Pakar Sebut Gencatan Senjata Israel-Hamas Bisa Tidak Permanen, ada Ketakutan Netanyahu Berubah Pikiran

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 17 Januari 2025
Pakar Sebut Gencatan Senjata Israel-Hamas Bisa Tidak Permanen, ada Ketakutan Netanyahu Berubah Pikiran

Arsip - Sejumlah warga Palestina memeriksa bangunan yang hancur pascaserangan udara Israel di Kota Rafah di Jalur Gaza selatan, Jumat (5/1/2024). ANTARA/Xinhua/Khaled Omar/am.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang diumumkan baru-baru ini memberikan harapan bahwa perang Gaza yang telah berlangsung selama 15 bulan akhirnya akan berakhir. Kesepakatan ini mencakup pembebasan sandera Israel dan tahanan Palestina. Namun, ketidakpastian masih menyelimuti pelaksanaannya.

Kabinet keamanan Israel menyetujui kesepakatan itu pada Jumat malam setelah pertemuan yang dijadwalkan Kamis ditunda. Kesepakatan dibagi menjadi tiga fase, yang membuka potensi pelanggaran atau perubahan sikap, terutama dari pihak Israel, demikian seperti dilaporkan Aljazeera, Jumat (17/1).

Fase pertama, yang berlangsung selama 42 hari, mencakup penyerahan sandera dan tahanan, penarikan pasukan Israel dari area padat penduduk, serta peningkatan bantuan kemanusiaan. Fase berikutnya akan meliputi pertukaran tahanan lebih banyak, penarikan pasukan Israel secara permanen, dan implementasi gencatan senjata berkelanjutan.

Namun, sejumlah analis khawatir bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang sebelumnya menolak gencatan senjata, bisa saja melanjutkan permusuhan setelah sandera dibebaskan agar menjadi hukuman untuk Palestina.

Baca juga:

Israel-Hamas Diharapkan Laksanakan Kesepakatan Gencatan Senjata

"Israel sangat pandai melanggar gencatan senjata dan membuatnya tampak seolah-olah itu bukan kesalahan mereka," ujar Mairav Zonszein, pakar Israel-Palestina dari International Crisis Group.

Ketegangan ini menambah ketidakpastian apakah kesepakatan ini akan bertahan atau justru memperburuk konflik yang sudah berlangsung lama.

Perang dimulai setelah serangan yang dipimpin oleh Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan 1.139 orang dan menangkap 250 orang.

Banyak dari sandera Israel dibebaskan dalam kesepakatan gencatan senjata sebelumnya pada November 2023, dan mereka yang tersisa diperkirakan akan dibebaskan dengan pertukaran ratusan tahanan Palestina, yang prosesnya bisa saja berlangsung hingga seminggu.

Baca juga:

Gencatan Senjata Segara Diimplementasikan, Palestina Siapkan Layanan Darurat

Namun, Zonszein meyakini kesepakatan ini bisa runtuh setelah tahap tersebut.

“Kesepakatan ini akan memberikan kelegaan segera dengan membawa bantuan kemanusiaan dan memberikan pembebasan sandera dan tahanan. Kesepakatan ini lebih kepada jeda sementara ketimbang solusi jangka panjang,” paparnya. (ikh)

#Israel #Palestina
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Dunia
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Hamas setiap hari selalu memberikan laporan pelanggaran yang dilakukan Israel ke negara mediator gencatan senjata Gaza.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 Desember 2025
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Indonesia
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
Denmark, Prancis, Yunani, Slovenia, dan Inggris mengecam kekerasan Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Desember 2025
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
Dunia
Presiden Trump Larang Warga 8 Negara Masuk AS, Termasuk Laos dan Palestina
Pemerintah AS juga mengumumkan pencabutan larangan visa nonimigran bagi warga Turkmenistan.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 Desember 2025
Presiden Trump Larang Warga 8 Negara Masuk AS, Termasuk Laos dan Palestina
Dunia
ICC Tolak Banding Israel, Status PM Benjamin Netanyahu Tetap Buron Kejahatan Perang
Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait kasus kejahatan perang di Gaza
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Desember 2025
ICC Tolak Banding Israel, Status PM Benjamin Netanyahu Tetap Buron Kejahatan Perang
Dunia
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza
Dewan Perdamaian tersebut merupakan komponen kunci dari kesepakatan gencatan senjata Trump untuk Jalur Gaza
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Desember 2025
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza
Indonesia
Israel Serbu Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina, Staf Internasional Dipaksa Pergi
Penyerbuan ini dianggap melanggar Piagam PBB dan Resolusi Dewan Keamanan 2730 yang keluar 24 Mei 2024.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 09 Desember 2025
Israel Serbu Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina, Staf Internasional Dipaksa Pergi
Dunia
8 Negara Muslim Termasuk Indonesia Desak Israel Buka Gerbang Rafah 2 Arah
Membuka Rafah dua arah menjamin kebebasan bergerak warga Palestina di Gaza, serta memastikan tidak ada penduduk yang dipindah paksa.
Wisnu Cipto - Sabtu, 06 Desember 2025
8 Negara Muslim Termasuk Indonesia Desak Israel Buka Gerbang Rafah 2 Arah
Dunia
Presiden Lebanon Utamakan Bahasa Negosiasi Ketimbang Perang Hadapi Israel
Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan pembahasan gencatan senjata dengan Israel akan dilanjutkan dalam pertemuan pada 19 Desember 2025.
Wisnu Cipto - Jumat, 05 Desember 2025
Presiden Lebanon Utamakan Bahasa Negosiasi Ketimbang Perang Hadapi Israel
Dunia
Disidang dalam Kasus Korupsi, Benjamin Netanyahu Minta Pengampunan dari Presiden Israel
Kantor Perdana Menteri mengatakan Netanyahu telah menyerahkan permintaan pengampunan kepada Departemen Hukum Kantor Presiden.
Dwi Astarini - Senin, 01 Desember 2025
 Disidang dalam Kasus Korupsi, Benjamin Netanyahu Minta Pengampunan dari Presiden Israel
Dunia
Israel 591 Kali Langgar Gencatan Senjata Sejak 10 Oktober, Tewaskan 357 Warga Palestina
Pemerintah Gaza melaporkan sebanyak 357 warga Palestina tewas dan 903 terluka dalam serangan Israel sejak gencatan senjata mulai berlaku 10 Oktober 2025.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Desember 2025
Israel 591 Kali Langgar Gencatan Senjata Sejak 10 Oktober, Tewaskan 357 Warga Palestina
Bagikan