Kuliner

Mengenal 2 Jenis Kopi dari Flores NTT yang Mendunia

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 27 Januari 2020
Mengenal 2 Jenis Kopi dari Flores NTT yang Mendunia

Flores memiliki dua jenis kopi yang unik (Foto: Pexels/Igor Haritanovich)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

FLORES di Nusa Tenggara Timur sudah sangat terkenal dengan keindahan alamnya. Pulau seluas 13.540 km² ini memiliki cuaca yang cukup unik karena dipengaruhi oleh iklim tropis Indonesia dan subtropis Australia.

Dan ternyata, tidak hanya keindahan alamnya saja. Flores memiliki dua jenis kopi yang disebut-sebut salah satu kopi terbaik de Indonesia.

Baca juga:

Kopi Gayo, Saksi Bisu Kekuasaan Belanda di Dataran Tinggi Gayo

Kopi Flores merupakan salah satu kopi dari Indonesia yang juga terkenal di mancanegara. Popularitasnya dikarenakan rasa dan aromanya yang cukup unik. Secara umum, jika dilihat dari flavour wheel, rasa kopi Flores mempunyai rasa aroma bunga, karamel, kacang-kacangan dan bahkan rasa tembakau.

Dengan kondisi cuaca dan lingkungannya yang unik, tidak mengherankan jika Flores memiliki dua jenis kopi pamungkas dengan rasa tidak kalah dengan jenis kopi lainnya. Berikut adalah dua jenis kopi asli Flores yang reputasinya mendunia.

Kopi Flores Manggarai

Menjadi komoditi terbaik dari Indonesia (Foto: Brigitte Tohm)

Kopi Flores Manggarai berasal dari daerah yang bernama Manggarai. Dari zaman kolonial, daerah ini sudah terkenal sebagai produsen kopi. Pada zaman kolonialis, Kopi Flores Manggarai dinilai jadi salah satu komoditi terbaik dari Indonesia.

Cita rasa unik dan karakter yang kuat dari Kopi Flores Manggarai ini berasal dari tempatnya tumbuh di ketinggian 1.100-1.300 mdpl. Kopi Flores Manggarai juga terbagi rata dengan jenis arabika dan robusta.

Baca juga:

Kopi Tatungkuik, Ngopi Terbalik di Cuaca Dingin

Karena popularitasnya, Kopi Flores Manggarai sudah terkenal ke mancanegara dan diekspor ke Eropa dan Timur Tengah. Tidak heran jika jenis kopi ini pada tahun 2015 lalu dinobatkan jadi kopi terbaik di Indonesia.

Kopi Flores Bajawa

Mempunyai karakteristik yang kuat (Foto: freestocks.org)

Kopi Flores Bajawa mempunyai karakteristik yang kuat. Jenis kopi yang satu ini memiliki kadar air hinga 13%. Kopi Flores Bajawa tumbuh di lereng gunung Inie Rie yang tumbuh di ketinggian 1.200-1.500 mdpl. Gunung Inie Rie termasuk gunung berapi yang masih aktif.

Oleh Karena itu, tanah tempat deretan pohon kopi tersebut tumbuh dikenal sangat subur karena termasuk tanah vulkanik kualitas pertama. After taste Kopi Flores Bajawa ini adalah wangi kayu yang eksotis, serta tingkat keasamannya yang seimbang.(lgi)

Baca juga:

