Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Kiai Istiqlal Nasihati Umat: Stop Fanatisme Salah Tempat, Agama Jadi Enak Jika Tidak Kelebihan Garam

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 02 Desember 2025
Kiai Istiqlal Nasihati Umat: Stop Fanatisme Salah Tempat, Agama Jadi Enak Jika Tidak Kelebihan Garam

Ilustrasi: Reuni 212 di Jakarta. (Foto: MP)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kepala Bidang Penyelenggaraan Peribadatan Masjid Istiqlal Jakarta, KH. Bukhori Sail At-Tahiri, mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap gejala fanatisme agama yang berpotensi disusupi oleh politisasi dan upaya adu domba.

Menanggapi berbagai peristiwa keagamaan yang menjadi sorotan publik, seperti Reuni 212 pada penghujung tahun 2025, Bukhori menyoroti adanya narasi dan propaganda intoleran yang ditemukan dalam beberapa perayaan sebelumnya.

Menurutnya, hal ini terjadi karena banyak umat Islam yang belum sepenuhnya memahami esensi ajaran Islam sebagai agama yang moderat (wasathiyah) dan menjadi rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin).

Baca juga:

Reuni 212 di Monas, Gubernur Pramono Imbau Warga Jaga Keamanan Jakarta

Panji dan Bendera Negara: Jangan Campuradukkan Budaya dan Syariat

Bukhori secara khusus menanggapi gerakan serupa yang sering menggunakan jargon-jargon agama, bahkan sampai pada seruan untuk menolak bendera Merah Putih dan menggantinya dengan bendera tertentu. Ia menekankan bahwa sering kali umat yang awam ilmu agamanya mencampuradukkan penempatan antara budaya dan syariat.

Ia menjelaskan bahwa panji berwarna hitam bertuliskan La Ilaha Illallah berwarna putih yang sering disebut sebagai 'bendera Islam' atau 'panji Rasulullah' bukanlah bendera Islam secara universal.

"Panji tersebut adalah panji khusus yang digunakan ketika peperangan di masa Rasulullah dan para khalifah. Tentu terlihat sangat dipaksakan penggunaannya jika dikibarkan di Indonesia yang saat ini dalam kondisi damai," jelas Bukhori dikutip Antara, Selasa (2/12).

Bukhori mempertanyakan mengapa negara-negara Islam, termasuk Arab Saudi yang dikenal sebagai pusat Islam justru menggunakan bendera hijau khasnya sebagai bendera negara yang sah.

Begitu pula Mesir, Suriah, dan Irak, yang merupakan tempat-tempat peradaban Islam besar, masing-masing memiliki bendera negara yang berbeda.

"Sebagian masyarakat Indonesia tidak paham akan hal ini. Begitu mereka melihat ada panji atau bendera yang dinamakan sebagai bendera Islam, mereka menganggapnya itu benar-benar suatu kewajiban dalam Islam. Padahal, tidak ada anjuran bahwa bendera Islam adalah hitam dituliskan La Ilaha Illallah Muhammadur Rasulullah putih, tidak ada. Adapun, bendera dari negara-negara Islam, termasuk Indonesia, adalah salah satu ungkapan sejarah berdirinya bangsa tersebut," tegasnya.

Moderasi Agama sebagai Benteng Politik Praktis

Bukhori memandang bahwa bendera negara, seperti Merah Putih, berkaitan erat dengan filosofi bernegara dan sejarah bangsa. Merah Putih telah menjadi ciri khas Indonesia sejak kemerdekaan.

Oleh karena itu, gagasan untuk mengganti bendera Merah Putih sama sekali tidak relevan dan tidak ada manfaatnya, sebab korelasi bendera tersebut dengan sejarah Indonesia sudah sangat tepat.

Lebih lanjut, ia menyayangkan sikap berlebihan (ghuluw) dalam beragama yang masih dilakukan oleh sebagian kalangan umat Islam.

Sikap ekstrem ini, menurutnya, kerap menjadi fanatisme yang salah tempat dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politik praktis.

Baca juga:

Agenda Lengkap Reuni 212 di Monas: Doa, Zikir, hingga Kehadiran Rizieq Shihab

Mengambil sikap moderat dalam beragama justru akan memberikan imunitas bagi umat Islam agar tidak mudah terseret arus politis dan segregatif.

"Misalnya saja, kadang ada keinginan untuk berbuat yang terbaik, lalu ia melebih-lebihkan upayanya di luar yang semestinya. Itu kan seperti orang memasak hidangan atau makanan, namun karena dia ingin enak, dikasih garam sebanyak-banyaknya atau diberi bumbu yang tidak sesuai dengan porsinya. Tidak bisa seperti itu," ungkapnya.

Bukhori menekankan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi kedamaian dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, ajakan atau pemahaman yang mengabaikan atau melanggar nilai-nilai kemanusiaan jelas tidak berasal dari Islam.

