MERAHPUTIH.COM - GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung melarang organisasi kemasyarakatan (ormas) melakukan penyisiran (sweeping) ke rumah makan selama bulan Ramadan 1447 H. Menurutnya, menyambut Ramadan harus dilakukan dengan penuh kedamaian, bukan dengan tindakan yang menimbulkan keresahan.
"Ramadan itu harus penuh kedamaian dan kerukunan," kata Pramono kepada wartawan di Jakarta Pusat, Sabtu (14/2).
Soal potensi sweeping tempat makan oleh ormas, Pramono menegaskan larangan tersebut. "Saya sebagai gubernur bertanggung jawab untuk itu dan saya tidak mengizinkan untuk ada sweeping," tegasnya.
Pramono juga menyoroti kegiatan Sahur on The Road (SOTR) yang kerap menimbulkan kerawanan dan tawuran. Ia menyatakan kegiatan yang berpotensi memicu keributan tidak akan diizinkan.
Baca juga:
Ormas Dilarang Sweeping Saat Puasa, Kapolresta Solo: Nekat Ditindak Tegas
"Pokoknya hal yang menimbulkan kerawanan, keributan saya nggak izinkan,'' jelas orang nomor satu di Jakarta ini.
Namun, Pramono menegaskan akan memberikan izin untuk kegiatan keagamaan yang bermanfaat.
"Tetapi kalau menimbulkan kenyamanan nanti saya izinkan," tutup politikus PDIP ini.(knu)
Baca juga:
Pemprov DKI Ingatkan Ormas Jangan Jadi 'Superhero' di Siang Bolong Saat Ramadan