MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto melantik lima wakil menteri yang menangani sektor ekonomi dalam perombakan kabinet pada Kamis (1/10).
Salah satu nama yang dilantik adalah ekonom Dradjad Hari Wibowo. Ia dipercaya mengisi posisi Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Dradjad Hari Wibowo bukan nama baru dalam dunia ekonomi dan kebijakan publik Indonesia. Ia memiliki perjalanan panjang sebagai ekonom, peneliti kebijakan, politisi, serta pernah terlibat dalam sejumlah lembaga dan perusahaan.
Pendidikan Dradjad Hari Wibowo
Dradjad lahir di Surabaya pada 20 Mei 1964. Latar belakang pendidikan Dradjad dimulai di Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Ekonomi Pertanian.
Setelah itu, Dradjad melanjutkan pendidikan ke University of Queensland, Australia. Dari universitas tersebut, ia meraih gelar magister ekonomi pada 1994 dan gelar doktor pada 2001.
Pendidikan tersebut menjadi salah satu bekal dalam perjalanan profesionalnya di bidang ekonomi dan kebijakan publik.
Baca juga:
Reshuffle Ketujuh Kabinet Merah Putih, Ini Daftar Menteri dan Pejabat yang Dilantik Prabowo
Karier di INDEF
Karier profesional Dradjad di bidang ekonomi turut dibangun melalui Institute for Development Economics and Finance (INDEF).
Sejak 1999, ia tercatat sebagai ekonom senior sekaligus pemegang saham lembaga tersebut. Dradjad kemudian dipercaya menduduki posisi direktur INDEF pada periode 2000-2004.
Selain aktif dalam riset, Dradjad juga memiliki pengalaman mengajar sejumlah bidang ekonomi, termasuk kebijakan makroekonomi dan keuangan internasional.
Rekam Jejak Politik Dradjad
Perjalanan Dradjad kemudian berlanjut ke dunia politik melalui Partai Amanat Nasional (PAN).
Pada periode 2004-2009, ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari PAN dan bertugas di Komisi XI. Komisi tersebut memiliki ruang lingkup antara lain di bidang keuangan, perbankan, serta perencanaan pembangunan.
Pada periode yang sama, Dradjad juga menjalankan peran sebagai Wakil Ketua Fraksi PAN di DPR.
Karier politiknya kembali menjadi perhatian ketika Dradjad ikut dalam bursa calon Ketua Umum PAN pada Kongres PAN 2020 di Kendari.
Dalam kontestasi internal tersebut, ia menjadi salah satu figur senior PAN dan dikenal memiliki kedekatan politik dengan Amien Rais.
Pernah Duduki Posisi di BIN
Pengalaman Dradjad tidak hanya berada di ranah politik dan ekonomi.
Ia juga pernah dipercaya menduduki posisi Ketua Dewan Informasi Strategis dan Kebijakan Badan Intelijen Negara (BIN).
Posisi tersebut menambah pengalaman Dradjad dalam isu-isu strategis serta perumusan kebijakan di tingkat nasional.
Baca juga:
Bukan Diplomat Biasa, Ini Jejak Panjang Arrmanatha Nasir Sebelum Jadi Menlu
Kiprah di Bidang Ekonomi dan Kebijakan
Sebagai ekonom, Dradjad aktif menyampaikan pandangan dan analisis terkait berbagai persoalan ekonomi Indonesia.
Kiprahnya bersama INDEF membawanya terlibat dalam sejumlah kajian yang membahas berbagai isu, seperti subsidi energi, kebijakan fiskal, kemiskinan, harga dan kebijakan BBM, LPG, hingga pengembangan energi panas bumi.
Berbagai isu tersebut menjadi bagian dari perjalanan Dradjad dalam kajian ekonomi dan kebijakan publik.
Masuk TKN Prabowo-Gibran
Menjelang Pemilu 2024, Dradjad juga masuk dalam struktur Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.
Pada Desember 2023, ia tercatat sebagai anggota Dewan Pakar TKN.
Dalam forum tersebut, Dradjad turut menyampaikan pandangan mengenai strategi transformasi Indonesia menuju 2045, termasuk gagasan terkait industrialisasi, hilirisasi, dan isu perubahan iklim. (Far)