"Tujuan kita beragama Islam itu salah satunya supaya kita bisa hidup damai dan sejahtera. Kalau kemudian kita menerapkan ajaran Islam, kok yang terjadi adalah huru-hara dan semacamnya yang akhirnya malah saling serang hanya karena perbedaan yang remeh, itu adalah pemahaman dan pengamalan beragama yang keliru," pungkasnya.

#Demo 212 #Reuni 212 #Massa 212 #Reuni Akbar Persaudaraan Alumni 212 #Aksi 1212 #Masjid Istiqlal
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Menteri Agama: Daging Kurban Bukan Cuma Buat Muslim, Tapi untuk Semua Orang Kelaparan
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan distribusi daging kurban Idul Adha tidak hanya untuk umat Islam, tetapi juga untuk semua warga tanpa memandang agama.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Menteri Agama: Daging Kurban Bukan Cuma Buat Muslim, Tapi untuk Semua Orang Kelaparan
Indonesia
78 Hewan Kurban Masjid Istiqlal Baru Disembelih Hari Ini, Termasuk 2 Sapi Jumbo dari Prabowo dan Gibran
Panitia diminta memastikan darah hasil penyembelihan tidak mencemari sungai sekitar Masjid Istiqlal.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
78 Hewan Kurban Masjid Istiqlal Baru Disembelih Hari Ini, Termasuk 2 Sapi Jumbo dari Prabowo dan Gibran
Indonesia
Idul Adha di Masjid Istiqlal: Spirit Kurban Panggilan Merawat Alam dan Manusia
Pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (26/5), mengusung tema besar “Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan”.
Wisnu Cipto - Rabu, 27 Mei 2026
Idul Adha di Masjid Istiqlal: Spirit Kurban Panggilan Merawat Alam dan Manusia
Indonesia
Wapres Gibran Salat Idul Adha di Istiqlal, Presiden Prabowo di Paris
Suasana Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat Indonesia tahun ini terasa berbeda.
Wisnu Cipto - Rabu, 27 Mei 2026
Wapres Gibran Salat Idul Adha di Istiqlal, Presiden Prabowo di Paris
Indonesia
Spirit Idul Adha 1447 H Merawat Alam dan Kemanusiaan, Menag Minta Masjid jangan Kotor setelah Kurban
Tema tahun ini terutama dalam khutbah nanti yakni spirit kurban merawat alam dan kemanusiaan.
Dwi Astarini - Selasa, 26 Mei 2026
Spirit Idul Adha 1447 H Merawat Alam dan Kemanusiaan, Menag Minta Masjid jangan Kotor setelah Kurban
Indonesia
Darah Hewan Kurban Saat Penyembelihan di Masjid Istiqlal Tidak Akan Dibuang ke Sungai
Menag memastikan seluruh limbah penyembelihan dikelola dengan baik sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar masjid.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Mei 2026
Darah Hewan Kurban Saat Penyembelihan di Masjid Istiqlal Tidak Akan Dibuang ke Sungai
Indonesia
Idul Adha 2026 di Masjid Istiqlal: Jadwal Salat, Area Parkir, hingga Distribusi Daging Kurban
Masjid Istiqlal akan menggelar salat Idul Adha 1447 H pada 27 Mei 2026. Simak jadwal salat, akses masuk jamaah, area parkir, hingga informasi hewan kurban.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 25 Mei 2026
Idul Adha 2026 di Masjid Istiqlal: Jadwal Salat, Area Parkir, hingga Distribusi Daging Kurban
Berita Foto
Mengisi Ramadhan 1447 H, Umat Muslim Tadarus Al-Qur’an di Masjid Istiqlal Jakarta
Umat muslim bertadarus (membaca) kitab suci Al Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (21/2/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 21 Februari 2026
Mengisi Ramadhan 1447 H, Umat Muslim Tadarus Al-Qur’an di Masjid Istiqlal Jakarta
Berita Foto
Ribuan Umat Muslim Shalat Jum'at Pertama Ramadan 1447 H di Masjid Istiqlal Jakarta
Merahputih.com - Suasana khidmat menyelimuti Masjid Istiqlal, Jakarta, saat ribuan umat Muslim menunaikan ibadah Sholat Jum’at berjamaah, Jum’at (20/2/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 20 Februari 2026
Ribuan Umat Muslim Shalat Jum'at Pertama Ramadan 1447 H di Masjid Istiqlal Jakarta
Berita Foto
Ribuan Umat Muslim Berbuka Puasa Bersama Ramadan 1447 H di Masjid Istiqlal Jakarta
Umat muslim saat mengikut buka puasa bersama perdana Ramadan 1447 Hijriyah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 19 Februari 2026
Ribuan Umat Muslim Berbuka Puasa Bersama Ramadan 1447 H di Masjid Istiqlal Jakarta
Bagikan