Operasional RDF Plant Rorotan Diduga Bikin 20 Anak di Cakung Timur Kena ISPA dan Mata Merah

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 03 November 2025
Operasional RDF Plant Rorotan Diduga Bikin 20 Anak di Cakung Timur Kena ISPA dan Mata Merah

Pengelolaan sampah RDF Rorotan, Jakarta Utara. (Foto: MerahPutih.com/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - 20 anak yang tinggal di RT 18 Cakung Timur dilaporkan sakit. Anak-anak ini diduga kuat terdampak uji coba operasional fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan yang menyebabkan pencemaran udara di kawasan sekitar RDF.

“Betul ada 20 orang warga saya yang mengalami beragam penyakit terkait udara. Itu baru warga RT saya, belum dari wilayah lain,” ungkap Ketua RT 18 Cakung Timur, Wahyu Andre Maryono dikutip Antara, Senin (3/10).

Baca juga:

Kurangi Polusi Mikroplastik, Pemprov DKI Bangun RDF Plant dan PSEL

Wahyu menuturkan, puluhan anak tersebut jatuh sakit sepanjang Oktober 2025, bertepatan dengan dimulainya uji coba RDF Plant Rorotan.

Ia telah melakukan pendataan terhadap warga yang tercatat mengalami sejumlah penyakit.

Penyakit yang menyerang anak-anak itu bervariasi, mulai dari sakit mata, batuk pilek, muntah, hingga Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Data menunjukkan bahwa dari 20 anak yang sakit, lima di antaranya masih dalam kondisi sakit hingga saat ini, dengan sebagian besar menjalani pengobatan mandiri atau berobat ke rumah sakit.

Desakan Warga: Hentikan Operasional RDF Plant Rorotan

Melihat dampak serius ini, warga dari beberapa perumahan di Jakarta Timur menuntut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menghentikan operasional RDF Plant Rorotan.

Warga menilai fasilitas tersebut tidak mampu memenuhi Standar Operasi Prosedur (SOP), sehingga menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

"Kami mendesak agar RDF Plant Rorotan ditutup atau berhenti beroperasi demi menjaga kesehatan, kenyamanan, dan kualitas lingkungan hidup warga,” tegas Wahyu.

Baca juga:

RDF Plant Rorotan Masih Belum Beroperasi, Gubernur Pramono: Masih Uji Coba Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Warga menyoroti adanya pelanggaran SOP dan janji terkait operasional fasilitas tersebut. Oleh karena itu, mereka meminta pengelola RDF Plant Rorotan segera memperbaiki seluruh SOP, termasuk menutup rapat pintu gudang saat bongkar muat dan penyimpanan sampah untuk mencegah penyebaran bau, serta memastikan hanya mobil kompaktor tertutup dan laik jalan yang digunakan untuk mencegah sampah tercecer dan tumpahan air lindi.

“Operasional fasilitas ini yang hingga saat ini masih menimbulkan dampak negatif dan mengganggu kenyamanan serta kesehatan lingkungan warga," pungkas Wahyu.

#RDF Plant Jakarta #Pengelolaan Sampah #Sampah #Kisruh Sampah Jakarta
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DKI Jakarta dan Banten Kolaborasi Atasi Banjir, Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik
Pemprov DKI dan Banten akan berkolaborasi untuk mengatasi banjir. Nantinya, sampah akan diolah menjadi listrik.
Soffi Amira - Kamis, 21 Mei 2026
DKI Jakarta dan Banten Kolaborasi Atasi Banjir, Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik
Indonesia
Sampah Jadi Bom Waktu, DPR Desak Pemerintah Luncurkan Gerakan Pilah Nasional
Tata kelola sampah di Indonesia tidak bisa lagi diselesaikan dengan metode konvensional.
Dwi Astarini - Senin, 18 Mei 2026
Sampah Jadi Bom Waktu, DPR Desak Pemerintah Luncurkan Gerakan Pilah Nasional
Berita Foto
Gerakan Pilah Sampah dari Rumah Jadi Upaya Bersama Kurangi Sampah Jakarta
Warga melakukan sortir sampah botol plastik untuk daur ulang di Bank Sampah Persatuan, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (16/5/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 16 Mei 2026
Gerakan Pilah Sampah dari Rumah Jadi Upaya Bersama Kurangi Sampah Jakarta
Indonesia
Gubernur Pramono bakal Evaluasi Program Pilah Sampah Dua Minggu Sekali
Gerakan ini mewajibkan masyarakat memilah sampah berdasarkan jenisnya sebelum dibuang.
Dwi Astarini - Selasa, 12 Mei 2026
Gubernur Pramono bakal Evaluasi Program Pilah Sampah Dua Minggu Sekali
Indonesia
100 Investor Diklaim Minati Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik
Total nilai pengembangan proyek PSEL yang tengah disiapkan pemerintah mencapai sekitar 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 87 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Mei 2026
100 Investor Diklaim Minati Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik
Berita Foto
Limbah Sayuran di Pasar Kramat Jati Diolah Menjadi Pupuk Bernilai Guna
Petugas memasukkan sampah sayuran limbah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026).
Didik Setiawan - Senin, 11 Mei 2026
Limbah Sayuran di Pasar Kramat Jati Diolah Menjadi Pupuk Bernilai Guna
Indonesia
Hotel dan Kafe di Jakarta Wajib Pilah Sampah, Masih Bandel Izin Usaha Dicabut
TPST Bantargebang, Bekasi, mulai Agustus 2026 hanya menerima sampah residu sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup.
Wisnu Cipto - Senin, 11 Mei 2026
Hotel dan Kafe di Jakarta Wajib Pilah Sampah, Masih Bandel Izin Usaha Dicabut
Indonesia
TPST Bantargebang tak Lagi Terima Semua Sampah Mulai Agustus 2026, Warga Diminta Pilah Sampah dari Rumah
TPST Bantargebang hanya menerima sampah residu mulai Agustus 2026. Warga diminta memilah sampah dari rumah.
Soffi Amira - Minggu, 10 Mei 2026
TPST Bantargebang tak Lagi Terima Semua Sampah Mulai Agustus 2026, Warga Diminta Pilah Sampah dari Rumah
Indonesia
TPST Bantargebang Bakal Olah Sampah Jadi Energi, Ditargetkan Rampung 2028
TPST Bantargebang akan mengolah sampah menjadi energi. Program ini ditargetkan rampung pada 2028.
Soffi Amira - Minggu, 10 Mei 2026
TPST Bantargebang Bakal Olah Sampah Jadi Energi, Ditargetkan Rampung 2028
Indonesia
Pemkot Minta Bantuan China Kelola Sampah
Xi'an China adalah kota sejarah dan budaya seperti halnya di Solo yang juga memiliki banyak jejak peninggalan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 09 Mei 2026
Pemkot Minta Bantuan China Kelola Sampah
Bagikan