Silahkan Didebat Tapi Inilah Biji Kopi Terbaik di Dunia

#Kopi #Nusa Tenggara Timur (NTT) #Kopi Flores #Flores #Kuliner #Biji Kopi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fun
Bukan Sekadar Kopi, Roemah Koffie Meracik Rasa dan Kisah Nusantara
Dari Rambadia hingga Cublak Suweng, kopi Indonesia dibawa Roemah Koffie ke panggung dunia. Klik untuk detail kisahnya!
Wisnu Cipto - Minggu, 06 September 2026
Bukan Sekadar Kopi, Roemah Koffie Meracik Rasa dan Kisah Nusantara
Kuliner
Dari Tanah hingga Cangkir, Roemah Koffie Merayakan Karakter Kopi Indonesia
Dari satu pulau ke pulau lain, bahkan dari satu daerah ke daerah lain, secangkir kopi dapat membawa pengalaman rasa sekaligus cerita yang berbeda.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Dari Tanah hingga Cangkir, Roemah Koffie Merayakan Karakter Kopi Indonesia
Berita Foto
Pecinta Kopi Berburu Cita Rasa Khas Nusantara di Indonesia Coffee Expo 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mencicipi segelas kopi saat mengunjungi pameran Indonesia Coffee Expo 2026 di JICC, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 04 September 2026
Pecinta Kopi Berburu Cita Rasa Khas Nusantara di Indonesia Coffee Expo 2026
Kuliner
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Dengan membawa tema Lokarasa Nusantara, JF3 Food Festival 2026 mengajak kamu menjelajahi cita rasa autentik dari berbagai daerah di Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Indonesia
Masa Tanggap Darurat Gempa Nagekeo NTT Dipangkas dari 90 Jadi 30 Hari, Berakhir 13 September
Pemkab Nagekeo, NTT, memangkas masa tanggap darurat gempa dari 90 hari menjadi 30 hari. Status darurat berlaku 15 Agustus–13 September 2026.
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Masa Tanggap Darurat Gempa Nagekeo NTT Dipangkas dari 90 Jadi 30 Hari, Berakhir 13 September
Kuliner
Menyesap Rasa, Menjalin Kisah dalam Seduhan Kopi
Sejak kopi bisa dinikmati rakyat secara umum, tradisi ngopi berkembang dari warung kopi sederhana di desa hingga kedai modern kekinian di kota besar.
Dwi Astarini - Minggu, 30 Agustus 2026
Menyesap Rasa, Menjalin Kisah dalam Seduhan Kopi
Indonesia
Di Tengah Pemulihan Gempa NTT, Gunung Lewotobi Laki-laki Flores Erupsi 6 Menit Pagi Tadi
Erupsi Lewotobi Laki-laki Flores terjadi pada pukul 07.35 WITA dengan intesitas kolom abu tebal yang bertiup ke arah barat daya dan barat selama 6 menit.
Wisnu Cipto - Jumat, 28 Agustus 2026
Di Tengah Pemulihan Gempa NTT, Gunung Lewotobi Laki-laki Flores Erupsi 6 Menit Pagi Tadi
Indonesia
BMKG Catat 8.330 Gempa Susulan di Flores NTT, Bantah Hoaks Gempa M8,1 Picu Tsunami
BMKG mencatat 8.330 gempa susulan mengguncang Flores, NTT, hingga 27 Agustus 2026. Aktivitas mulai menurun dan isu gempa M8,1 picu tsunami dibantah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
BMKG Catat 8.330 Gempa Susulan di Flores NTT, Bantah Hoaks Gempa M8,1 Picu Tsunami
Indonesia
Puluhan Paket Bantuan JHL Foundation Jadi Berkat untuk Suster Lansia Korban Gempa di Sikka
Bantuan JHL Foundation terasa istimewa karena pertama yang diterima langsung komunitas mereka setelah terdampak gempa.
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Puluhan Paket Bantuan JHL Foundation Jadi Berkat untuk Suster Lansia Korban Gempa di Sikka
Merah Putih Kasih
Hari Kelima, JHL Foundation Menembus Pelosok Flores hingga Tengah Malam
Sejak pagi hingga hampir tengah malam, tim JHL Foundation menyusuri jalan-jalan Flores, masuk ke kampung-kampung dan wilayah pelosok yang terdampak gempa untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat.
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Hari Kelima, JHL Foundation Menembus Pelosok Flores hingga Tengah Malam
Bagikan