Panduan Berpuasa bagi Diabetesi
Diabetesi tetap bisa berpuasa asal gula darah terkontrol. (Pixabay)
MERAHPUTIH.COM - MEREKA yang hidup dengan diabetes (diabetesi) diperbolehkan berpuasa jika kadar gula darahnya dalam rentang yang terkontrol. Hal itu disampaikan dokter spesialis penyakit dalam dr Rudy Kurniawan Sp.D MM MARS, seperti dilansir ANTARA.
Menurut pendiri Komunitas Sobat Diabet ini, penderita diabetes tetap bisa berpuasa Ramadan dengan syarat gula darah terkontrol. Menurut literatur perhimpunan diabetes, kadar HbA1C penyandang diabetes harus terkontrol di bawah angka 5,7 persen.
Baca juga:
Waktu Terbaik Cek Gula Darah saat Puasa Bagi Penderita Diabetes
Jika angka itu melebihi kadar yang ditentukan, ada risiko yang cukup besar terjadi gangguan ketika diabetesi berpuasa. Oleh karena itu, Rudy menyarankan penyandang diabetes melakukan kontrol satu bulan sebelum puasa untuk mengetahui sejauh mana kondisi pasien dengan gula darah tinggi dan aturan pemakaian obat yang mungkin berubah selama puasa.
“Satu bulan sebelumnya, penyandang diabetes datang ke dokter untuk cek gula darah, untuk dilihat secara risiko aman atau tidak, kemudian pengaturan obat-obatan juga penting,” katanya.
Selain itu, Rudy juga menyoroti pentingnya menjaga asupan makanan saat berbuka. Santapan berbuka puasa untuk penderita diabetes juga harus dikontrol agar gula darah tidak melonjak.
Diabetesi sebaiknya makan dengan porsi seimbang antara karbohidrat, protein, dan serat sesuai anjuran pemerintah dan WHO, kurangi gula, garam, dan lemak. “Boleh berbuka puasa dengan kurma sebanyak 3 atau 5 butir saja,” imbuhnya.
Kurma merupakan makanan yang memiliki indeks glikemik yang sedang hingga rendah sehingga tidak membuat gula darah naik signifikan yang bisa menimbulkan gejala.
“Gula darah lebih itu bisa pusing, kadang merasa kayak orang haus, sering buang air kecil. Itu tanda berlebihan gula darah, sebaliknya kalau terlalu rendah seperti debar-debar, keringat dingin, itu juga bisa muncul,” tutup Rudy.(*)
Baca juga:
Penelitian: Tidur Kurang dari Lima Jam Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya