Operasi Damai Cartenz Utamakan Kesejahteraan ketimbang Penegakan Hukum

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 21 Januari 2022
Operasi Damai Cartenz Utamakan Kesejahteraan ketimbang Penegakan Hukum

Karopenmas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan (tengah) memberikan keterangan pers . ANTARA/Laily Rahmawaty

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Masa tugas Operasi Satgas Nemangkawi telah selesai. Polri lantas membentuk Operasi Damai Cartenz dengan target pembinaan kepada orang asli Papua (OAP) dimulai 17 Januari 2022.

Operasi Damai Cartenz melibatkan sebanyak 1.925 personel gabungan TNI-Polri. Terdiri dari 1.824 anggota Polri dan 101 anggota TNI.

Dari 1.824 personel Polri, 528 di antaranya berasal dari Polda Papua dan 1.296 orang dari Mabes Polri.

Baca Juga:

Operasi Pemburuan KKB Satgas Nemangkawi Berganti Nama Jadi Damai Cartenz

Asiten Operasi Kapolri Irjen Agung Setya mengatakan, Operasi Damai Cartenz sesuai dengan amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9/2020.

Dalam instruksi tersebut, Presiden Jokowi meminta Kapolri mempercepat pembangunan kesejahteraan di Papua dan Papua Barat.

Menurut Agung, tertuang arahan kepada Kapolri untuk mendukung keamanan dan ketertiban di lima daerah. Di antaranya Kabupaten Intan Jaya, Nduga, Puncak Jaya, Yahukimo, dan Pegunungan Bintang.

Ada juga upaya pemerintah daerah itu dapat memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat.

"Kenapa disebut Damai Cartenz, karena kami ingin membuat kedamaian di daerah-daerah Pegunungan Cartenz yang diselimuti salju abadi. Kami berharap damainya juga damai yang abadi," kata Agung, Jumat (21/1).

Dalam operasi ini, Agung menyebut Polri akan mengedepankan upaya-upaya menyejahterakan masyarakat.

Pendekatan ini tentunya dengan problem solving atas beberapa masalah warga.

Sehingga program-program Polri sebelumnya yang terdahulu dan sudah berjalan seperti Bimas Noken dan Polisi Pi Ajar akan diteruskan.

Agung yang juga Alumni AKPOL 1988 ini menyebut, anggota yang diterjunkan di sana juga dibekali dengan berbagai keterampilan agar dapat menjadi problem solver atau pemecah masalah.

"Dengan keterampilan yang ada, mereka mampu mengangkat perekonomian masyarakat di sana," tambah mantan Kapolda Riau ini.

Baca Juga:

Anggota Brimob Keserempet Peluru, Kontak Tembak KKB-Satgas Nemangkawi Tak Terelakkan

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyebutkan bahwa Operasi Damai Cartenz akan dilakukan di lima wilayah rawan konflik.

Kelima daerah itu yakni Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, Nduga, Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Puncak Ilaga.

Sementara, Operasi lainnya, Rasaka Cartenz akan dilakukan di 23 wilayah yang dinilai tak rawan kasus-kasus kekerasan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Sebaran 23 wilayah yang menggelar Operasi Rasaka Cartenz itu yakni Polres Jayapura Kota, Polres Jayawijaya, Polres Jayapura, Polres Mimika, Polres Nabire/Kabupaten Dogiyai, Polres Merauke, Polres Biak Numfor, Polres Kepulauan Yapen, Polres Keerom, Polres Waropen, Polres Paniai.

Polres Boven Digoel, Polres Mappi, Polres Sarmi, Polres Supiori, Polres Tolikara, Polres Asmat, Polres Lanny Jaya, Polres Mamberamo Raya, Polres Mamberamo Tengah, Polres Puncak Jaya, Polres Yalimo, dan Polres Deiyai.

Ramadhan menekankan bahwa pihak kepolisian mencoba untuk menghilangkan kekerasan yang terjadi di Papua.

"Artinya, kami menjaga situasi kamtibmas dengan pendekatan yang lebih soft," tambahnya.

Sebagai informasi, KKB merupakan sebutan aparat bagi kelompok separatis yang tergabung dalam Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPPB-OPM) dan kerap terlibat kontak senjata dengan aparat.

Namun, kontak senjata antara KKB dengan polisi masih sempat terjadi pada Senin (17/1) pagi di wilayah Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang setelah rencana itu diumumkan ke publik.

Dalam peristiwa itu, seorang anggota Brimob bernama Bharatu Bachtiar terserempet peluru di bagian punggung dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. (Knu)

Baca Juga:

Polri Sebut Kontak Tembak dengan KKB untuk Melindungi Diri, Bukan Memerangi

#Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) #Papua #Konflik Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan