PAN Minta Jokowi Jangan Ragu Copot Menteri Berkinerja Jelek

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 23 Oktober 2020
PAN Minta Jokowi Jangan Ragu Copot Menteri Berkinerja Jelek

Presiden Joko Widodo saksikan geladi peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan (Biro Pers Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur semua jajaran kabinet karena komunikasi publik pemerintah sangat buruk ketika menggodok Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Hal tersebut diungkapkan Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko.

Menanggapi hal itu, Plh Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di DPR, Saleh Partaonan Daulay menilai, Presiden Jokowi masih mempunyai waktu untuk melakukan evaluasi para menterinya, jika memang kinerja mereka buruk

"Presiden merasa bahwa para menteri kinerjanya buruk, kurang baik dalam melakukan sosialisasi, ya Presiden kan memiliki hak prerogatif untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja para menteri," kata Saleh kepada wartawan, Jumat, (23/10).

Baca Juga

UU Cipta Kerja Diklaim Perkuat Pondasi Ekonomi

"Mumpung pemerintahan Jokowi ini baru berlangsung satu tahun, ya tentu bisa dilakukan evaluasi kalau perlu di reshuffle menteri-menteri yang kinerjanya buruk itu diganti saja. Kan ada banyak tuh Kementerian/lembaga yang menterinya itu sering dimarahi dianggap kurang kienrjannya," sambung Saleh.

Menurut Saleh, Jokowi sudah berkali-kali mengingatkan para pembantunya agar kinerja yang dihasilkan lebih baik, termasuk komunikas publik mereka. Namun, keadaanya tidak berubah, Presiden masih melakukan teguran, bukan tindakan tegas.

"Kalau memang Presiden mau tegas mengambil kesempatan ini dalam rangka melakukan perbaikan jangan ragu. Presiden Jokowi setahu saya orangnya tegas dan bijak untuk mengambil keputusan nah sekarang saatnya setelah satu tahun masa periode ini berlangsung," ujarnya.

Anggota Komisi X DPR ini menjelaskan, sejak awal pembahasan RUU Ciptaker terkesan terburu-buru, mengejar target waktu untuk disahkan menjadi UU. Seharusnya, pemerintah memiliki strategi yang baik untuk melakukan sosialisasi terkait UU Ciptaker ini. Mengingat, UU Ciptaker adalah inisiatif pemerintah.

"Pemerintah lah yang memiliki kepentingan besar di dalam proses pengesahan dan pembahasan UU tersebut. Untuk itu, tentu kita berharap dari awal pemerintah secara berlahan dan bertahap ikut melaksanakan sosialisasi, sehingga masyarakat bisa memhami bisa mengerti maksud dan tujuan daripada UU ini," ungkapnya.

Presiden Jokowi. Foto: Biro Setpres

Saleh mengingatkan, Omnibus Law ini merangkum lebih dari 79 UU, daftar inventaris masalah (DIM) nya saja lebih dari 7 ribu. Oleh sebab itu, sudah semestinya pemerintah juga melakukan sosialisasi secara bertahap. Misalnya, ketika membahas klaster investasi tentang penanaman modal Indonesia, sudah dilakukan sosialisasi. begitu juga dengan membahas tentang aturan ketenagakerjaan.

"Itu mestinya sudah disosialosasikan biar ada pemahaman yang utuh dari masyarakat tentang Undang-undang Omnibus Law ini. Jika tidak ada sosialisasi, ya dampaknya seperti sekarang ini. Itu terkesan pemerintah tidak siap melakukan sosialisasi," ungkapnya.

Saleh mengaku memahami kegelisahan Jokowi yang merasa upaya dari para menterinya melakukan sosialisasi UU Ciptaker masih kurang. Dampaknya, masyarakat belum utuh serta belum teryakinkan tentang keberadaan UU tersebut. Justru ada usulan untuk melakukan legislatif review dari kelompok masyarakat, terutama buruh.

"Ini menandakan bahwa yang sedang terjadi komunikasi publik dari pemerintah kepada masyarakat tidak berjalan efektif. Sehingga masyarakat lebih memilih untuk melaksanakan legislatif review daripada mendengarkan penjelasan pemerintah. Saya kira ini menjadi sesuatu yang sangat menantang bagi pemerintah untuk kembali berupaya keras menjelaskan kepada masyarakat," pungkas Saleh.

Sebelumnya, Moeldoko mengakui, jajaran Kabinet Indonesia Maju mendapat teguran dari Presiden Jokowi terkait buruknya komunikasi publik. Terutama soal substansi dari UU Cipta kerja.

"Kami semuanya ditegur oleh Presiden bahwa komunikasi publik kita sungguh sangat jelek," kata Moeldoko di kantornya, Rabu (21/10).

Baca Juga

Hapus Pasal Migas di UU Ciptaker, Kemsesneg Dinilai Langgar UU

Moeldoko mengatakan, teguran Presiden dan berbagai masukan dari luar akan jadi bahan perbaikan. "Untuk itu, ini sebuah masukan dari luar maupun teguran dari Presiden, kita segera berbenah diri untuk perbaikan ke depan dengan baik," ujarnya.

Moeldoko mengakui bahwa kondisi saat ini media sosial berkembang dengan luar biasa. Terkadang pemerintah kewalahan menghadapi hoaks dan disinformasi.

"Kita memasuki sebuah disruption. Sebuah situasi yang seperti saat ini di mana media sosial bertumbuh luar biasa. Kadang-kadang melampaui imajinasi kita. Dan di situlah kita kadang-kadang kewalahan menghadapi bertumbuhnya disinformasi dan hoaks," kata dia. (Pon)

#Reshuffle Kabinet #PAN
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kristomei Sianturi Gantikan Suharyanto Jadi Kepala BNPB, ini Profilnya
Kristomei Sianturi resmi menggantikan Suharyanto menjadi Kepala BNPB. Berikut profil dan rekam jejaknya.
Soffi Amira - Kamis, 15 Oktober 2026
Kristomei Sianturi Gantikan Suharyanto Jadi Kepala BNPB, ini Profilnya
Indonesia
Prabowo Lantik Dua Wamenhan Baru, Ini Pembagian Tugas Yusuf Jauhari dan Richard Tampubolon
Prabowo melantik Yusuf Jauhari dan Richard Tampubolon sebagai Wamenhan. Maulana Bungaran dan Alim Setiawan Slamet juga mendapat jabatan baru.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
Prabowo Lantik Dua Wamenhan Baru, Ini Pembagian Tugas Yusuf Jauhari dan Richard Tampubolon
Indonesia
Tiba di Istana Negara, Richard Taruli H Tampubolon Bakal Dilantik Jadi Wamenhan?
Kasum TNI Letjen Richard Tampubolon menyatakan siap ditempatkan di mana saja saat mendatangi Istana. Namanya dikabarkan masuk bursa Wamenhan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
Tiba di Istana Negara, Richard Taruli H Tampubolon Bakal Dilantik Jadi Wamenhan?
Indonesia
Jadi Menko, Ini Kementerian Dalam Penguasaan Bahlil Lahadalia
Sementara kantor untuk kementerian koordinator itu sendiri saat ini masih akan berada di Kementerian ESDM.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Jadi Menko, Ini Kementerian Dalam Penguasaan Bahlil Lahadalia
Indonesia
Profil Syahganda Nainggolan, Kepala Bakom Baru yang Dilantik Prabowo
Syahganda Nainggolan baru dilantik sebagai Kepala Bakom. Berikut profil dan rekam jejaknya.
Soffi Amira - Jumat, 02 Oktober 2026
Profil Syahganda Nainggolan, Kepala Bakom Baru yang Dilantik Prabowo
Indonesia
Tugas dan Fungsi Komjen Dedi Prasetyo, Kepala Badan Reforma Agraria Pilihan Prabowo
Penunjukan ini merupakan bagian dari perombakan (reshuffle) pejabat kementerian dan lembaga di bawah Kabinet Merah Putih.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Tugas dan Fungsi Komjen Dedi Prasetyo, Kepala Badan Reforma Agraria Pilihan Prabowo
Indonesia
Daftar Pundi-Pundi Harta Pejabat Baru Resuhffle ke-7 Kabinet Prabowo, Menko Bahlil Masih Paling Tajir!
Bongkar LHKPN pejabat baru reshuffle Kabinet Prabowo! Cek rincian harta Wamenko Drajad Wibowo Rp50,9 M, Bahlil Lahadalia Rp344 M, hingga jajaran wamen baru.
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Daftar Pundi-Pundi Harta Pejabat Baru Resuhffle ke-7 Kabinet Prabowo, Menko Bahlil Masih Paling Tajir!
Indonesia
Menperin Baru Sarmuji Punya Kapal Tanker Rp 5,5 Miliar, Total Harta Sekjen Golkar Itu Tembus 14,9 M!
Intip rincian harta kekayaan Menperin baru Muhammad Sarmuji di LHKPN KPK! Punya kapal tanker SPOB Jeanita Rp5,5 M, tanah puluhan ribu meter, dan kas miliaran.
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Menperin Baru Sarmuji Punya Kapal Tanker Rp 5,5 Miliar, Total Harta Sekjen Golkar Itu Tembus 14,9 M!
Indonesia
Didampingi 3 Wamen, Menteri Keuanga Rumuskan Pembagian Tugas
Dengan masuknya Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman pada 1 Oktober 2026, susunan Wakil Menteri Keuangan kini terdiri dari Juda Agung, Luky Alfirman, dan Nurkholisoh Ibnu Aman.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Didampingi 3 Wamen, Menteri Keuanga Rumuskan Pembagian Tugas
Indonesia
Bukan Nama Baru di Dunia Ekonomi, Ini Jejak Panjang Dradjad Hari Wibowo sebelum Jabat Wamenko Bidang Perekonomian
Dradjad Hari Wibowo dilantik sebagai Wakil Menko Perekonomian. Simak profil, pendidikan, karier di INDEF, DPR, PAN, hingga TKN Prabowo-Gibran.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Nama Baru di Dunia Ekonomi, Ini Jejak Panjang Dradjad Hari Wibowo sebelum Jabat Wamenko Bidang Perekonomian
Bagikan