Headline

Opsi Perang Bukan Solusi Atasi Krisis Semenanjung Korea

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 02 Februari 2018
Opsi Perang Bukan Solusi Atasi Krisis Semenanjung Korea

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memberi pengarahan mengenai program senjata nuklir di Pyongyang, Minggu (3/9).( ANTARA FOTO/KCNA via REUTERS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Ketegangan di Semenanjung Korea yang dipicu oleh uji coba nuklir Korea Utara terus menjadi sorotan dunia. Sejumlah pengamat masalah internasional menyebutkan krisis Korea berpeluang menimbulkan perang dalam skala besar.

Menghadapi kecemasan global akan pecahnya perang dunia, utusan khusus Amerika Serikat menyatakan bahwa semua pilihan telah disipakan dalam menyelesaikan kebuntuan masalah nuklir Korea Utara.

Joseph Yun dalam pernyataan kepada awak media di Tokyo, Jepang, Kamis (1/02) mengungkapkan ada peluang untuk mengambil jalan militer dalam menghadapi Korea Utara jika semua upaya diplomasi damai ditolak Pyongyang. Amerika Serikat tetap mengupayakan resolusi perdamaian dalam kemelut tersebut dan jalur diplomasi tetap menjadi pilihan utama.

"Kebijakan kami sangat penting untuk penyelesaian secara damai mengenai sengketa nuklir Korea Utara. Kami berulang kali mengatakan bahwa yang ingin kami lihat adalah pembicaraan," kata Yun.

Utusan khusus Amerika Serikat itu sebagaimana dilansir Antara dari Reuters menyatakan pihaknya belum melihat opsi militer sebagai sesuatu yang mendesak saat ini.

"Oleh karena itu, kami juga mengatakan bahwa semua pilihan ada di meja dan dengan semua pilihan harus mencakup pilihan militer, tapi saya tidak percaya pilihan itu sudah dekat," katanya menambahkan.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menolak untuk menghentikan pengembangan rudal nuklir yang mampu menjangkau AS meskipun sanksi PBB semakin parah, hal itu menimbulkan kekhawatiran akan adanya perang baru di semenanjung Korea. Korea Utara telah menembakkan rudal uji coba ke Jepang.

Yun berbicara sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa upaya Pyongyang mengembangkan rudal nuklir dapat mengancam tanah air Amerika dan bersumpah untuk mencegahnya.

Trump tidak menawarkan upaya baru yang spesifik tentang bagaimana ia berniat untuk mengendalikan Korea Utara. Sementara pemerintahan Trump mengatakan bahwa mereka lebih menyukai solusi diplomatik dan juga mengatakan bahwa semua pilihan ada di atas meja.

Pada awal Januari, kedua negara yang mengalami perang sipil dan pecah pada era 50an ini meluncurkan perundingan langka untuk membawa warga Korea Utara untuk hadir pada Olimpiade Musim Dingin bulan ini di Korea Selatan setelah Kim mengatakan bahwa ia bersedia untuk membuka diskusi dengan Seoul.

Joseph Yun menyambut pembicaraan Utara-Selatan dan mengatakan berharap bahwa itu adalah arah dari perkembangan hubungan mendatang, namun ia mengatakan bahwa pembicaraan dengan Washington harus menjadi langkah Korea Utara untuk melucuti nuklirnya.(*)

#Amerika Serikat #Korea Utara #Kim Jong Un
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Bagikan