Pakar Beberkan Solusi Hadapi Kebijakan Trump yang Menaikkan Tarif Impor 32 Persen untuk Indonesia

Frengky AruanFrengky Aruan - Rabu, 09 Juli 2025
Pakar Beberkan Solusi Hadapi Kebijakan Trump yang Menaikkan Tarif Impor 32 Persen untuk Indonesia

Presiden AS Donald Trump. (Foto: Partai Republik AS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengamat Ekonomi dari Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda memberikan formula dalam menyikapi kenaikan tarif impor 32 persen oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Huda menuturkan, bahwa Indonesia sudah menawarkan berbagai macam komoditas untuk diimpor dari AS lebih banyak dan pemerintah juga berkomitmen untuk melakukan deregulasi. Tapi memang hasilnya nihil seperti yang diterima Indonesia melalui surat yang dikirim Trump kepada Presiden Prabowo soal penerapan tarif impor 32 persen.

"Palu sudah diketok, nampaknya negosiasi tidak akan mengubah hasil, kecuali memang ada senjata Indonesia yang belum dikeluarkan oleh pemerintah," kata Huda kepada MerahPutih.com, Selasa (8/7).

Sebagai solusinya, menurut Huda, penguatan domestik menjadi kekuatan utama Indonesia. Jangan sampai sektor domestik ini terdampak keras dari kebijakan tarif Trump.

Disisi lain, kata dia, pemerintah perlu segera memperkuat ekonomi domestik melalui berbagai kebijakan terkait dengan daya beli. Selain itu, mempersiapkan industri dengan lebih matang melalui penguatan infrastruktur maupun organisasi.

Baca juga:

Dampak Tarif Impor 32 Persen, Perekonomian dan Perbankan Indonesia Bisa Ikut Kena

Paling terpenting, pemerintah perlu mencari pasar alternatif selain Amerika untuk barang-barang produksi Indonesia. Pangsa pasar Amerika latin, Timur Tengah, dan Afrika menjadi potensial untuk saat ini.

"Jika berani, pemerintah dapat mengenakan tarif terhadap jasa dari Amerika Serikat, seperti jasa digital, hiburan, dan sebagainya," ucapnya.

Nailul Huda sebelumnya menerangkan, berbagai dampak yang dihadapi Indonesia dari penetapan tarif impor AS sebesar 32 persen.

Menurut dia, dari kebijakan itu berimbas pada kenaikan harga barang yang dikonsumsi oleh masyarakat Amerika. Lantas, permintaan agregat barang-barang impor tersebut akan mengalami koreksi.

Berdasarkan publikasi IMF (2024), kenaikan tarif impor 1 persen akan mengurangi impor barang sebesar 0.8 persen. Artinya, ekspor Indonesia ke AS bisa turun hingga 25 persen.

Maka, kata dia, dampaknya adalah surplus perdagangan luar negeri Indonesia bisa terancam turun karena AS merupakan salah satu penyumbang surplus terbesar Indonesia sebesar USS 16 miliar.

"Kontribusi ekspor ke AS terhadap ekspor total juga menyentuh 10 persen, tertinggi kedua setelah China. China sendiri penyumbang defisit terbesar ke Indonesia. Dengan asumsi tidak ada kenaikan impor dari negara lain dan ekspor ke negara lain, ekspor bersih atau net ekspor Indonesia bisa berkurang -11 persen," urai dia.

Baca juga:

Donald Trump Tetapkan Tarif Impor 32 Persen, Gelombang PHK di Indonesia Diprediksi Naik

Dampak lanjutan dari pelemahan ekspor Indonesia ke AS adalah penurunan produksi dalam negeri. Jika produksi dalam negeri menurun, maka perusahaan di Indonesia akan menyesuaikan dengan cara, salah satunya, memberhentikan karyawannya.

"Angka pemutusan hubungan kerja akan meningkat seiring dengan penurunan permintaan AS. Industri tekstil dan produk tekstil akan mengalami PHK sebesar 191 ribu tenaga kerja," ucapnya.

Kemudian, penerapan tarif impor barang ke AS sebesar 32 persen berimbas kepada pertumbuhan ekonomi yang melambat, akibat adanya penurunan produksi.

"Pertumbuhan ekonomi bisa di angka 4.5-4.7 persen saja di tahun ini," imbuhnya. (Asp)

#Ekonomi #Tarif Timbal Balik #Impor
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Beredar konten yang menyebut Indonesia keluar dari keanggotaan World Bank. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Indonesia
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia diperkirakan menuju kapitalisme negara atau welfare state. Ekonom mengungkapkan risikonya.
Soffi Amira - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Independensi tidak boleh mengorbankan koordinasi antarlembaga.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Indonesia
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
BI merupakan bank sentral yang wewenangnya bebas dari campur tangan pemerintah atau pihak lain.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
Indonesia
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp 8,09 Kuadriliun di Triwulan II-2026
BI melaporkan ULN Indonesia triwulan II-2026 naik 4,4% yoy menjadi USD 453,4 miliar dengan rasio ULN terhadap PDB 30,6%.
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Agustus 2026
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp 8,09 Kuadriliun di Triwulan II-2026
Lifestyle
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
BPS mencatat 1,03 juta pengangguran terdidik per Mei 2026. Simak 6 jurusan kuliah dengan lulusan paling banyak menganggur dan penyebabnya.
ImanK - Senin, 17 Agustus 2026
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?
Sepanjang semester I 2026, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,45 persen (yoy)
Angga Yudha Pratama - Jumat, 14 Agustus 2026
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?
Indonesia
Prabowo Ungkap Ekonomi Indonesia Tetap Berdiri Tegak, Pertumbuhan Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun
Prabowo menyebut ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tumbuh pada level tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Pendapatan negara hingga Juli tumbuh 21,3%.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Ungkap Ekonomi Indonesia Tetap Berdiri Tegak, Pertumbuhan Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun
Indonesia
Ekonom Dorong BI Kurangi Ketergantungan SRBI untuk Perkuat Stabilitas Rupiah
Ekonom Achmad Nur Hidayat menilai tingginya imbal hasil instrumen keuangan belum cukup menopang rupiah. Ia mendorong BI mengubah bauran kebijakan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 Agustus 2026
Ekonom Dorong BI Kurangi Ketergantungan SRBI untuk Perkuat Stabilitas Rupiah
Bagikan