Orang Nusantara Hanya Menikmati Kopi Jelek

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 15 Desember 2020
Orang Nusantara Hanya Menikmati Kopi Jelek

Komposisi hidangan Manual Brew Coffee Banyu Biru (Foto: MP/Sucitra)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

RATUSAN tahun lampau, VOC mengekspor biji kopi dari Nusantara ke Eropa. Orang Nusantara tidak pernah bisa menikmati sebenar-benarnya biji kopi. Begitulah yang diungkapkan Purwaindera Ari Y yang lebih dikenal dengan sebutan Ari Banyu Biru, pemilik kafe Banyu Biru yang terletak di sisi barat daya Kota Serang, Banten.

Menurutnya, dulu orang Nusantara, dalam hal ini mayoritas petani. Tak pernah berkesempatan menikmati biji kopi terbaik, sebab biji kopi terbaik ketika itu semua diekspor ke Eropa oleh VOC.

Baca Juga:

Mengenal 2 Jenis Kopi dari Flores NTT yang Mendunia

serang
Menikmati kopi lokal khas Banten. (Foto: MP/Sucitra)

"Yang dinikmati orang Nusantara waktu itu ya cuma kopi jelek. Diroastingnya angus, gosong. Itu pula penyebabnya orang kita tradisi minum kopinya pakai gula," terangnya kepada merahputih.com.

Fakta sejarah itu, menjadi motivasi untuknya menyajikan kopi berkualitas, yang menjadi rebutan para cukong Eropa. Secara spesifik, kafenya menyajikan kopi Manual Brew sebagai menu paling spesial.

"Kita pastikan pelanggan melihat langsung prosesnya di meja mereka sendiri. Itu pengalaman yange menarik," ungkapnya.

Baca Juga:

Mau Tahu Tentang Kopi Lebih Jauh? Tonton 4 Film Ini

serang
Penikmat kopi origin Banten, kopi Bukit Kuru dan Cinangka. (Foto: MP/Sucitra)

Kafenya buka setiap hari dari pukul 09.00 sampai pukul 23.00 WIB, kecuali hari Kamis, dimana ia harus mengikuti kearifan lokal. Malam Jum'at punya posisi sakral, orang Banten mengaji dan sholawat, karenanya setiap hari Kamis Banyu Biru buka pukul 09.00 sampai pukul 17.00 WIB saja.

Ini berarti, setiap malam kecuali malam Jum'at penikmat kopi origin Banten seperti kopi Bukit Kuru dan Cinangka semakin lengkap dengan hadirnya keriuhan live music, bahkan mereka bisa terlibat dalam pertunjukan.

Hari Senin hadir Virtual Parody, band parodi yang heboh, hari Selasa giliran Mexico n Friends yang bermain pop jazz. Rabu adalah hari Oldbeat yang kembali ke masa classic rock. Jum'at menjadi milik Javaka dengan pop indie, disusul Smile Morning dengan pop dangdut. Sementara VIP Project hadir dengan komposisi musik beragam seperti pop, dangdut, bahkan reggae di hari Minggu.

Dari pengalaman merahputih.com sendiri, ukuran dompet untuk bersantai menikmati fasilitas di sana berdua saja baik dengan pasangan atau teman tidaklah menguras kantung. Cukup masuk akal mengingat kualitas hidangannya terutama dari jenis kopi yang sangat berkualitas. (De Sucitra/Banten)

Baca Juga:

Menikmati Wisata di Desa Wisata Kopi Cibeureum Kuningan

#Travel #Wisata #Kuliner Serang #Banten #Kopi
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Indonesia
12 Ribu Hektare Lahan Kopi di Aceh Tengah Rusak Akibat Banjir
Kopi arabika merupakan komoditas unggulan asal Kabupaten Aceh Tengah yang telah mendunia dan menjadi penghasilan utama masyarakat di dataran tinggi Gayo itu.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Januari 2026
12 Ribu Hektare Lahan Kopi di Aceh Tengah Rusak Akibat Banjir
Indonesia
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Larangan pergerakan kapal pada malam hari di wilayah perairan Taman Nasional (TN) Komodo.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Indonesia
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Menjadi representasi transformasi layanan kereta api dari sekadar moda transportasi menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Indonesia
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Aktivitas perjalanan di Cirebon selama Nataru mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatnya minat perjalanan wisata berbasis kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Indonesia
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Perjalanan dengan kereta api kini dimaknai sebagai momen menikmati waktu, suasana, dan keindahan alam di sepanjang jalur rel.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Januari 2026
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Foto Essay
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Suasana warga piknik bersama keluarga menikmati matahari terbenam di Pantai Pattaya, Chonburi, Thailand, Sabtu (20/12/2025).
Didik Setiawan - Sabtu, 27 Desember 2025
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Indonesia
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Untuk itu, ia mendesak Pemprov DKI agar lebih masif dalam menyebarkan informasi pembukaan ini melalui berbagai kanal resmi pemerintah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 26 Desember 2025
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Indonesia
BMKG Prakirakan Cuaca Ekstrem Melanda Banten dalam Sepekan Mendatang, Warga Diminta Waspada
BMKG memprakirakan potensi angin kencang dengan kecepatan mencapai 45 kilometer per jam di hampir seluruh wilayah Banten, terutama di bagian utara dan selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
BMKG Prakirakan Cuaca Ekstrem Melanda Banten dalam Sepekan Mendatang, Warga Diminta Waspada
Indonesia
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Kebocoran tersebut merupakan masalah besar ketiga yang dihadapi museum yang paling banyak dikunjungi di dunia tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Desember 2025
  Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Indonesia
WNA China Bos PT PMT Tersangka Kasus Pencemaran Radioaktif Cs-137 Cikande
Limbah beracun disimpan di gudang produksi PT Peter Metal Technology tanpa pengelolaan, bahkan sebagian dibuang ke lapak rongsok di wilayah Cikande.
Wisnu Cipto - Jumat, 05 Desember 2025
WNA China Bos PT PMT Tersangka Kasus Pencemaran Radioaktif Cs-137 Cikande
Bagikan