benar diserang, termasuk Iran, Irak, Suriah, Yaman, Venezuela, Nigeria, dan Somalia.
Wisnu Cipto - Jumat, 29 Mei 2026
Trump Ancam Serang 15 Negara Selama Jadi Presiden AS, Terbaru Oman. 7 Negara Benar-Benar Diserbu!
Indonesia
Uni Eropa Segera Denda Google, Dihitung Berdasarkan Omzet Perusahaan
Google menyatakan bersedia bekerja sama dengan regulator, namun menganggap banyak tuntutan tersebut justru kontraproduktif.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Mei 2026
Uni Eropa Segera Denda Google, Dihitung Berdasarkan Omzet Perusahaan
Dunia
Di Tengah Proses Negosiasi, Militer AS Hancurkan 2 Kapal Garda Revolusi di Pelabuhan Iran
Militer AS menghancurkan dua kapal IRGC dan sistem rudal di Bandar Abbas, Iran. Insiden ini terjadi di tengah negosiasi dengan Iran, diduga sebagai serangan defensif.
Wisnu Cipto - Selasa, 26 Mei 2026
Di Tengah Proses Negosiasi, Militer AS Hancurkan 2 Kapal Garda Revolusi di Pelabuhan Iran
Dunia
AS Lakukan Serangan ke Iran, Kapal IRGC dan Sistem Rudal Permukaan di Bandar Abbas Jadi Target
Militer Amerika Serikat dilaporkan telah menghancurkan dua kapal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan sebuah sistem rudal permukaan-ke-udara di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Mei 2026
AS Lakukan Serangan ke Iran, Kapal IRGC dan Sistem Rudal Permukaan di Bandar Abbas Jadi Target
Bagikan