Padamnya Listrik di Pulau Jawa Bisa Rusak Ekonomi Negara

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 05 Agustus 2019
Padamnya Listrik di Pulau Jawa Bisa Rusak Ekonomi Negara

Ilustrasi mati listrik. Foto: Net

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengatakan mati listrik PT PLN dinilai dapat merugikan konsumen dan pelaku usaha.

Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi menyebut, bila keandalan sistem kelistrikan di wilayah utama Indonesia belum terjamin bagaimana dengan di luar pulau Jawa.

Baca Juga: Imbas Pemadaman Listrik, YLKI Minta PLN Ganti Rugi ke Warga

Menurut Tulus, investor dapat semakin enggan menanamkan modalnya di Indonesia.

“Padamnya listrik, apalagi di Jabodetabek, bukan hanya merugikan konsumen residensial saja tetapi juga sektor pelaku usaha. Dan hal ini bisa menjadi sinyal buruk bagi daya tarik investasi di Jakarta dan bahkan Indonesia,” ucap Tulus kepada wartawan, Senin (5/8).

Ilustrasi Mati Lampu (Pexeks)
Ilustrasi Mati Lampu (Pexeks)

Menurut Tulus ada dugaan kalau infrastruktur pembangkit PT PLN belum handal. Melihat situasi ini Tulus meminta pemerintah menaruh perhatian meningkatkan keandalan pembangkit PT PLN termasuk infrastruktur pendukung lainnya seperti transmisi, gardu induk, hingga gardu distribusi.

Baca Juga: Pengusaha Tuntut Tanggung Jawab PLN, Bukan Cuma Sekadar Minta Maaf

Hal ini kata Tulus lebih penting dari sekadar menambah kapasitas pembangkit. Ia menambahkan, untuk menjaga kepercayaan konsumen, Tulus juga mendesak PT PLN memberi penjelasan selugas-lugasnya dan ganti rugi yang wajar

Tulus mengatakan PT PLN harus berani bertanggung jawab memberi kompensasi di luar regulasi.

Baca Juga: Kepercayaan Investasi Anjlok Akibat Pemadaman Listrik

“YLKI meminta PT PLN memberikan kompensasi pada konsumen, bukan hanya berdasar regulasi teknis yang ada, melainkan berdasar kerugian riil yang dialami konsumen akibat pemadaman ini,” ucap Tulus. (Knu)

#YLKI #Ketua Umum Harian YLKI Tulus Abadi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Hak Konsumen Terganggu Imbas Listrik Padam, YLKI Minta Prabowo Turun Tangan
YLKI mendesak Prabowo turun tangan atas pemadaman listrik bergilir di Indonesia. Gangguan listrik dinilai merugikan konsumen dan perlu evaluasi menyeluruh.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 22 Juni 2026
Hak Konsumen Terganggu Imbas Listrik Padam, YLKI Minta Prabowo Turun Tangan
Indonesia
Mati Listrik Sumatra, Konsumen Merugi, YLKI Minta PLN Tanggung Jawab
Gangguan kelistrikan tentu menyebabkan kerugian, baik dari PLN maupun masyarakat sebagai konsumen.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
Mati Listrik Sumatra, Konsumen Merugi, YLKI Minta PLN Tanggung Jawab
Indonesia
YLKI Kritik Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan, Dinilai Rugikan Pasien Penyakit Kronis
YLKI mengkritik penonaktifan PBI BPJS Kesehatan. Hal itu dinilai merugikan pasien penyakit kronis.
Soffi Amira - Selasa, 10 Februari 2026
YLKI Kritik Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan, Dinilai Rugikan Pasien Penyakit Kronis
Indonesia
Aqua Dianggap Bohongi Konsumen soal Sumber Air, YLKI Minta Pemerintah Lakukan Audit
Aqua kini dianggap membohongi konsumen soal sumber air. YLKI pun meminta pemerintah untuk melakukan audit terhadap produsen air minum tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 24 Oktober 2025
Aqua Dianggap Bohongi Konsumen soal Sumber Air, YLKI Minta Pemerintah Lakukan Audit
Indonesia
Harga Beras di Retail Moderen Bisa Capai Rp 130 Per 5 Kilogram, YLKI Pertanyakan Stok Beras Melimpah
YLKI mencatat soal polemik beras, pada sisi konsumen definisi stok beras melimpah seharusnya bukan hanya berada di hulu/gudang saja melainkan harus tersedia di pasaran.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 06 September 2025
Harga Beras di Retail Moderen Bisa Capai Rp 130 Per 5 Kilogram, YLKI Pertanyakan Stok Beras Melimpah
Indonesia
Soal Penyesuaian Tarif Air, YLKI: Kualitas Layanan dan Distribusi Harus Baik
Survei YLKI menunjukkan bahwa mayoritas pelanggan PAM Jaya merasa tarif air yang ada sudah cukup wajar.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 Januari 2025
Soal Penyesuaian Tarif Air, YLKI: Kualitas Layanan dan Distribusi Harus Baik
Bagikan