MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal Richard Taruli Horja Tampubolon sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan di Istana Negara, Kamis (15/10).
Penunjukan tersebut menempatkan mantan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI itu dalam jajaran Kabinet Merah Putih melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 42 M Tahun 2026. Bersamaan dengan penunjukannya, Richard juga mendapat kenaikan pangkat kehormatan menjadi jenderal bintang empat, Jenderal TNI.
Richard dikenal memiliki pengalaman dalam operasi militer, penanganan kelompok bersenjata, pemberantasan terorisme, hingga penertiban kawasan hutan. Rekam jejak tersebut menjadi bagian dari latar belakang yang disorot dalam penunjukannya sebagai pejabat di Kementerian Pertahanan.
Memimpin Operasi Nemangkawi di Papua
Nama Richard Tampubolon mengemuka ketika dipercaya menjabat Kepala Operasi (Kaops) Nemangkawi I di Papua pada 2018.
Di bawah kepemimpinannya, pasukan gabungan TNI-Polri disebut berhasil menembus medan ekstrem pegunungan Papua, merebut markas utama Organisasi Papua Merdeka (OPM), serta melumpuhkan sejumlah pimpinan militer sayap pemberontak Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TPNPB).
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari rekam jejak operasional Richard selama bertugas di lingkungan TNI.
Baca juga:
Prabowo Lantik Dua Wamenhan Baru, Ini Pembagian Tugas Yusuf Jauhari dan Richard Tampubolon
Mendapat Penghargaan Selandia Baru atas Pembebasan Pilot Susi Air
Saat menjabat Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Richard memegang peran dalam koordinasi taktik pembebasan sandera di lapangan.
Dalam operasi pembebasan pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, dari kelompok kriminal bersenjata (KKB), Richard disebut menerima penghargaan resmi dari Pemerintah Selandia Baru pada April 2026.
Operasi tersebut mendapat perhatian internasional karena dinilai profesional dengan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan.
Berperan dalam Penyelamatan Keuangan Negara Rp 13,24 Triliun
Pengalaman Richard tidak terbatas pada operasi militer. Ia juga terlibat dalam penertiban kawasan hutan melalui posisinya sebagai Wakil Ketua Pelaksana I Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).
Dalam tugas tersebut, ia disebut memimpin upaya pemberantasan perkebunan kelapa sawit ilegal dan pertambangan ilegal.
Satgas PKH berhasil menyelamatkan dan mengembalikan uang negara hingga Rp13,24 triliun ke kas negara. Capaian tersebut juga disebut mendapat pujian langsung dari Presiden Prabowo sebelum Richard ditarik ke jajaran kabinet.
Baca juga:
Pujian Prabowo ke Letjen TNI Richard Tampubolon; Tenang Aja, Saya Sudah Lihat Kau
Pernah Memimpin Kopassus dan Operasi Antiteror di Poso
Richard merupakan perwira yang berasal dari Korps Baret Merah, Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Ia pernah menjabat Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen) Kopassus sebelum dipercaya memimpin Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI.
Dalam penugasan antiteror, Richard memimpin perburuan kelompok teroris yang dipimpin Ali Kalora melalui Operasi Madago Raya di Poso, Sulawesi Tengah.
Ia juga disebut terlibat dalam operasi pembebasan warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina.
Pengalaman memimpin satuan elite dan terlibat dalam berbagai operasi tersebut melengkapi rekam jejak Richard di bidang pertahanan dan keamanan.
Peran Baru Richard Tampubolon di Kementerian Pertahanan
Dengan pengalaman di bidang operasi militer, penanganan terorisme, dan penertiban kawasan hutan, kehadiran Richard Tampubolon di Kementerian Pertahanan diharapkan dapat mendukung modernisasi serta penguatan doktrin pertahanan Indonesia.
Sebagai Wamenhan Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan, Richard akan mendampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Ia juga akan bekerja bersama Wamenhan Bidang Logistik, Marsdya TNI Yusuf Jauhari. (Knu)