PA 212 Sebut Pembangunan Terowongan Katedral dengan Istiqlal Mubazir

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 11 Februari 2020
PA 212 Sebut Pembangunan Terowongan Katedral dengan Istiqlal Mubazir

Presiden Joko Widodo meninjau renovasi Masjid Istiqlal di Jakarta, Jumat (7/2/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengkritisi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang merestui rencana pembangunan "terowongan silaturahmi" yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta.

Menurut Novel, tidak ada urgensinya membangun terowongan itu di tengah ekonomi yang merosot dan banyak rakyat yang kelaparan.

Baca Juga:

Jokowi Bakal Bangun 'Terowongan Silaturahmi' Istiqlal-Katedral

"Sangat tidak ada urgensinya sama sekali Jokowi mau bangun terowongan antara Istiqlal dan Katedral karena cuma kepisah dengan jalan," kata Novel kepada wartawan, Selasa (11/2).

Ia mengatakan, pembuat terowongan ini tak perlu.

"Ini adalah hal yang mubazir, menghabiskan uang negara yang justru saat ini perkembangan ekonomi merosot tajam dan banyak rakyat yang kelaparan," ujarnya.

Presiden Jokowi saat meninjau proses renovasi Masjid Istiqlal di Jakarta, Jumat (7/2). (ANTARA/Indra Arief)
Presiden Jokowi saat meninjau proses renovasi Masjid Istiqlal di Jakarta, Jumat (7/2). (ANTARA/Indra Arief)

Selain itu, tokoh Front Pembela Islam (FPI) ini juga mengkritisi alasan silahturahmi dibalik rencana pembangunan terowongan bawah tanah yang menghubungkan Istiqlal-Katedral.

Novel menilai, tidak ada masalah soal kerukunan antarumat beragama di Indonesia dan itu sudah dibuktikan oleh alumni 212.

Baca Juga:

Pembangunan Terowongan Katedral dan Istiqlal Dinilai Tak Bermanfaat Apa-Apa

Dalam hal ini, ia mencontohkan bagaimana massa 212 yang berkumpul di sekitar kawasan Istiqlal dan Katedral untuk menggelar Aksi 112 pada Februari 2017 lalu, pernah mengawal sepasang pengantin yang hendak melaksanakan pernikahan di Gereja Katedral yang pada saat itu sulit menerobos kerumunan massa aksi.

"Masalah kerukunan sudah berjalan dengan baik, dibuktikan massa Alumni 212 sampai kurang lebih 7 jutaan pada tahun 2016 sangat terjalin, yang mana pengantin yang sekiranya melangsungkan perkawinan di Katedral diantar dan dikawal oleh massa 212 termasuk FPI," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi merestui rencana pembangunan terowongan bawah tanah yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral yang letaknya berseberangan. (Knu)

Baca Juga:

Cerita Pengurus Istiqlal Temukan Benda yang Sempat Diduga Bom

#Presidium Alumni 212 #Masjid Istiqlal #Gereja Katedral
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Lebih dari 3.000 Umat Hadiri Misa Pontifikal Natal di Katedral Jakarta
Misa Pontifikal Natal di Gereja Katedral Jakarta dipimpin Kardinal Ignatius Suharyo dan dihadiri lebih dari 3.000 umat sejak pagi hari.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Desember 2025
Lebih dari 3.000 Umat Hadiri Misa Pontifikal Natal di Katedral Jakarta
Indonesia
'Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga' Jadi Tema Natal 2025 Gereja Katolik, Refleksi di Tengah Tekanan Sosial dan Ekonomi
Perayaan Natal dinilai perlu dibaca sebagai seruan untuk memperkuat daya tahan keluarga.
Frengky Aruan - Selasa, 23 Desember 2025
'Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga' Jadi Tema Natal 2025 Gereja Katolik, Refleksi di Tengah Tekanan Sosial dan Ekonomi
Indonesia
5 Ribu Kursi Tersedia, Simak Jadwal Misa Malam Natal, Natal, dan Tahun Baru 2026 di Gereja Katedral Jakarta
Gereja Katedral Jakarta akan menggelar misa perayaan Natal mulai Rabu 24 Desember
Frengky Aruan - Selasa, 23 Desember 2025
5 Ribu Kursi Tersedia, Simak Jadwal Misa Malam Natal, Natal, dan Tahun Baru 2026 di Gereja Katedral Jakarta
Indonesia
Kiai Istiqlal Nasihati Umat: Stop Fanatisme Salah Tempat, Agama Jadi Enak Jika Tidak Kelebihan Garam
Mengambil sikap moderat dalam beragama justru akan memberikan imunitas bagi umat Islam
Angga Yudha Pratama - Selasa, 02 Desember 2025
Kiai Istiqlal Nasihati Umat: Stop Fanatisme Salah Tempat, Agama Jadi Enak Jika Tidak Kelebihan Garam
Indonesia
Menag Nasaruddin Umar Bahas Tindak Lanjut Deklarasi Istiqlal-Vatikan dengan Paus Leo XIV di Roma
Menteri Agama Nasaruddin Umar bertemu Paus Leo XIV di Vatikan membahas tindak lanjut Deklarasi Istiqlal-Vatikan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Oktober 2025
Menag Nasaruddin Umar Bahas Tindak Lanjut Deklarasi Istiqlal-Vatikan dengan Paus Leo XIV di Roma
Indonesia
Prabowo Bagi-Bagi Amplop THR Idul Adha ke Pedagang Istiqlal, Isinya Lembaran Rp 100 Ribu
Presiden Prabowo terlihat muncul dari celah sunroof di atas mobil kepresidenan Maung Garuda RI 1 ketika melintas.
Wisnu Cipto - Jumat, 06 Juni 2025
Prabowo Bagi-Bagi Amplop THR Idul Adha ke Pedagang Istiqlal, Isinya Lembaran Rp 100 Ribu
Indonesia
Istiqlal Bilang Sapi Kurban dari Prabowo 1,3 Ton, Jubir Presiden Sebut 1,25 Ton
“Tradisinya, hewan kurban Presiden paling berat, paling besar. Nanti yang lainnya di bawahnya Presiden,” kata etua Panitia Idul Kurban Masjid Istiqlal, Abu Hurairah
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Juni 2025
Istiqlal Bilang Sapi Kurban dari Prabowo 1,3 Ton, Jubir Presiden Sebut 1,25 Ton
Indonesia
Menteri Agama Kenang Paus Fransiskus, Menyebutnya Orang Terbaik di Muka Bumi
Nasaruddin tampak sedikit terharu mengenang mendiang Paus Fransiskus.
Dwi Astarini - Kamis, 24 April 2025
Menteri Agama Kenang Paus Fransiskus, Menyebutnya Orang Terbaik di Muka Bumi
Indonesia
Kardinal Suharyo Keluarkan Imbauan Misa Arwah Paus Fransiskus, Katedral Jakarta Gelar Kamis Pukul 18.00
Misa arwah di Gereja Katedral digelar Kamis 24 April 2025 pukul 18.00 sore
Wisnu Cipto - Senin, 21 April 2025
 Kardinal Suharyo Keluarkan Imbauan Misa Arwah Paus Fransiskus, Katedral Jakarta Gelar Kamis Pukul 18.00
Indonesia
Makna Perayaan Paskah, Umat Krisitiani Harus Peduli pada yang Lemah dan Jadi Penabur Di Tengah Kegelapan
Tema 'Kepedulian Lebih kepada Saudara yang Lemah dan Miskin' diusung dalam Perayaan Paskah 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 April 2025
Makna Perayaan Paskah, Umat Krisitiani Harus Peduli pada yang Lemah dan Jadi Penabur Di Tengah Kegelapan
Bagikan