Relasi

Pacar Kamu Seorang Sosiopat?

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 07 Juli 2022
Pacar Kamu Seorang Sosiopat?

Pasangan yang sosiopat cenderung manipulatif. (Foto: Pixabay/mohamed_hassan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DARI seluruh populasi yang ada di dunia, hanya ada 6% pria dan dan 2% perempuan yang didiagnosa sosiopat. Dikutip dari Instyle.com, gangguan kepribadian ini tiga kali lebih sering terjadi pada pria dibandingkan perempuan.

Sosiopat adalah istilah seseorang yang terkena gangguan kepribadian antisosial. Secara umum, mereka yang memiliki gangguan kepribadian ini, tidak menunjukkan rasa hormat, tak dapat membedakan yang benar atau salah, cenderung bersikap manipulatif, memperlakukan orang dengan kasar, tidak mempedulikan sekitar, dan tidak berperasaan. Tidak hanya itu, mereka juga tidak menunjukkan rasa bersalah atau penyesalan atas yang sudah diperbuat.

Baca Juga:

5 Bahasa Cinta yang Mendefinisikan Perilaku Kamu

pasangan
Sosiopat dapat memanfaatkan pasangannya demi kepentingannya sendiri. (Foto: Pexels/Timur Weber)

Mirip dengan narsisis, sosiopat cenderung terlihat sangat menawan. Mereka seperti bunglon dan mampu mengetahui secara tepat apa yang kamu inginkan dan butuhkan dalam hubungan. Mereka bisa dengan mudah merayu, menyakiti, bahkan memanfaatkan kamu. Sosiopat akan selalu mencari korban dan mencari orang baru untuk mereka manfaatkan. Jangan kaget apabila tiba-tiba kamu diminta untuk membayari segala kebutuhan mereka.

Ini dia tanda kamu berkencan dengan seorang sosiopat.


Berbohong dan menipu


Mereka suka berbohong dan menipu untuk keuntungan atau kesenangan finansial mereka. Kebohongan yang dibuat bisa berupa apa saja. Seperti kebohongan kecil misalnya dimana mereka berada ketika tidak menjawab telepon hingga yang jauh lebih besar dan cenderung merugikan.


Impulsif


Mereka tidak merencanakan apapun di depan dan sering berubah pikiran berdasarkan suasana hati, godaan, atau perasaan.


Marah


Kebanyakan orang seperti ini, memiliki riwayat perkelahian atau penyerangan fisik. Mereka juga cenderung mudah tersinggung dan agresif. Kemudian cepat mengambil suatu hal seperti keputusan secara pribadi. Tentunya hal ini dapat menyebabkan pelecehan emosional, fisik, atau seksual.


Keselamatan


Mereka cenderung sembrono tentang keselamatan diri mereka sendiri dan keselamatan orang lainl. Hal ini tentunya bisa berupa apa saja, mulai dari kebut-kebutan secara sembrono, hingga perilaku kriminal berat.

Baca Juga:

Kurangi Bercermin dan Rasakan Manfaatnya

pasangan
Sosiopat lebih banyak diidap oleh pria. (Foto: Pexels/cottonbro)


Tidak bertanggung jawab


Mereka sering menunda pekerjaan dan sulit untuk menjaga komitmen. Akhirnya mereka selalu melakukan apapun yang dikerjakan semaunya.

Melanggar hukum


Orang dengan gangguan kepribadian antisosial cenderung tidak percaya bahwa aturan atau hukum masyarakat berlaku untuk mereka.


Penyesalan


Mereka tidak memiliki kemampuan untuk merasakan empati ketika disakiti, dianiaya, dimanfaatkan, atau dicuri oleh orang lain. Bahkan ketika melakukan yang dianggap tidak baik, mereka cenderung biasa saja. (yos)

Baca Juga:

Ayo Tingkatkan Keterampilan Sosial Anak Saat Berlibur

#Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Bagikan