Orang dengan Ring Jantung Bisa Berolahraga Lebih Leluasa
Ilustrasi- penyakit jantung katup. (Foto: Unsplash/Jesse Orico)
Merahputih.com - Orang yang menggunakan ring jantung diklaim harus melakukan minim aktivitas karena kondisi organnya sudah tidak normal. Mereka bahkan tidak disarankan berolahraga agar ring tidak rusak.
Menanggapi hal tersebut, Dokter Jantung Faris Basalamah mengatakan anggapan orang dengan ring jantung tidak boleh berolahraga hanyalah sebuah mistos. Ia mengatakan dengan kondisi jantung dibantu dipasang ring, membuat seseorang jadi lebih leluasa melakukan aktivitas dengan baik, sebab aliran darah di jantungnya sudah tidak tersumbat lagi.
"Justru setelah pemasangan ring dipasang di jantung, ia jadi lebih baik, kualitas hidup lebih baik. Bisa melakukan aktivitas olahraga bisa lebih baik lagi sebelum pemasangan," ujar Faris, saat ditemui di Jakarta Selasa (30/7).
Dilansir dari Siloamhospital, ring jantung terbuat dari baja tahan karat atau campuran platinum kromium kobalt berbentuk tabung kecil seperti jaring kawat atau jala. Dalam prosesnya pemasangannya, Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah ahli intervensi akan menempatkan ring secara permanen di dalam pembuluh darah koroner bermasalah.
Baca juga:
Ring jantung berfungsi untuk melancarkan aliran darah dan oksigen dengan cara memperbesar rongga pembuluh darah yang mengalami penyempitan atau penyumbatan.
Pemasangan ring jantung tidak dilakukan pada semua pasien dengan penyakit jantung koroner. Pemasangan ring jantung dapat menjadi pilihan pengobatan pada kondisi pasien mengeluhkan nyeri dada (angina) yang semakin bertambah parah. Pasien yang seing mengalami serangan jantung parah juga akan disarankan untuk melakukan pemasangan ring jantung. (tka)
Bagikan
Tika Ayu
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya