Merahputih.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan saat ini pemerintah fokus membuat kapal selam sendiri setelah kapal selam kedua hasil kerja sama dengan Korea Selatan KRI Ardadedali-404 diserahkan.
"Ini dulu disempurnakan, kapal kelima keenam itu kita buat sendiri, masak sampai lima kali tidak bisa buat, kita bukan orang bodoh, banyak orang pintar," kata Ryamizard usai penamaan dan penyerahan kapal selam KRI Ardadedali-404 di galangan kapal Daewoo Shipbuilding and Marine (DSME), Okpo, Korea Selatan, Rabu (25/4).
Kapal selam ketiga kerja sama dengan Korea Selatan dibuat PT PAL, sehingga setelah ini PT PAL akan bekerja menyambung bagian-bagian kapal selam yang telah dikirim dari Korea Selatan.
Penyambungan kapal selam yang akan dinamai KRI Alugoro-405 itu sudah berjalan dan diperkirakan akan selesai dalam beberapa bulan ke depan.
Setelah kapal selam ketiga hasil kerja sama dengan Korea Selatan selesai, diperlukan beberapa kerja sama lagi hingga akhirnya dapat benar-benar membuat kapal selam sendiri.
"Kemudian ditambah dua, tiga, kerja sama, setelah itu kita bisa buat sendiri, itu arti makna yang awal dari kerja sama ini," ujar Ryamizard Ryacudu.
Pada 1960-an, Tanah Air mempunyai 12 kapal selam, sementara hingga sebelum kerja sama dengan Korea Indonesia hanya memiliki dua kapal selam.
Kini dengan tambahan tiga kapal selam, Indonesia memiliki lima kapal selam, tetapi jumlah tersebut dinilainya masih kurang dan setidaknya menyamai jumlah 12 kapal selam.
"Kalau tidak ya kita mundur dong, dulu 12 masa kurang dari itu, 12 saja sudah mundur, nanti akan bertambah, tetapi kita belajar terus kita akan membuat kapal lebih canggih ini dengan dasar ini," ucap Menhan dikutip Antara.
Paling terbaru, Indonesia memiliki kapal selam KRI Ardadedali-404. Pemberian nama KRI Ardadedali-404 itu sendiri diambil dari salah satu nama senjata panah yang dimiliki oleh tokoh cerita mahabarata Arjuna, sosok Pandawa yang menawan parasnya dan lemah lembut budinya.
Dalam cerita disebutkan ardadedali berbentuk ujung anak panah pusaka seperti burung dan memiliki jiwa. Anak panah ardadedali dapat melumpuhkan musuhnya di medan pertempuran besar.
KRI Ardadedali-404 akan mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan negara serta keutuhan wilayah.
Selain itu, KRI Ardadedali-404 juga diharapkan dapat melindungi kehormatan serta keselamatan bangsa dan menegakkan hukum di perairan Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Menhan juga berpesan kepada komandan kapal selam KRI Ardadedali-404 Letkol Laut (P) Widya Poerwandanu beserta awak kapal untuk menjaga kepercayaan yang diberikan oleh bangsa dan negara dengan pengoperasian dan pemeliharaan yang benar.
Sementara, untuk diketahui kapal selam pertama hasil kerja sama dengan Korea Selatan yang telah datang Agustus 2017 diberi nama Nagapasa-403, diambil dari nama senjata tokoh pewayangan Raden Indrajit berupa panah sakti.
Kapal selam ketiga yang dikerjakan PT PAL di Surabaya akan diberi nama KRI Alugoro-405, diambil dari nama senjata pemukul berbentuk alu yang dalam cerita pewayangan digunakan oleh Prabu Baladewa. (*)