Pandangan Sekjen PDIP soal Pilkada Serentak di Masa Pandemi COVID-19

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 04 Agustus 2020
Pandangan Sekjen PDIP soal Pilkada Serentak di Masa Pandemi COVID-19

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (4/8).Foto: MP/Ponco

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pilkada serentak 2020 yang dilaksanakan di tengah masa pandemi COVID-19 bukanlah hambatan bagi PDI Perjuangan (PDIP). Sebab, kesiapan infrastruktur partai hingga model kampanye secara virtual terus dimantapkan oleh partai itu.

Hal itu disampaikan oleh Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menjawab wartawan di sela-sela penyerahan daftar kepengurusan daerah PDIP ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), di Jakarta, Selasa (4/8). Hadir bersama Hasto Wasekjen Arif Wibowo dan Kepala Sekretariat DPP PDIP Yoseph Aryo Adhi Dharmo.

Baca Juga

Istana Ungkap Alasan Jokowi tak Pakai Masker Saat Ratas Bahas COVID-19

"Terkait kampanye virtual, selama masa pandemi saja, itu kami sudah mengadakan rapat partai sudah 69 kali. Sebagian besar menggunakan virtual. Pasalnya, PDI Perjuangan telah mengupgrade kemampuan sumber daya internalnya, sehingga terkait kampanye virtual itu kami siap untuk menjalankannya," kata Hasto.

Untuk strategi, PDIP selalu mengedepankan gotong royong sebagai yang utama. Sebab, di era kontestasi politik yang diwarnai pertarungan kapital, PDIP justru melakukan berbagai langkah bersama demi agar beban yang ditanggung calon tidak terlalu berat.

"Karena itulah mereka yang sudah ditetapkan PDI Perjuangan sebagai petugas partai di pilkada, wajib hukumnya bagi seluruh simpatisan, anggota, untuk memberikan dukungan bergerak bersama dengan penuh disiplin dan juga dipimpin oleh ideologi," beber Hasto.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (4/8).Foto: MP/Ponco
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (4/8).Foto: MP/Ponco

Dan terbukti, dengan strategi itu, dari pilkada 2015, 2017, dan 2018, PDIP maka kami bisa mendapatkan dukungan dipercaya rakyat sebagai partai yang paling banyak memenangkannya. Baik ditinjau baik dari persentase secara keseluruhan, maupun jumlah kader yang ditempatkan sebagai calon.

Hasto juga mengatakan bahwa kondisi pandemi COVID-19 justru menjadi situasi yang mewajibkan perhelatan pilkada tak seharusnya diundur seperti permintaan sejumlah pihak. Sebab bagi PDIP, paparan COVID-19 tergantung dari sejauh mana kedisplinan menjalankan protokol kesehatan bisa dilaksanakan.

Dan lagipula, bila pilkada ditunda, justru akan menciptakan resiko politik baru. Hasto menjelaskan alasan karena dalam menghadapi krisis kesehatan semacam ini, justru diperlukan legalitas yang sangat kuat dari pemimpin di daerah. Jika pilkada ditunda, maka kepala daerah yang rata-rata masa tugasnya habis pada Februari 2021, terpaksa harus digantikan pelaksana tugas (Plt).

Nah, jika Plt, maka sang pejabat takkan punya kewenangan politik membuat kebijakan strategis di daerah dalam menangani masalah akibat pandemi COVID-19.

"Sehingga justru ketika pilkada bisa dijalankan on schedule yaitu pada tanggal 9 Desember itu, menujukkan bahwa nantinya itu terkait dengan periodesasi masa jabatan yang akan berakhir pada bulan Februari. Sehingga rakyat juga mendapat kepastian legalitas pemimpin yang nanti akan dihasilkan dari Pilkada ini," ujarnya.

Baca Juga

Gerindra Resmi Dukung Gibran, Ketua DPC PDIP Solo: Dua Partai Lainnya Menyusul

Maka itu pula, di pilkada serentak kali ini, Hasto meyakini bahwa rakyat akan menjadikan kemampuan menghadapi pandemi COVID-19, sebagai faktor utama dalam menentukan calon kepala daerah pilihannya.

"Justru dalam kampanye itu kami meyakini rakyat akan bertanya bagaimana komitmen calon di dalam mengatasi pandemi di dalam membangun suatu imunitas dari setiap warga negara. Sehingga kita bisa mengatasi secara bersama-sama," kata Hasto. (Pon)

#PDIP #Pilkada Serentak #Hasto Kristiyanto
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Indonesia
Dari AS hingga Asia, Forum CALD Soroti Gelombang Populisme dan Kemunduran Demokrasi
Demokrasi menghadapi tantangan serius ketika kekuasaan politik dan ekonomi semakin terkonsentrasi, kepercayaan publik terhadap institusi melemah, ketimpangan membesar, serta populisme mendapatkan ruang untuk berkembang.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Dari AS hingga Asia, Forum CALD Soroti Gelombang Populisme dan Kemunduran Demokrasi
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Olahraga
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Soekarno Cup 2026 resmi bergulir di Surabaya sebagai bagian peringatan HUT ke-81 RI, yang digagas Prananda Prabowo
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Bagikan